Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Maraknya Mafia Tanah, Dino Patti Djalal: Negara Jangan Kalah Dengan Sindikat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Maraknya Mafia Tanah, Dino Patti Djalal: Negara Jangan Kalah Dengan Sindikat

Indra Christianto Kamis, 11 Februari 2021 | 23:59 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Ketua FPCI Dino Patti Djalal saat melakukan sesi Foto dan Wawancara bersama Tim Liputan76.com di Jakarta. Rabu (2/11).Liputan6/JohanTallo
Bagikan

Telegraf – Mantan wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Dino Patti Djalal mengaku belum puas atas tertangkapnya sejumlah pelaku penipuan soal tanah yang merugikan ibunya.

Meski memang sudah ada ada tiga nama yaitu, Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto dan Ferry yang telah diamankan oleh pihak yang berwajib, namun ia menilai bahwa ketiganya bukan aktor di balik kasus mafia tanah yang dialami oleh keluarganya.

“Saya minta polisi benar-benar ungkap+tangkap pada DALANG sindikat yang sesungguhnya,” cuitnya, melalui akun Twitter pribadinya, (10/02/2021).

Ia juga berharap, agar pemerintah bertindak tegas terhadap para mafia tanah yang merugikan masyarakat.

“Dengan segala hormat, orang-orang yang ditangkap & diadili ini BUKAN DALANG sindikat tanah yang menipu ibu saya. Jangan sampai negara kalah dengan dan dikadali oleh sindikat tanah,” ucapnya.

Seperti diketahui belakangan, kasus tanah yang dilaporkan oleh keluarga Dino terdapat tiga laporan. Adapun ketiganya yaitu, pihak kepolisian telah mengetahui identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran.

“LP pertama masih berjalan, yang di Pondok Indah, tersangkanya sudah diketahui tapi masih dilakukan pengejaran,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Yusri Yunus kepada media, (10/02/2021).

Sedangkan yang kedua adalah, tersangka sudah ditahan petugas.

“LP Kedua, tersangka sudah ditahan, tapi tidak ada kerugian, dan yang di Kemang itu tidak ada kerugian, baru saja mau dilakukan perubahan pemalsuan KTP atau data otentik, tetapi sudah diketahui duluan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Dan yang ketiga terkait tanah di Cilandak Baru polisi masih melakukan pendalaman. Sebab laporan baru saja diterima.

“Yang ketiga LP-nya baru masuk beberapa hari yg lalu, ini masih didalami semua. Tapi modusnya sama, ini pun informasi dari penyidik sendiri yang menyampaikan ke saudara Dino bahwa di Cilandak Baru juga berubah kepemilikannya. Sehingga dilaporkan ke Polda Metro Jaya, nah ini kita akan lakukan pendalaman,” terangnya.


Photo Credit: Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Djohan Tallo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?