Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kolaborasi Tembang Kenangan Suguhkan Nuansa Tersendiri di Java Jazz Festival 2017
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Musik

Kolaborasi Tembang Kenangan Suguhkan Nuansa Tersendiri di Java Jazz Festival 2017

Telegrafi Senin, 6 Maret 2017 | 04:22 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Andy tampil pada java Jazz Festival 2017 di JIExpo, Jakarta, Jumat, 04 Maret 2017. Telegraf/Doni Julio Alberto
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Gelaran MLD Jazz Project season 2, menjadi salah satu penampilan yang berbeda di ajang Jakarta International Java Jazz Festival 2017, yang telah berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3/2017).

Tampil di hari kedua, proyek musik ini mengusung konsep Indonesian Legendary Songs and Musicians. Hebatnya, musisi yang tampil berhasil menghadirkan aksi menarik yang sayang dilewatkan. Ada dangdut, pop, rock, blues, tapi dalam balutan warna jazz.

Music Director MLD Jazz Project, Ronald Steven Sutikno, mengatakan, sinergi musisi baru dengan nama-nama besar yang sudah malang melintang di ranah musik jaz, menjadi tantangan tersendiri.

“Betul, mengumpulkan banyak musisi yang punya kesibukan padat, sudah jadi tantangan sendiri. Tapi menjadi menarik, ketika semuanya berkomitmen untuk memberikan yang terbaik,” jelas Ronald, dalam siaran pers, Minggu (5/3/2017).

Menghadirkan kembali lagu-lagu lawas dengan dikolaborasikan dengan musisi-musisi muda dengan kombinasi jazz.

“Yang muncul di pikiran saya pertama kali adalah, bagaimana membuat musik yang bisa dinikmati oleh mereka yang fanatik jazz, tapi juga masuk ke penikmat genre lain,” ungkap Ronald.

Bagi Ronald, musik harus bisa dinikmati oleh semua kalangan. “Makanya ketika disodori beberapa lagu untuk song list, saya harus memilih lagu-lagu lama, tapi yang mudah dikenali oleh siapapun,” imbuhnya.

Komposisi lagunya, menurut Ronald, memang tetap musik jazz. “Pilihan kepada Ipang Lazuardi, Ariyo Wahab, Andy /rif, dan Wizzy, karena kita ingin ada crossover dari musisi yang bukan dari genre jazz. Dan ini menarik,” ungkapnya.

Keseruan proyek ini juga dirasakan Wizzy, penyanyi cewek yang menyanyikan lagu Rhoma Irama. Kuat dengan imej dangdut, Wizzy ditantang untuk keluar dari pakem dangdutnya.

“Seru banget, karena ketika mendapat aransemennya, aku harus mikir ngebawainnya seperti apa. Karena lagu yang aku bawain itu sudah kuat banget,” kata Wizzy

Salah satu penyanyi yang tampil, Ariyo Wahab, justru merasakan tantangan terbesar adalah menemukan sinergi penyanyi, musisi pengiring dan karakter lagu yang dibawakan.

“Buatku nyaman dengan semua lagu dan musisi lain, justru jadi perjuangan tersendiri.” Kata Ariyo

Ariyo lebih memilih mengeluarkan ekspresi lagu, karena menurutnya setiap nada yang keluar itu butuh ekspresi yang kuat. “Aku kebagian lagunya Koes Plus, Benyamin Sueb dan Utha Likumahuwa. Dari situ saja sudah kebayang, ekspresi lagu yang berbeda-beda genre dan itu seru banget,” tandasnya.

Ronald, Wizzy, Ariyo Wahab dan Ipang sepakat, ajang yang menampilkan kerjasama musisi baru dan senior tersebut  menjadi penting, untuk menjembatani mereka sebagai penerus di jagat musik Indonesia.

“Musisi yang baik itu seharusnya tahu sejarah lagu dan musisi-musisi pendahulunya. Dari mereka, kita bisa paham dan mengerti, bermusik itu butuh keseriusan, bukan sekadar coba-coba. Musisi zaman dulu sudah membuktikannya,” tegas Ronald. (Red)

Photo credit : Telegraf/Doni Julio Alberto


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Penyerahan Jabatan Kabais TNI Dinilai Jadi Contoh Bagi Institusi Lain
Waktu Baca 4 Menit
Kasus Air Keras Andrie Yunus Dinilai Lebih Tepat Disidangkan di Pengadilan Militer
Waktu Baca 5 Menit
Framing Dinilai Jadi Skenario Ciptakan Ketidakstabilan Politik dan Geostrategis
Waktu Baca 4 Menit
Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis
Waktu Baca 2 Menit
JES Salurkan Bantuan Sembako dan Santunan untuk Warga Kurang Mampu di wilayah Klender Jakarta Timur
Waktu Baca 1 Menit

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Dari Aksi Sosial hingga Diskusi Pasar Modal

Waktu Baca 4 Menit

SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang

Waktu Baca 3 Menit

BTN Ubah Persepsi Publik, Tak Lagi Sekadar Bank KPR

Waktu Baca 4 Menit

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Java Jazz Festival
Musik

Menjaga Denyut Jazz: Konsistensi Dua Dekade Java Jazz Festival

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee

Waktu Baca 3 Menit
Musik

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit
Band d’AVERY
Musik

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Lagu Hidup Hanya Sekali

Waktu Baca 4 Menit
Musik

Semangati Timnas Masuk Piala Dunia, Azza Koto Luncurkan Single “Mimpi yang Nyata”

Waktu Baca 2 Menit
Musik

Vokalis Whitesnake David Coverdale Umumkan Pensiun Dari Dunia Musik

Waktu Baca 2 Menit
KOPLING 2025
Musik

Kementerian UMKM Pastikan KOPLING 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Musik dan Ekonomi Lokal

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Sharon Osbourne Ungkap Jumlah Uang Terkumpul Dari Konser Ozzy’s Back to the Beginning

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?