ZTE dan IHS Terbitkan Makalah “5G Best Choice Architecture”

Selain kajian tentang beberapa arsitektur jaringan 5G, makalah ini juga mengulas tingkat kemapanan jaringan inti dan perangkat 5G yang menjadi salah satu isu utama bagi kalangan operator seluler.

ZTE dan IHS Terbitkan Makalah “5G Best Choice Architecture”

Telegraf – ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), vendor terkemuka di dunia untuk solusi telekomunikasi, teknologi bagi kalangan perusahaan dan konsumen dalam sektor Internet Seluler (Mobile Internet), hari ini mengumumkan penerbitan makalah yang bertajuk “5G Best Choice Architecture”, bersama IHS. Berdasarkan kajian komparatif 5G SA dan NSA, makalah ini menyimpulkan status arsitektur SA sebagai jalur yang lebih baik bagi jaringan sasaran pada era 5G, dari sudut pandang investasi jangka panjang, keahlian bisnis serta kinerja jaringan.

Dari sudut pandang investasi jaringan, terlepas dari rendahnya investasi awal pada arsitektur NSA, biaya investasi pada arsitektur NSA secara jangka panjang dan kumulatif tergolong relatif lebih besar ketimbang arsitektur SA, mengingat biaya untuk memperbarui peralatan jaringan LTE yang ada saat ini dan biaya evolusi ke arsitektur SA.

Lebih lagi, biaya awal untuk pemasangan arsitektur SA dapat dikurangi secara signifikan, berkat strategi penerapan 5G yang tepat. Misalnya, jangkauan 5G tertentu di hot spots, lokasi bersama untuk 4G dan 5G, penerapan Jaringan Inti 5G pada pusat data yang tengah dipakai, serta hanya mengawali dengan sejumlah fitur 5G Inti, membuka interfaces dan memperkenalkan sejumlah fitur layanan, satu per satu.

Dari sudut pandang kinerja layanan, arsitektur SA tak hanya memperbesar access bandwith, namun juga mendukung sejumlah aplikasi seperti URLLC dan mMTC. Arsitektur SA bisa menghadirkan kinerja jaringan yang sesuai kebutuhan bagi beragam aplikasi, melalui flexible network slicing. Untuk itu, pengenalan arsitektur SA pada tahap awal bisa menghasilkan berbagai layanan inovatif yang terdiferensiasi, serta beberapa model bisnis di pasar industri vertikal secepat mungkin, dan mendatangkan sumber-sumber pendapatan yang lebih banyak untuk kalangan operator telekomunikasi.

Dari sudut pandang kinerja jaringan, arsitektur SA sepenuhnya dapat memanfaatkan keberagaman dual antenna transmit serta high power transmitter pada perangkat 5G, mewujudkan jangkauan jaringan yang lebih baik, kapasitas sistem serta indikator kinerja utama (KPI) lainnya, sehingga secara besar-besaran mengurangi kerumitan dan biaya peralatan, serta pada akhirnya meningkatkan pengalaman pengguna akhir.

Baca Juga :   Telkomsel Dorong Gamer Indonesia Tingkatkan Kemampuan

Selain kajian tentang beberapa arsitektur jaringan 5G, makalah ini juga mengulas tingkat kemapanan jaringan inti dan perangkat 5G yang menjadi salah satu isu utama bagi kalangan operator seluler. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan kekhawatiran mereka untuk arsitektur jaringan yang lebih baik.

Sebagai pengakuan atas kinerja jejaring 5G komersial untuk arsitektur NSA dan SA, ZTE Giat mempromosikan komersialisasi 5G, menuntaskan pengujian jaringan dan menjalankan tes pada arsitektur NSA dan SA dengan banyak mitra kerja. Di makalah tersebut, IHS memakai kasus aplikasi SA yang dijalankan ZTE dan data uji lapangan yang bersifat komersial sebagai pelengkap.


Photo Credit: ZTE Corporation (0763.HK / 000063.SZ), vendor terkemuka di dunia untuk solusi telekomunikasi, teknologi bagi kalangan perusahaan dan konsumen dalam sektor Internet Seluler (Mobile Internet), hari ini mengumumkan penerbitan makalah yang bertajuk “5G Best Choice Architecture”, bersama IHS. REUTERS

Ishwari Kyandra

close