Yoofix Siap Dampingi Tenaga Terampil Indonesia

“Distribute the market opportunity not disrupt. Karena kalau hanya terfokus pada disruptive strategy untuk menguasai pasar, maka era digital ini hanya akan membesarkan pihak-pihak dengan modal besar dan memperlebar kesenjangan”

Yoofix Siap Dampingi Tenaga Terampil Indonesia


Telegraf, Jakarta – Berbagai isu terkait keamanan dan kualitas jasa yang dapat dipesan secara online tengah ramai dibicarakan. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, antara lain ambisi perusahaan untuk merekrut supply secara masif dengan mengesampingkan standar mitra yang direkrut serta semakin tergerusnya nominal yang diperoleh oleh pihak mitra sehingga memicu berbagai kecurangan.

Isu-isu tersebut tentunya menimbulkan keresahan bagi masyarkat. Yoofix sebagai perusahaan digital yang menyediakan jasa perawatan rumah, menyadari bahwa dalam menghasilkan solusi digital memerlukan komitmen dan legitimasi dari pihak-pihak yang kredibel demi keamanan customer. Untuk itu, Yoofix menggandeng Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk memastikan setiap mitra Yoofix memiliki kompetensi yang memenuhi standar dalam memberikan pelayanan dibidang jasa perawatan dan instalasi AC, pipa, ledeng, kelistrikan, pengecatan, serta kontrol hama.

Selain itu, dalam menghadapi era pasar bebas 2020, memiliki sertifikasi kerja memang sudah menjadi keharusan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia. Hal tersebut disetujui oleh Ketua Komisi Tetap Tenaga Kerja Luar Negeri Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Nofel Saleh Hilabi, bahwa Indonesia masih sangat minim tenaga kerja bersertifikat. Padahal, selain untuk bekerja di dalam negri, permintaan tenaga kerja terampil Indonesia dari luar negri cukup tinggi dan Indonesia juga berpeluang mengirimkan tenaga kerja terampil keluar negeri, bukan hanya yang unskilled saja.

Yoofix berkomitmen untur mendistribusikan kesempatan yang ada di pasar agar setiap lapisan masyarakat dapat mendapat manfaat dari perkembangan teknologi sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya.

“Distribute the market opportunity not disrupt. Karena kalau hanya terfokus pada disruptive strategy untuk menguasai pasar, maka era digital ini hanya akan membesarkan pihak-pihak dengan modal besar dan memperlebar kesenjangan” kata Nazim Machresa, Kepala bagian Strategis Yoofix.

Baca Juga :   BPPT Terus Kembangkan Kecerdasan Artifisial Untuk Memperkuat Operasi TMC

Salah satu bentuk komitmen Yoofix untuk tidak mengganggu keseimbangan pasar adalah dengan menghindari persaingan harga yang tidak sehat seperti subsidi.

“Sudah jelas bahwa subsidi itu mengacaukan ekuilibrium pasar, jika diterapkan oleh Perusahaan bermodal besar maka akan menciptakan persaingan yang tidak sehat dan tentunya menimbulkan ketidakpastian bagi semua pihak baik bagi mitra maupun customer karena tidak ada yang tahu sampai kapan perusahaan tersebut mampu memberikan subsidi,” imbuhnya.

Dengan mematok tarif Rp 150.000,00 per 4 jam, Yoofix menghargai jasa teknisi sebagai tenaga ahli yang semestinya dihargai per unit waktu.

“Kompleksitas kerusakan dan perawatan yang dibutuhkan untuk memperbaiki peralatan rumah tangga berbeda-beda. Dengan memasang harga berbasis waktu, teknisi dapat lebih leluasa menganalisa dan melakukan pekerjaannya dengan lebih teliti dan jujur, tidak ada kecurangan karena fee yang didapat sudah fair dan sustain, bukan harga yang diintervensi,” ujarnya. (Red)


Photo Credit : FILE/Dok.Ist. Photo

 

KBI Telegraf

close