Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Dekati Ganjar, Anak Gadis Pontianak Ini Nekat Nitip Surat Untuk Alam
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Dekati Ganjar, Anak Gadis Pontianak Ini Nekat Nitip Surat Untuk Alam

Maharani Ardini Minggu, 26 November 2023 | 19:27 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ganjar Pranowo mendapatkan titipan surat dari remaja putri Pontianak untuk Alam anaknya, di Kafe Asiang Pontianak, Minggu (26/11/2023). FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Melihat Ganjar Pranowo menjadi penyambung lidah rakyat mungkin sudah biasa. Tapi kalau melihat Capres 2024 itu menjadi mak comblang, mungkin itu hal baru yang membuat semua orang tertawa.

Yan, peristiwa itu terjadi saat Ganjar nongkrong bareng anak muda Pontianak Kalimantan Barat di Kafe Asiang, Minggu (26/11/2023). Saat asyik ngobrol dengan ratusan anak muda itu, ia mendapat kejutan dari seorang remaja putri yang membuatnya tertawa.

Awalnya seperti biasa Ganjar disambut antusias oleh ratusan anak muda ketika sampai di Kafe Asiang. Mereka saling berebut untuk mendekat dan bersalaman.

“Pak Ganjar, selamat datang di Pontianak pak. Pak kok mas Alam nggak diajak sih pak, salam buat mas Alam ya pak,” teriak para remaja putri di sana dengan antusias.

Saat moment itulah, seorang remaja putri bernama Callista nekat menitipkan surat untuk Alam pada Ganjar. Ganjar hanya tersenyum melihat polah anak muda yang begitu antusias dengan putra semata wayangnya.

“Pak titip surat buat mas Alam ya pak. Akhir-akhir ini saya selalu kepikiran tentang mas Alam. Boleh ya pak,” kata Callista sambil memegang sepucuk surat di tangannya.

Ganjar cukup terkejut mendengar itu. Ia pun menggoda Callista dan mengatakan agar langsung saja diberikan pada putranya. Tapi, gadis muda asal Sanggau itu tetap memaksa Ganjar menerima suratnya untuk diberikan pada Alam.

“Ya saya titip sama bapak saja, tolong nanti sampaikan ke mas Alam ya pak. Pokoknya harus diberikan buat mas Alam pak. Terimakasih banyak pak,” ucap Callista.

Ganjar pun tertawa melihat aksi Callista itu. Ia menerima surat itu dan langsung mendapat tepuk tangan dari ratusan anak muda yang hadir di sana.

“Iya nanti saya sampaikan, wih ini ada lope-lope nya,” canda Ganjar sambil menunjukkan surat bergambar hati itu.

Pertemuan antara Ganjar dan anak muda Pontianak di Kafe Asiang itu berkangsung sangat gayeng. Anak-anak muda itu begitu santai ngobrol dengan Ganjar. Mereka menyampaikan keluh kesahnya masing-masing disertai doa dan harapan.

Ada yang berharap Ganjar lebih mendengarkan anak muda, meminta Ganjar membuatkan tempat untuk mereka berkarya, membahas kesehatan mental hingga ngobrol terkait industri kreatif.

“Iya hari ini saya senang sekali, bisa bertemu anak-anak muda hebat yang penuh dengan talenta di Pontianak. Mereka aktif, kreatif dan punya mimpi yang sangat tinggi. Kalau melihat ini, saya optimis cita-cita Indonesia Emas 2045 akan benar-benar terwujud,” ucap Ganjar.

Namun memang pemerintah lanjut Ganjar butuh terlibat. Masih banyak hal yang harus dipenuhi agar seluruh potensi anak muda di Indonesia bisa muncul. Seperti curhatan anak-anak muda itu, bahwa negara harus hadir dan memfasilitasi.

“Tadi ada yang menyampaikan, pak kami butuh tempat latihan, butuh perhatian. Makanya saya tegaskan, penting memperbanyak creative hub di semua daerah di Indonesia untuk mewadahi anak muda kita berkarya. Di samping itu, tadi juga ada persoalan kesehatan mental yang pemerintah harus hadir di tengah mereka dengan memberikan ruang konsultasi sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?