Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ancaman Resesi, Komite Covid-19: Yang Punya Uang Kaum Kolonial
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Ancaman Resesi, Komite Covid-19: Yang Punya Uang Kaum Kolonial

Hanna Iffah Selasa, 4 Agustus 2020 | 03:22 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit: Para pengunjung mall dan perbelanjaan mengenakan masker pada saat hendak berbelanja MI/Francisco Hutama Gani
Bagikan

Ancaman resesi semakin nyata jika program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tidak mampu dijalankan secara efektif.

Kondisi ini diikuti sejumlah data terkait dengan indikator perekonomian terus menunjukkan gejala pelemahan seiring dengan sikap kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi yang menahan belanjanya.

Sekretaris Eksekutif 1 Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Raden Pardede menyebutkan berdasarkan analisa dan data menunjukkan tabungan di perbankan itu naik. Akan tetapi jumlah kredit yang disalurkan turun.

Kondisi ini menurutnya semakin mempertegas bahwa kelompok berpenghasilan tinggi cenderung menahan atau masih belum cukup percaya diri untuk belanja atau melakukan investasi.

“Dana pihak ketiga di perbankan naik itu kalau kita lihat lebih lanjut adalah yang punya uang yakni kaum kolonial itu spending mereka relatif kecil turun,” kata Raden, Senin (03/08/2020).

Raden menjelaskan contoh riil pelemahan daya beli itu dilihat dari intensitas belanja kelompok berduit yang disebutnya sebagai kaum kolonial di pusat perbelanjaan.

Hampir semua pusat perbelanjaan yang telah dibuka didominasi kaum milenial yang kondisi keuangannya relatif terbatas. Sementara kelompok-kelompok kolonial lebih memilih memilih di rumah dan menyimpan uangnya di perbankan.

Kondisi ini tentu akan sangat berat terutama jika ingin ekonomi kembali pulih dengan cepat. Kepercayaan masyarakat mau tidak mau harus dipulihkan. Tujuannya supaya aktivitas ekonomi termasuk investasi bisa kembali berjalan.

“Target kita tahun ini adalah bagaimana untuk mencegah resesi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Photo Credit: Para pengunjung mall dan perbelanjaan mengenakan masker pada saat hendak berbelanja MI/Francisco Hutama Gani

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?