Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi di Burj al Barajinah Libanon

”Kami menyaksikan bangunan-bangunan berdiri padat menyebabkan minimnya akses udara. Nampak juga kabel aliran listrik dan air saling bertumpuk dan seringkali memakan korban hingga lima orang per tahun akibat sengatan listrik”

Adara Salurkan Bantuan Langsung Untuk Pengungsi di Burj al Barajinah Libanon

Telegraf – Adara Relief Internasional (Adara) menyalurkan bantuan dari Sahabat Adara untuk anak-anak yatim dan keluarga Palestina di pengungsian Burj al Barajinah, Libanon. Yang sebelumnya Ketua Adara Relief International, Sri Vira Chandra dan Ketua Divisi Penyaluran, Bidang Penyaluran dan Jaringan Strategis, melakukan kunjungan persaudaraan ke lembaga-lembaga kemanusiaan mitra Adara yang bermarkas di Istanbul dan Libanon.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua Adara Relief International, Sri Vira Chandra dalam keterangan pers yang di terima oleh redaksi telegraf Senin (19/4).

Ia menjelaskan Kunjungan dimaksudkan untuk mempererat hubungan dan mengenal satu sama lain lebih dekat sehingga kerja sama di masa yang akan datang dapat dilakukan lebih baik lagi.

”Kami menyaksikan bangunan-bangunan berdiri padat menyebabkan minimnya akses udara. Nampak juga kabel aliran listrik dan air saling bertumpuk dan seringkali memakan korban hingga lima orang per tahun akibat sengatan listrik,” tutur Sri Vira.

Sri Vira menjelaskan pengungsian Burj al Barajinah, Libanon berdiri tahun 1948, sejak peristiwa Nakbah yang menyebabkan terusirnya lebih dari 750.000 bangsa Palestina. Di tengah kondisi dengan segala keterbatasan, sejumlah 16.000 pengungsi yang berasal dari kota Al Jalil, Palestina Utara saat ini hidup memprihatinkan. Pemerintah setempat tidak memberikan bantuan kepada mereka. Akses kehidupan dan penghidupan pun dibatasi.

Dalam kunjungan persaudaraan, Adara diterima dengan hangat oleh lebih dari 10 lembaga mitra penyaluran Adara yang berada di Istanbul, seperti Burak Association for Holy Places Definition & Culture, Nisaul Aksa, dan lainnya. Adara juga juga diterima dengan baik oleh 7 lembaga mitra penyaluran di Libanon, seperti Takaful for Child Welfare, Jeel Sustainable Development, dan lainnya.

“Kami bersyukur, kunjungan-kunjungan ini menghasilkan saling pengertian yang kuat sehingga turut meneguhkan kerja sama di masa depan untuk membantu krisis kemanusiaan, khususnya bagi perempuan dan anak Palestina,” tutup Sri Vira.

Diketahui Adara Relief International (Adara) adalah lembaga penyalur bantuan Palestina, khususnya untuk perempuan dan anak-anak Palestina yang merupakan pihak paling rentan terdampak penjajahan di wilayah tersebut. Adara didirikan pada 14 Februari 2008 atas inisiasi Alm. Ustazah Yoyoh Yusroh. Adara menghimpun dukungan Indonesia untuk Palestina melalui tiga kegiatan utama yang dilakukan sepanjang tahun, yaitu sosialisasi, edukasi, dan donasi yang digalang melalui 22 komunitas binaan yang tersebar di seluruh Indonesia, Gerakan Koin, media online dan acara-acara offline yang diselenggarakan.


Photo Credit: Ketua Adara Relief International, Sri Vira Chandra berbincang dengan salah satu anak pengungsi di Libanon. Doc/Ist

 

Atti K.

close