Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Masyarakat Harus Berhati-hati Dengan Fintech Yang Menawarkan Syarat Mudah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Masyarakat Harus Berhati-hati Dengan Fintech Yang Menawarkan Syarat Mudah

Atti K. Jumat, 5 Juli 2019 | 13:05 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Maraknya platform pinjaman yang menawarkan banyak kemudahan atau financial technology (Fintech) tidak serta merta kemudahan itu menghampiri masyarakat yang ingin mengunakan jasa tersebut. Bisa jadi malah timbul masalah dikemudian hari setelah melakukan pinjaman.

Masyarakat harus pintar pintar membaca dan jangan mudah tegiur dengan pinjaman mudah yang di iklankan oleh jasa fintech. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bank BCA Syariah John Kosasih saat diskusi micro forum syariah dengan judul Kolaborasi Bank Suyariah -Fontech memacubpertumbuhan UMKM.

“Bila salah memilih maka nasabah bisa dijerat dengan utang yang terus membesar bunganya dan diganggu oleh teror debt collector,” ungkap John.

John menjelaskan perkembangan pelayanan perbankan dengan tatap muka semakin sedikit. Dan situasi ini sudah dialami BCA Dari 20 juta transaksi keuangan yang terjadi dalam sehari tapi hanya 2% saja atau sekitar 400.000 transaksi, sisanya transaksi keuangan terjadi di luar kantor kacang. Ada transaksi yang pakai ATM, internet banking, mobile banking dan lainnya.

Untuk melayani pelanggan agar lebih mudah Kosasih mengatakan mau tidakk mau harus bekerjasama dengan fintech, “Mau tidak mau bank itu harus berkolaborasi dengan fintech. Mau gak mau harus ikuti trend. Termasuk perbankan syariah. Bank harus terus mengembangkan diri sesuai kemajuan teknologi agar bisa mengikuti kebutuhan masyarakat,” ungkap John.

John mengatakan, kondisi ini semua terjadi karena kemajuan teknologi. Jadi layanan perbankan ke depan mengutamakan proses yang lebih cepat dan praktis yang memberikan banyak kelebihan ke nasabah.

Baca Juga :  HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Lanjut John jika berbicara fintech ada dua kelompok yaitu fintech syariah dan Non Syariah dan John mengaku belum tau apakan Fintech Syariah sudah mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan atau belum.

“Apakah fintech itu sudah diotoritasi belum, ini jadi PR pemerintah, bagaimana proses fintech syariah bisa mudah berkembang dan dikelola dengan baik,” kata dia.

John juga menyampaikan fintech yang prasyaratnya paling susah itu adalah fintech yang paling bagus. Artinya fintech syariah biasanya punya asesmen begitu ketat dan itulah fintech yang bagus.

John menyatakan sebaliknya bila ada fintech yang prasyaratnya sangat mudah, misalnya hanya dengan syarat fotokopi KTP dan KK maka fintech tersebut harus diwaspadai. Bila salah memilih maka nasabah bisa dijerat dengan utang yang terus membesar bunganya dan diganggu oleh teror debt collector.

Hal serupa diungkapkan oleh pengamat ekonomi syariah Mohammad Solihin masyarakat harus pintar-pintar dalam memilih dan memutuskan menggunakan jasa fintech. Sebab diera teknologi sekarang bertumbuhan banyak fintech.

“Jangan tergiur dengan fintech yang menawarkan pinjaman dengan iming iming prasyarat yang terlalu mudah. Sebab kalau seperti ini biasanya fintech tersebut nantinya bisa menjerat nasabah dengan bunga yang tinggi,” kata Solihin. (Red)


Cresit Photo : Direktur Utama PT Bank BCA Syariah John Kosasih (ka) saat diskusi micro forum syariah dengan judul Kolaborasi Bank Syariah Fintech memacu pertumbuhan UMKM di Jakarta/istimewa


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?