Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Demi Investasi Luhut Mulai Obralkan Proyek ke Pemodal AS
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Demi Investasi Luhut Mulai Obralkan Proyek ke Pemodal AS

Telegrafi Jumat, 16 September 2016 | 13:13 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Luhut Binsar Pandjaitan
Photo Credit: Luhut Binsar Pandjaitan. BPMI
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Pelaksana tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan menyodorkan sejumlah proyek strategis di sektor energi kepada dua perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, Chevron dan ExxonMobile.

Sejumlah proyek yang ditawarkan antara lain proyek pengelolaan Blok East Natuna di Kepulauan Riau dan Blok Masela di Maluku.

“Blok Masela sedang kita diskusikan agar mencapai satu kesepahaman,” ujarnya, Kamis (15/9).

Untuk meyakinkan para pemodal AS tersebut, Luhut menjadikan prospek pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen sebagai pemanis.

Di hadapan para pengusaha perwakilan Kamar Dagang Amerika Serikat (U.S Chamber of Commerce), ia mengatakan, Chevron dan Exxon tak perlu ragu untuk menanamkan investasi di Indonesia karena sejak Presiden Joko Widodo dilantik, pertumbuhan ekonomi tumbuh menjanjikan seiring dengan terkendalinya inflasi dan stabilitas harga.

“Sampai tahun 2023 mendatang, pertumbuhan ekonomi akan stabil meningkat. Jadi, Chevron dan Exxon jangan khawatir, Anda berada di tempat yang baik,” tuturnya.

Pada kuartal I 2016, ekonomi Indonesia sbeenarnya hanya tumbuh 4,92 persen. Baru pada kuartal berikutnya pertumbuhannya meningkat menjadi 5,18 persen.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I 2016 berada di angka 5,04 persen. Adapun target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini adalah 5,2 persen di APBNP 2016, yang belakangan dikoreksi menjadi 5,1 persen.

Selain menjanjikan pertumbuhan ekonomi, Luhut memastikan, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk mengubah komposisi bagi hasil pengusahaan minyak agar tetap menguntungkan pemerintah maupun pengusaha. Hal itu tengah diupayakan melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010.

Menurutnya, porsi pembagian hasil akan diuubah, karena dengan komposisi 85 (pemerintah):15 (swasta) dianggap kurang menguntungkan dan bahkan merugikan pihak swasta.

Baca Juga :  Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut juga menyodorkan sejumlah proyek di sektor pariwisata kepada investor asing. Sedikitnya ada 10 destinasi pariwisata pilihan yang bisa dikembangkan swasta asing, antara lain Raja Ampat, Pulau Komodo, dan Danau Toba, yang ditargetkan bisa menggaet investasi mencapai US$20 miliar.

Dalam upaya menggaet investasi, Luhut memastikan, pemerintah Indonesia juga tengah mengupayakan efisiensi distribusi dengan mengembangkan sistem transportasi yang terintegrasi.

“Wilayah kita 70 persen laut dan 30 persen darat. Jadi, kita mulai dengan tol laut untuk meningkatkan konektivitas,” katanya.

Kehadiran tol laut, menurut Luhut, dapat memangkas biaya transportasi antarpulau yang selama ini ditopang oleh moda transportasi udara yang memakan biaya lebih besar.

“Ini problem besar, biaya transportasi kita tidak efisien. Pemerintah akan mengejar efisiensi biaya transportasi yang semula berada dikisaran 14,1 persen menjadi 7 persen sampai 8 persen,” jelasnya.

Kendala lainnya, lanjut dia, proses rata-rata waktu bongkar muat barang (dwelling time) di bandara memakan waktu tiga sampai empat hari. Namun, waktu ini sudah diefisiensikan pemerintah, karena semula memerlukan sekitar tujuh sampai delapan hari.

Pemerintah sendiri masih akan mengupayakan pemangkasan dwelling time menjadi dua sampai tiga hari saja. Dia mengakui dwelling time di sejumlah kota sampai saat ini masih tergolong tinggi.

“Medan, Makassar, dan Surabaya masih tinggi. Kita harus bekerja keras termasuk menyediakan peralatan dan ini bisa jadi peluang investasi,” tambahnya. (Ist/Ags)

Foto : Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan | Setkab.go.id

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit
Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung
Waktu Baca 2 Menit
eSIM XL PRIORITAS
eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern
Waktu Baca 4 Menit
SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN
Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Banyak Perusahaan China Tak Bayar Pajak, Purbaya: Nanti Kita Tindak Cepat

Waktu Baca 2 Menit

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit

10,8 Juta Rumah Ditargetkan Dapat Layanan Internet Murah Pada 2030

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Disetujui DPR, Thomas Djiwandono Kini Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. ANTARA/Galih Pradipta
Ekonomika

Menunggu Pertemuan The Fed IHSG Dibuka Menguat Hari Ini Capai Level 9.000

Waktu Baca 6 Menit
Ekonomika

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Bahlil Akan Terbitkan Harga Pokok Minimum Timah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Yang Digadang Jadi Deputi Gubernur BI

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Usai Jualan Prabowonomics di WEF, Prabowo Gondol Investasi Senilai Rp90 T ke Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Pengolahan Tambang Freeport. ANTARA
Ekonomika

Bidik Produksi 85% Pada 2026 Freeport Kembali Operasikan Grasberg

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Perbankan Nasional Terjaga, Likuiditas dan Permodalan Tetap Kuat

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Sampai Saat Ini, SPBU Swasta Belum Memesan Solar ke Pertamina

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?