Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Penjual Air Mineral Yang Peduli Lingkungan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Penjual Air Mineral Yang Peduli Lingkungan

Atti K. Senin, 3 Januari 2022 | 18:07 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Maraknya pro kontara galon sekali pakai di masyarakat justru membuat pasangan suami sitri Wardy (60) dan Melissa (35) memiliki program peduli lingkungan di bisnisnya. Menjual air kemasan adalah bisnis yang mereka tekuni di tengah pandemi Covid-19 yang mengharuskan ia berhenti dari pekerjaannya karena di Putus Hubungan Kerja (PHK).

Melalui Program #pedulisesamadanlingkungan dengan berdonasi menjadi hastag programnya. Wardy mengajak masyarakat khususnya penghuni Rusunami City park tidak hanya menikmati air mineral yang ia beli, tetapi ia juga mengajak masyarakat untuk turut berdonasi melalui galon sekali pakai yang masyarakat beli.

“Karena penjualan sebulan bisa mencapai ratusan galon le minerale galon sekali pakai, untuk itu kita ikut bertanggungjawab supaya gak di tendang tenang orang dan menjadi limbah yang nantinya bisa merusak lingkungan karena semakin banyak timbunan plastik. Jadi kita meminta dan mengajak masyarakat untuk mengumpulkan galon sekali pakai tersebut untuk di jual kembali. Bukan saja galon sekali pakai minuman kemasan yang botol juga kami kumulkan tutup galon juga, yang semuannya itu setelah terkumpul di jual ke pengepul untuk didaura ulang, hasil penjualan kita donasikan ke Yayasan Tangan Pengharapan (YTP) yang bertepat di kalapa gading,” ungkap Mellisa Senin (4/1).

Melissa juga mengungkapkan ide program tersebut muncul tiba tiba saja. “Awalnya memang kita sudah berdonasi trus kita mikir juga bagaimana caranya berdonasi dengan juga mengajak orang orang untuk pastisipasi donasi juga. Muncul ide itu, mengumpukan galon sekali pakai ini, dan kami sebarkan program ini ke masyarakat dan penghuni rusun sini, dan mereka juga antusias mendukungnya, terbukti banyak warga sini yang dengan sukarela mengembalikan sendiri galon sekali pake ini ke toko kami, bahkan kalau pagi galon sudah ada di depan toko kami sebelum toko kami buka,” tuturnya.

Mellisa menyadari bahwa galon sekali pakai memang efeknya tidak bagus di lingkungan. Tetapi dengan program yang ia buat berharap bisa meminimalisir penambahan sampah plastik yang diakibatkan galon sekali pakai tersebut.

“Memang mereka (galon sekali pakai) efeknya tidak bagus yah di lingkungan tapi, dengan kita mengumpulkan  setidaknya meminimalisir untuk tidak memperbanyak sampah plastik. Dengan cara kami mengumpulkan dan meminta kesadaran pembeli untuk mengumpulkan sekaligus bisa untuk berdonasi,” kata Melissa.

Wardy berharap kedepan bisa benar benar memastikan bahwa galon sekali pakai di jual akan kebali lagi ke tokonya dengan cara akan mengambil kembali galon sekali pakai yang sudah kosong ke rumah rumah yang beli ke tokonya.

Ia mengatakan bahwa donasi yang setiap bulannya di berikan ke YTP berkisar Rp500.000- Rp600.000,-. Jumlah tersebut bukan seluruhnya dari hasil penjualan galon sekali pakai tetapi ditambah dengan sebagian keuntungan penjualan air mineral yang ia jual. Ia juga melaporkan donasinya kepada masyarakat yang ikut mendonasikan melalui media sosialnya.

“Kedepan nanti kemungkinan besar karyawan saya sembari mengantarkan galon baru akan mengambil juga galon yang sudah kosong dan inikan perlu waktu dan perlu biaya juga. nah ini kalau memang memungkinkan mengapa tidak tapi inikan butuh proses. Bagaimana kita bisa lebih banyak menarik kembali. semakin banyak kita bisa menarik kembali galon yang kosong semakin banyak pula kita bsia donasi,” kata Wardy.

Wardy menjelaskan selama ada program #pedulisesamadanlingkungan denga berdonasi semakin banyak penjualan hingga bisa mencapai 500 galon setiap bulannnya,tetapi merek Aqua masih lebih banyak peminatnya. “selama ini masih 4:1,” ungkapnya.

Ia menambahkan kenapa YTP yang diilih untuk menyalurkan donasi, YTP Yayasan Tangan Pengharapan yang berdiri sejak tahun 2007 lahir dari mimpi anak bangsa yang rindu untuk mengeluarkan masyarakat Indonesia dari keterpurukan dan kemiskinan serta kurang merata dan mahalnya Pendidikan.

“YTP adalah yayasan yang transparan dan mereka tidak hanya memberikan yang terbaik kepada masyarakat kurang mampu, tetapi mereka juga membangun sekolah sekolah, memberi makanan sehat dan tersebar di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Photo Credit : Wardy (60) dan Melissa (35) suami instri penjual air mineral yang perduli lingkungan/ Doc/ telegraf.co.id

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?