Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Biaya KA Cepat Jakarta-Bandung Tembus Angka 81,95 Triliun Rupiah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Biaya KA Cepat Jakarta-Bandung Tembus Angka 81,95 Triliun Rupiah

Telegrafi Rabu, 21 Februari 2018 | 05:52 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
SCMP
Bagikan

Telegraf, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan biaya proyek pembangunan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung bertambah menjadi US$ 6,071 miliar atau setara Rp 81,95 triliun (kurs US$ 1 = Rp 13.500). Penambahan tersebut dikarenakan ada biaya asuransi dan komponen debt service reserve account (DSRA).

Pelaksana tugas Direktur Utama PT KCIC Dwi Windarto mengakui, besaran kebutuhan biaya pembangunan KA cepat semula US$ 5,988 miliar atau sekitar Rp 80,83 triliun. Namun, KCIC masih harus menanggung biaya asuransi dan DSRA sekitar US$ 80 juta.

“(Biaya) US$ 5,988 miliar jadi US$ 6,071 miliar sudah lama (ditetapkan). (Ada) asuransi dan DSRA, debt service reserve account. Jadi reserve account yang harus ditanggung KCIC karena pinjaman,” kata Dwi di Jakarta, Selasa (20/02/2018).

Dwi menambahkan, sumber pendanaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) sebesar 75% dan sisanya 25% berasal dari PT KCIC. Sebagaimana diketahui, KCIC merupakan perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dengan nama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memegang 60% saham dan konsorsium perusahaan Tiongkok yang menguasai 40% saham.

Di tempat yang sama, komisaris PT PSBI Sahala Lumban Gaol menargetkan, KA Cepat Jakarta-Bandung tuntas pada 2020. Saat ini, pihaknya tengah menuntaskan seluruh persyaratan yang diminta CDB untuk mendapatkan pinjaman.

“Mayoritas persyaratan sudah kami penuhi. Tapi bank itu kan selalu teliti tapi tidak ada yang mengada-ada, jadi permintaan mereka wajar-wajar saja,” sebut Sahala.

Baca Juga :  Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan

Lebih lanjut, Sahala menyebutkan, proses pembebasan lahan KA Cepat Jakarta-Bandung akan tuntas pada April 2018. Sekarang ini ada lahan sepanjang 55 km yang telah diserahkan kepada kontraktor untuk dikerjakan. Adapun total panjang trase KA Cepat Jakarta-Bandung 142 km yang membentang dari kawasan Halim Perdanakusumah ke Tegalluar di Kabupaten Bandung. (Red)


Photo Credit : PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan biaya proyek pembangunan Kereta Api (KA) Cepat Jakarta-Bandung bertambah menjadi US$ 6,071 miliar atau setara Rp 81,95 triliun. SCMP/Skycraper

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?