Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Seminar Investasi dan Keuangan Nasional 2025: PPJKI dan BPKH Soroti Peran Strategis SWF di Tengah Gejolak Ekonomi Global
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Seminar Investasi dan Keuangan Nasional 2025: PPJKI dan BPKH Soroti Peran Strategis SWF di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Idris Daulat Kamis, 24 April 2025 | 15:22 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Foto: (Doc.Ist)
Foto: (Doc.Ist)
Bagikan

TELEGRAF — Di tengah dinamika perekonomian global yang dipenuhi ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar, dan penyesuaian kebijakan moneter global, (24/4/25).

Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan Seminar Investasi dan Keuangan Nasional 2025.

Acara ini diadakan di Ballroom The Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, dengan mengusung tema sentral: “Peran & Strategi Sovereign Wealth Fund (SWF) di Indonesia terhadap Gonjang-Ganjing dalam Ekonomi dan Investasi Global”.

Diselenggarakan secara hybrid, seminar ini menjadi wadah pertukaran gagasan antara para profesional, regulator, dan akademisi, dalam upaya memperkuat ekosistem investasi nasional yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

Acara dimulai dengan ramah tamah para undangan, dilanjutkan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) serta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Umum PPJKI, Drs. Budi Ruseno, MM., CRP, CSA., yang diwakilkan oleh Sekretaris Jenderal PPJKI Haryajid Ramelan, MM yang menegaskan komitmen organisasi dalam membina profesionalisme dan integritas di sektor jasa keuangan Indonesia.

Sambutan selanjutnya diberikan oleh Ketua Dewan Pembina PPJKI, Dr. Tito Sulistio, yang juga sebagai Badan Supervisi OJK, menyoroti pentingnya sinergi antara institusi negara dan praktisi pasar modal dalam menjawab tantangan investasi ke depan.

Keynote speech utama disampaikan oleh Heru Muara Sidik selaku Anggota Dewan Pengawas BPKH.

Ia menekankan bahwa pengelolaan dana publik, khususnya dana haji, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya transparan dan akuntabel, tetapi juga inovatif dan strategis untuk memastikan keberlanjutan dan nilai tambah ekonomi.

Baca Juga :  Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Diskusi panel dipandu oleh Dr. Yudi Priambodo Purnomo Sidi, praktisi dan akademisi berpengalaman di bidang keuangan.

Narasumber utama membagikan perspektif dan analisis mereka:

  1. Dr. Indra Gunawan, Anggota Badan Pelaksana BPKH sekaligus Ketua Bidang I PPJKI, mengangkat topik “Apakah BPKH Bisa Menjadi Danantara Versi SWF Syariah?”. Ia mengelaborasi potensi transformasi BPKH dalam mengadopsi model SWF berbasis prinsip-prinsip syariah, guna memperkuat peran strategis dana umat dalam pembangunan ekonomi nasional.
  2. Prof. Ir. Roy H.M. Sembel, Guru Besar Keuangan dan Investasi, membahas tentang pentingnya pemberdayaan investor ritel dan institusional lokal. Menurutnya, revitalisasi peran investor domestik akan menjadi kunci dalam menciptakan pasar modal yang sehat, kompetitif, dan tahan terhadap gejolak eksternal.

Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam ini diikuti dengan sesi tanya jawab yang interaktif, mempertemukan perspektif peserta dengan para narasumber.

Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada moderator dan narasumber serta penyampaian apresiasi dari panitia.

Ketua Panitia, Ari Supangat, S.E., M.M., CRA, CSA, CIB, CTA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari sinergi antar-lembaga untuk memperkuat literasi dan strategi pengelolaan keuangan nasional yang lebih adaptif terhadap perubahan global.

Dengan berakhirnya acara ini, PPJKI dan BPKH berharap dapat terus memperluas ruang kolaborasi dan edukasi bagi para pelaku industri jasa keuangan di Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks dan menuntut profesionalisme tinggi.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?