Laskar Media Peduli Bencana Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir Bencana Tsunami

"Hari ini Tim Laskar Media Peduli Bencana sudah bergerak menuju ke daerah yang masih sulit dijangkau bantuan, yakni Kecamatan Sumur. Untuk menuju ke wilayah tersebut tim bantuan peduli bencana membutuhkan 3 jam perjalanan darat cukup jauh dan masih belum terjangkau bantuan, kami membawa bahan-bahan pangan berupa beras, mie instan, roti dan air bersih kesana"

Laskar Media Peduli Bencana Salurkan Bantuan ke Daerah Terisolir Bencana Tsunami


Telegraf, Pandeglang – Awak media yang tergabung dalam Laskar Media Peduli Bencana turut memberikan bantuan pangan dan obat-obatan kepada para pengungsi dan korban bencana Tsunami Selat Sunda di tempat pengungsian di Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten.

Mereka mendirikan Posko bantuan bencana Tsunami di kantor radio SABA FM di desa Jiput, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.

Laskar Media Peduli Bencana di inisiasi pengelola radio yang tergabung di Asosiasi Radio Swasta Lokal Seluruh Indonesia, Kelompok usaha YSP Group, dan Bersama Media Network, jaringan kantor berita radio nasional.

Pimpinan YSP Group Yekky Aditya mengatakan, bantuan ini diberikan untuk solidaritas kepada warga yang sedang mengalami musibah.

“Dimana Bantuan ini datang dari para rekanan dari para anggota Asosiasi Radio Swasta Lokal Seluruh Indonesia, manajemen Bersama Media Network dan jaringan radionya serta produk Kesehatan Bio-7, mereka dengan tulus dan ikhlas memberikan donasi,” ujar Yekky Aditya di lokasi pengungsian korban musibah Tsuname di Desa Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (24/12/2018)

Hari ini Tim Laskar Media Peduli Bencana sudah bergerak menuju ke daerah yang masih sulit dijangkau bantuan, yakni Kecamatan Sumur.

“Untuk menuju ke wilayah tersebut tim bantuan peduli bencana membutuhkan 3 jam perjalanan darat cukup jauh dan masih belum terjangkau bantuan, kami membawa bahan-bahan pangan berupa beras, mie instan, roti dan air bersih kesana,” ujar Yekky.

Menurut Yekky, warga yang saat ini mengungsi sebagian karena rumahnya rusak diterjang tsunami namun sebagian bukan karena rumahnya rusak namun khawatir bencana tsunamu susulan akan terjadi lagi.

“Mereka mengungsi karena ada kekhawatiran tsunami akan datang lagi. Apalagi ada himbauan dari BMKG agar mencari tempat yang lebih aman, sehingga mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu,” papar Yekky.

Namun, lanjut Ekky, karena sarana dan prasarana yang ada sangat minim dan kurang mendukung disana, maka Laskar Media Peduli Bencana hadir kesana memberikan bantuan logistik.

“Kami kemarin fokus memberikan bantuan berupa pengadaan logistik bantuan dapur umum yakni beras, minyak goreng, mie instan, makanan ringan dan gula, karena yang paling dibutuhkan mereka saat ini adalah kebutuhan pangan,” katanya.

“Karena sangat mendadak dan tidak sempat masak, kami juga menyalurkan bantuan kepada pengungsi sebanyak seribu roti agar bisa langsung dikonsumsi,” tambahnya.

Menurut Ekky jika melihat kondisi di lapangan kerusakan berat tidak terjadi kawasan pemukiman warga yang berada di dataran tinggi. Namun Tsunami banyak menghantam kawasan wisata Carita dan Anyer di pinggiran pantai. Bangunan Hotel, vila dan rumah di bibir pantai mengalami kerusakan parah, bahkan tersapu bersih diterjang tsunami.

Justru, lanjut Ekky, kondisi yang belum terkonfirmasi adalah wilayah yang sulit di jangkau yakni Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang. “Situasi paling berat dialami saudara-saudara kita di daerah kecamatan Sumur, karena kalau dari kecamatan Labuhan jaraknya sekitar 3 jam perjalanan.

“Tim kami membawa bahan pangan kesana karena mereka membutuhkan kebutuhan pangan dan obat-obatan,” pungkas Ekky. (Red)


Edo W.

close