Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Cara Belajar Baru Manfaatkan Teknologi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Cara Belajar Baru Manfaatkan Teknologi

Atti Kurnia Sabtu, 29 April 2017 | 18:12 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarata – Di era globalisasi perkembangan teknologi tidak bisa dielakkan lagi, tak hanya orang orang dewasa yang memanfaatkan teknologi tersebut anak muda bahkan anak-anak, hingga sudah susah di pisahkan dengan teknologi yang sekarang sudah modern seperti Gadget.

Hal semacam inilah peran guru dan orang tua sangatlah penting, khususnya bagi anak anak yang masih di bangku sekolah, bimbingan dan pantauan orangtualah yang harus berperan untuk mengendalikan pengunaan teknologi tersebut. Salah salah pengunaan teknologi tersebuat di pergunakan untuk hal hal yang tidak diinginkan

Melihat peluang ini Quipper perusahaan edukasi teknologi dari inggris yang konsen dibidang pendidikan melahirkan sebuah metode belajar dengan memanfatkan Gedget yaitu dengan konsep e-learning pembelajaran berbasis digital yang akan membantu guru dan siswa dalam memperoleh akses pendidikan berkualitas dimana saja dengan lebih menarik dan menyenangkan.

PR & Marketing Manager Quipper Tri Nuraini Quipper mengatakan mewujudkan visinya sebagai distributor of wisdom dan berkontribusi meminimalisir kesenjangan pendidikan berbagai belahan dunia termasuk Indonesia sejalan dengan arah kebijakan dan strategi pembangunan pemerintah, sejak hadir di Indonesia 2 tahun lalu Quipper telah membantu proses belajar lebih dari 2,5 juta pelajar 50 ribu diantaranya adalah penguna Quipper video, melatih 200 ribu guru, menjangkau 5.000 sekolah.

“Kami sangat menjaga kualitas baik konten tutor maupun teknologi yang kita gunakan, karena ke 3 hal tersebut sangat di butuhkan oleh guru dan pelajar, serta disesuaikan dengan negara yang bersangkutan sesuai dengan kurikulum yang ada di negara tersebut, untuk indonesia sesuai dengan kurikulum yang di keluarkan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud),” Ujarnya saat pres konfrance di jakarta Jumat (28/4/17).

Menurut pakar pendidikan Itje Chodjidjah pengaruh teknologi di era globalisasi adalah sangat besar sekali bisa hingga menjangkau daerah pelosok indonesia, berbicara teknologi, teknologi itu bisa di gunakan untuk apapun jika digunakan secara benar dan berbasis pada e-learning maka saya yakin akan cepat sekali pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas.

“Jika berbicara menganai pembelajaran (e-learning) disini bukan teknologinya tetapi kita berbicara pembelajarannya itu sendiri dan berbicara pembelajaran itu tidak pernah bergeser dari pembelajarannya oleh karena itu konten menjadi penting, konten yang berkualitas menjadi utama bukan sekedar akses teknologinya,” paparnya di tempat yang sama.

Ditemui di tempat yang sama Ari Santoso Kabid Humas Kemendikbud mengatakan untuk membangun bagsa khususnya pendidikan tanpa keterlibatan masyarakat dan steakholder semua pihak itu tidak mungkin, tanpa adanya sekolah swasta berapa banyak siswa tyang tidak bisa sekolah karena keterbatasan kemampuan pemerintah.

“Selain pembelajara kita juga harus mengembangkan disi dari sisi penilaian yang antara lain, dari analisis, efaluasi dan mencipttakan pertanyaan, karena sistem evaluasi itu akan mempengaruhi proses belajar mengajar” ungkapnya.

Informasi tambahan
Platform bebas biaya Quipper School dirancang khusus bagi guru dan siswa untuk membantu dan meningkatkan kualitas belajar mengajar, dari 5000 sekolah yang sudah di jangkau Quipper 58% penggunanya lulus Ujian Nasional (UN) 2016 dan 50% diantaranya lulus SBMPTN dan diterima di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia. Di mana, Quipper juga mendapat dukungan dari 45 dinas pendidikan tingkat kota/kabupaten dan provinsi. (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?