Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global

Atti K. Selasa, 3 Februari 2026 | 11:56 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan (tengah)/Doc/Ist
Bagikan

Telegraf – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja keuangan yang solid di tengah volatilitas ekonomi global dan penyesuaian kebijakan moneter. BNI mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,0 triliun, ditopang pertumbuhan kredit dan penguatan struktur pendanaan berbasis dana murah.

Sepanjang 2025, kredit BNI tumbuh 15,9% secara tahunan (year on year/YoY), terutama disalurkan ke sektor-sektor produktif. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 28,9% YoY, dengan pertumbuhan giro 43,8% YoY dan tabungan 11,2% YoY.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental dan model bisnis BNI di tengah tekanan eksternal.

“Di tengah volatilitas global dan penyesuaian suku bunga, BNI tetap mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dengan fokus pada penguatan pendanaan, disiplin risiko, dan ekspansi kredit produktif,” ujar Putrama dalam keterangan resmi, Senin (2/2).

Dari sisi transformasi digital, jumlah pengguna wondr by BNI telah melampaui 12 juta hingga akhir 2025. Peningkatan aktivitas transaksi melalui platform tersebut berkontribusi pada pertumbuhan tabungan ritel dan penguatan CASA. Sementara itu, platform BNIdirect untuk segmen korporasi mencatat pertumbuhan jumlah pengguna dan nilai transaksi lebih dari 25% YoY.

Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena menyampaikan, pengelolaan neraca BNI sepanjang 2025 difokuskan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan permodalan yang kuat.

Baca Juga :  PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya

“Pertumbuhan kredit 15,9% YoY sepenuhnya didanai oleh dana murah, sehingga likuiditas tetap terjaga dan struktur pendanaan semakin sehat,” kata Paolo.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) BNI tercatat sebesar 20,7%, jauh di atas ketentuan regulator. Sementara itu, Pendapatan Operasional sebelum Pencadangan (PPOP) pada kuartal IV 2025 mencapai Rp9,4 triliun, tertinggi sepanjang tahun, didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan nonbunga.

Secara kumulatif, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp40,3 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga tumbuh 5,2% YoY menjadi Rp24,6 triliun.

Kualitas aset BNI juga menunjukkan perbaikan. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) bruto tercatat sebesar 1,9%, membaik 10 basis poin YoY, sementara Loan at Risk (LaR) berada di level 8,5%. NPL coverage ratio mencapai 205,5%, mencerminkan pencadangan yang kuat.

Di bidang keberlanjutan, portofolio pembiayaan berkelanjutan BNI mencapai Rp197 triliun atau sekitar 22% dari total kredit. Pembiayaan tersebut disalurkan ke sektor energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam, air dan limbah, serta UMKM.

Direktur Risk Management BNI David Pirzada menyatakan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari strategi jangka panjang perseroan.

“Keuangan berkelanjutan menjadi fondasi dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang seimbang dan bertanggung jawab,” ujar David.

Pada 2025, BNI juga menerbitkan Sustainability Bond dan Green Bond masing-masing senilai Rp5 triliun untuk mendukung pembiayaan berwawasan lingkungan dan sosial, sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global
Waktu Baca 3 Menit
Foto : PROPAMI Surabaya Raya resmi dilantik, membuka jalan lahirnya profesional pasar modal baru melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi investasi nasional. (doc.PROPAMI)
PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya
Waktu Baca 5 Menit
Foto : doc.Ist
PROPAMI Dukung OJK: Delapan Rencana Aksi untuk Mengoreksi Struktur dan Memulihkan Kredibilitas Pasar Modal
Waktu Baca 6 Menit
Hadiah Patung Tokoh Pers Dan Tokoh Samin Untuk PWI Pusat
Waktu Baca 3 Menit
Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit

Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

Waktu Baca 2 Menit

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan

Waktu Baca 4 Menit

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan

Waktu Baca 8 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?