Telegraf – Tiga narasumber dengan latar berbeda memberikan perspektif komplementer dalam seminar “Aman Digital”.
Adapun narasumber itu adalah, pertama, Sarifah Ainun Jariyah yang merupakan anggota Komisi I DPR RI menekankan bahwa keamanan digital bukan lagi pilihan tetapi kebutuhan fundamental di era transformasi digital. Ancaman siber terus berevolusi dengan sophistication yang meningkat, memerlukan pendekatan proaktif dan komprehensif, organisasi harus mengadopsi security by design mindset, mengintegrasikan keamanan di setiap layer infrastruktur teknologi. Investasi dalam teknologi keamanan, pelatihan SDM, dan kepatuhan regulasi adalah investasi dalam keberlanjutan bisnis.
Narasumber kedua, Abdul Rosid selaku Jurnalis mengatakan, bahwa ancaman digital adalah tindakan kejahatan yang berupaya merusak data, mencuri data, atau mengganggu kehidupan di dunia maya secara umum.
Di era digital, jurnalis memiliki kerentanan ganda menerima ancaman digital, sebagai individual maupun karena risiko dari pekerjaan. Hal ini karena kerja-kerja jurnalis saat ini menggunakan berbagai perangkat teknologi yang terhubung dengan internet, baik dalam berkomunikasi, menggali data, serta mempublikasikan laporannya
AMAN Digital = literasi digital + etika + keamanan. Tanggung jawab bersama: individu, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. Dengan AMAN Digital, kita bisa menjadikan dunia maya sebagai ruang yang memberdayakan, bukan membahayakan
Sedangkan narasumber ketiga, Bahroji selaku Peneliti Senior Gawekuta Institute mengatakan, bahwa keamanan digital, atau digital security, adalah upaya melindungi data, perangkat, dan informasi digital dari akses tidak sah, pencurian, atau kerusakan.
Keamanan digital mencakup serangkaian tindakan dan teknologi yang digunakan untuk menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data serta sistem digital.
Secara umum, keamanan digital adalah perlindungan dari ancaman seperti virus komputer, malware, ransomware, phishing, dan serangan DDoS (Distributed Denial of Service). Namun, keamanan digital tidak hanya perlindungan data, tetapi juga memastikan data mudah diakses oleh pemiliknya dan tidak dapat dimodifikasi oleh siapapun yang tidak berwenang.
Ketiga pemateri sepakat bahwa penerapan aman digital adalah kombinasi dari keamanan teknis, kebiasaan bijak, dan kesadaran akan risiko. Ini penting untuk melindungi diri dari kejahatan siber serta menjaga kenyamanan saat beraktivitas digital.