Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi: Pemerintah Tidak Senang Impor Beras
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Jokowi: Pemerintah Tidak Senang Impor Beras

Fajri Setiawan Rabu, 21 April 2021 | 18:55 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit: Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu, 21 April 2021. Turut bersama Presiden ialah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FILE/BPMI/Lukas
Photo Credit: Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu, 21 April 2021. Turut bersama Presiden ialah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FILE/BPMI/Lukas
Bagikan

Telegraf – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, tidak akan mendukung upaya impor beras yang dilakukan oleh instansi pemerintah terkait. Apabila, stok dari petani dalam negeri mencukupi permintaan kebutuhan nasional.

“Saya sampaikan, sebetulnya tidak senang dan tidak suka yang namanya impor beras,” katanya di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/04/2021).

Keputusan melakukan impor, sejatinya dilakukan melalui kalkulasi yang dilakukan secara mendalam terhadap pemenuhan beras dalam negeri. Apabila terdapat potensi kekurangan stok beras dalam perhitungan tersebut, pemerintah akan melakukan impor.

“Hitung-hitungan banyak yang kena banjir kemudian pandemi. Kadang-kadang memang hitungan kalkulasi itu kurang sehingga perlu tambahan untuk cadangan,” terangnya.

Berdasarkan, perhitungan kalkulasi yang dilakukan secara mendalam itu, pihaknya menyimpulkan, sampai dengan Juni 2021 diperkirakan bahwa stok beras dalam negeri dapat dipenuhi. Dari stok beras yang dimiliki oleh pemerintah dari panen raya beberapa waktu lalu.

“Kita putuskan bahwa sampai Juni 2021 tidak ada impor. Sampai akhir tahun kalau kita produksinya bagus, berarti juga tidak akan impor,” imbuhnya.

Dalam rangka mendukung hal di atas, pemerintah akan mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh para petani. Sebab, mendengar langsung kebutuhan petani akan membuat para petani mampu memproduksi beras dengan lancar ke depan.

Terdapat tiga aspirasi yang menjadi krusial untuk segera di tindak lanjuti oleh pemerintah yakni ketersediaan alat prasarana pendukung seperti pompa, traktor dan terjangkaunya harga pupuk. Dengan begitu, sektor pertanian dalam negeri dapat mencapai target yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

“Ini masukan yang sangat baik terhadap sektor pertanian dalam negeri,” bebernya.

Jokowi optimis, berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah yang berlandaskan aspirasi petani akan berdampak positif. Sehingga, sektor pertanian dalam negeri dapat memproduksi beras secara optimal sesuai dengan target yang ditetapkan oleh instansi terkait.

Dengan begitu, ketahanan pangan dalam negeri dapat semakin diperkuat dalam beberapa waktu ke depan. Pada akhirnya, Indonesia mampu swasembada pangan.

“Kita harapkan akan menjadi sebuah ketahanan pangan bagi negara kita Indonesia tentu saja dapat berdampak juga pada swasembada pangan,” pungkasnya.


Photo Credit: Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah petani di Desa Wanasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu, 21 April 2021. Turut bersama Presiden ialah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. FILE/BPMI/Lukas

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?