Kedua Peduli Cianjur, Permata Sanny Peduli Boyong Sandang Untuk Korban Gempa

Oleh : Atti K.

Telegraf – Tiga pekan sudah setelah Gempa bumi dengan kekuatan 5,6 magnitudo meluluhlantahkan Cianjur, Jawa Barat, gempa susulanpun masih terus ada hingga menyisakan trauma bagi bagi banyak masyarakat Cianjur.

Banyaknya kepedulian masyarakat luar Cianjur meringankan beban para korban, dari elemen masyayarakat masih juga terus berdatangan.

Seperti halnya Tim gabungan jurnalis dan fotografer Permata Sanny Peduli yang sebelumnya telah datang untuk memberikan bantuan paket sembako dan alat untuk berteduh sementara tenda pleton dan terpal, kembali salurkan kebutuhan logistik serta kebutuhan sandang baik dewassa maupun anak anak.

Dari hasil laporan Tim Reaksi Cepat (TRC) Solmet (Solidaritas Merah Putih) yang memang dari awal sudah bekerjasama dengan Tim gabungan jurnalis dan fotografer Permata Sanny Peduli bahwa kebutuhan tersebut masih banyak di butuhkan.

“Sesuai dengan laporan dari relawan TRC Solmet, ternyata masih ada titik pengungsian yang sangat membutuhkan logistik khususnya berupa pakaian dalam, selimut, terpal, alat mandi dan bubur bayi. Kami kembali bekerjasama dengan relawan menuju titik lokasi yang dimaksud,” jelas Permata Warokka selaku founder Permata Sanny Peduli.

Kedatangan tim yang membawa logistik disambut hangat warga Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Pacet Kabupaten Cianjur. Masih terlihat tenda pengungsi terisi penuh oleh warga setempat.

“Kami masih bertahan di tenda pengungsian bersama anak-anak karena rumah kami tidak bisa dihuni lagi. Bisa dilihat kondisi tenda kami yang apa adanya. Anak anak juga mulai terserang flu dan gatal, karena cuaca dingin tidur di tenda,” terang Kang Ade, warga Kampung Buniaga RT 04/08, Ciherang, Kecamatan Pacet.

Usai menyalurkan bantuan, tim pun diajak melihat kondisi rumah tinggal warga yang hancur. Bahkan ada sebagian rumah yang tertimbun longsoran tanah.

“Kalau di daerah kami rata rata hancur karena longsoran tanah. Juga tembok retak parah dan tak bisa dihuni lagi. Itulah yang membuat kami bertahan di tenda pengungsian seadanya,” tutur Kang Ade yang menyebut warganya mendirikan tenda darurat di atas ladang.

Selain mengunjungi sejumlah titik tenda pengungsian di Kampung Buniaga, tim juga bergerak ke Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Cugenang. Di sana warga setempat juga mengatakan hal yang sama yaitu tinggal di tenda pengungsian yang tidak memadai.

“Di sini sering hujan, jadinya tenda basah dan alasnya rembes kena air. Banyak anak anak yang mulai sakit. Alhamdulillah dari tim ini (Permata Sanny Peduli) bawa selimut juga pakaian dalam dan makanan bayi, terimakasih,” ucap ibu Mae saat berbincang dengan tim Permata Sanny Peduli.

Noviana K, Wakil Sekjen TRC Solmet mengatakan bila bantuan yang diberikan Permata Sanny Peduli sesuai dengan kebutuhan pengungsi. Bahkan menurutnya tim Permata Sanny Peduli sangat cepat Kembali membawa logistic yang dibutuhkan.

”Tim Permata Sanny Peduli bergerak cepat dan tepat untuk pemenuhan kebutuhan pengungsi di titik-titik lokasi pengungsian yang telah ditelusuri oleh TRC Solmet. Bantuan yang diberikan tentunya sangat bermanfaat bagi korban,” ucap Noviana.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close