Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Lebih Dari 80.000 Orang Menghadiri Misa Paus di Jakarta
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Lebih Dari 80.000 Orang Menghadiri Misa Paus di Jakarta

A. Chandra S. Jumat, 6 September 2024 | 01:21 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Paus saat akan memimpin misa. Misa dimulai sekitar pukul 16.30 WIB. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITEE/AGUS SUPARTO)
Bagikan

TELEGRAF – Jika biasanya hanya bintang rock dan presiden yang memenuhi stadion Gelora Bung Karno, pada hari Kamis (05/09/2024), Paus Fransiskus yang kini berusia 87 tahun, Paus bernama asli Jorge Maria Bergoglio ini menarik lebih dari 80.000 penggemarnya untuk menghadiri Misa Katolik di negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia ini. Acara ini merupakan puncak dari empat hari kunjungan Paus selama di Jakarta, yang merupakan pemberhentian pertama dari tur 12 hari di Asia Tenggara dan Oseania, dengan kunjungan ke Timor Leste, Singapura, dan Papua Nugini.

“Kehadiran Paus seperti kehadiran Yesus,” kata seorang transgender, Mami Yuli, yang mengenakan gaun gemerlap dan penutup kepala berbulu, salah satu dari ribuan umat Kristiani yang berkumpul untuk mendengarkan homili Paus.

Paus Fransiskus terlihat hadir menggunakan mobil terbuka dan disambut ribuan jemaat yang hadir. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/HENDRA A SETYAWAN)

“Mengingat pesan penting Paus tentang toleransi, kami berharap gereja dan masyarakat dapat menilai kami secara positif,” ujarnya, berbicara tentang kelompok yang menghadapi diskriminasi dari kaum konservatif agama.

“Kami mengalami banyak tekanan dan hal itu membatasi ruang gerak kami sebagai transpuan di Indonesia,” bebernya.

Para biarawati Katolik yang mengenakan pakaian khas mereka, para pelajar dan lansia memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK), dan para pejabat gereja mengatakan bahwa 87.000 tiket untuk Misa telah didistribusikan ke seluruh nusantara.

Sebelumnya, Paus telah mengunjungi Masjid Istiqlal untuk menandatangani deklarasi tentang penanganan perubahan iklim dan mempromosikan dialog antar agama untuk menyelesaikan konflik. Umat Kristen adalah minoritas kecil di Indonesia, di mana umat Islam merupakan 87 persen dari populasi 280 juta jiwa. Negara ini mengakui enam agama resmi, dan kebebasan beragama diabadikan dalam konstitusinya.

Paus Fransiskus sempat berbahasa Indonesia saat pernyataan tobat umat Katolik, ‘Saya Mengaku’. (INDONESIA PAPAL VISIT COMMITTEE/ FAKHRI FADLURROHMAN)

Berbicara dari atas panggung yang ditutupi kain putih dengan latar belakang salib emas, Paus mendorong para pendengarnya untuk selalu mengupayakan persaudaraan.

Baca Juga :  Kasus Air Keras Andrie Yunus Dinilai Lebih Tepat Disidangkan di Pengadilan Militer

“Saya mendorong anda untuk menabur benih-benih cinta, dengan penuh percaya diri menapaki jalan dialog, terus menunjukkan kebaikan dan kebaikan anda,” kata Paus Fransiskus.

“Jadilah pembangun persatuan. Jadilah pembangun perdamaian,” pintanya.

Paus Fransiskus yang telah bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Rabu, dan mendesak para pemimpin politik untuk waspada terhadap ekstremisme agama. Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah menyarankan agar lembaga penyiaran nasional tidak menyiarkan azan pada Kamis sore, dan menyiarkannya melalui televisi dengan teks di bawah, agar tidak mengganggu Misa yang dirayakan Paus Fransiskus.

“Yang paling penting bagi saya adalah dia rendah hati dan penuh sukacita,” kata Suster Maria Ambrosia, yang melakukan perjalanan ratusan kilometer dari Sumatra untuk hadir.

“Saya memiliki banyak harapan dan kebahagiaan,” ungkapnya.

Paus Fransiskus menyapa umat usai memimpin perayaan ekaristi di di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Kamis (5/9/2024). INDONESIA PAPAL VISIT COMMITEE/ WISNU WIDIANTORO

Lautan bendera Indonesia dan Vatikan yang dilambai-lambaikan oleh para jemaat menyambutnya di tengah teriknya cuaca saat ia mengakhiri jadwal yang padat di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia ini.

Paus Fransiskus juga memberkati beberapa anak ketika ia berkeliling stadion dengan kendaraan taktis. Dari buku-buku Misa hingga t-shirt, topi dan rosario, gambar paus dapat dilihat di mana-mana saat umat bersukacita di hadapannya.

Mereka yang hadir adalah para jemaat yang beruntung yang terpilih untuk mengikuti acara ini melalui undangan yang dikirimkan ke gereja mereka. “Viva Il Papa! Viva Papa Francesco!” teriak para jemaat dari tribun.

Caecilia Tutyandari, 51 tahun, melambaikan kipas yang menghiasi wajah paus.

“Saya ingin melihat Paus secara langsung, ini pertama kalinya. Saya sangat tersentuh, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Itu sebabnya saya punya banyak tisu di sini,” katanya sambil tertawa.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Jadi Contoh Bagi Institusi Lain
Waktu Baca 4 Menit
Kasus Air Keras Andrie Yunus Dinilai Lebih Tepat Disidangkan di Pengadilan Militer
Waktu Baca 5 Menit
Framing Dinilai Jadi Skenario Ciptakan Ketidakstabilan Politik dan Geostrategis
Waktu Baca 4 Menit
Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis
Waktu Baca 2 Menit
JES Salurkan Bantuan Sembako dan Santunan untuk Warga Kurang Mampu di wilayah Klender Jakarta Timur
Waktu Baca 1 Menit

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Dari Aksi Sosial hingga Diskusi Pasar Modal

Waktu Baca 4 Menit

SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang

Waktu Baca 3 Menit

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

(ka-ki) Nungki Kusumastuti, Yusuf Susilo Hartono, Fadli Zon, Iwhan Gimbal, Abdul Malik MSN, Willy Hangguman
Nasional

Fadli Zon Akan Hadiri Dialog Kebudayaan PWI Pusat di HPN 2026 Banten

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Kerja Hingga Larut Malam, Kinerja Teddy Wijaya Tuai Banyak Pujian di Medsos

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan

Waktu Baca 8 Menit
Nasional

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?