Workshop Rubber  Power Plan  di Hari ke Tiga ISD 2019

"SMP kelas VII sudah bisa untuk membuat cotohnya di Bandung kita sudah mengadakan program ini berulang ulang, memang ada klasifikasi anak SMP dan SMA tetapi jenis pesawatnya tidak sama"

Workshop Rubber  Power Plan  di Hari ke  Tiga ISD 2019

Telegraf, Jakarta – Memasuki hari ke 3 antusiasme masyarakat mengunjungi Indonesia Science Day (ISD) 2019 masih terus bertambah.

Jadwal workshop pada hari ke 3 untuk sesi ke 6 adalah Rubber Power Plan dari PT Dirgantara Indonesia, yang di berikan kepada Para Guru SMP dan SMA di seluruh Indonesia.

“SMP kelas VII sudah bisa untuk membuat cotohnya di Bandung kita sudah mengadakan program ini berulang ulang, memang ada klasifikasi anak SMP dan SMA tetapi jenis pesawatnya tidak sama,” ungkap Rofii Engineering Aero Dinamika di PT Dirgantara Indonesia, di Jakarta.

Lanjut Rofii tetapi jika memang akan diberikan untuk anak SMP kelas VII khususnya jenis pesawatnya akan lebih sederhana sementara untuk covernya sudah bisa sama untuk kalangan kelas VIII dan keatas yaitu kertas dan tinggak kesulitannya pun akan berbeda.

Roffi mencontohkan pernah mengikuti lomba dengan material yang sama yaitu bahan dasar kayu balsa diperoleh berat keseluruhan 2,7 gram, dengan kondisi ini pesawat bisa terbang sekitar 9 menit, sementara untuk kelas internasional pesawat bisa terbang sekitar 12 menit.

Di temui di tempat yang sama Saeful Bahri guru Ketrampilan SMP Muhamadiyah 2 Yogyakarta menjelaskan sebelum mengikuti workshop Rubber Power Pland tetapi dengan metode yang berbeda dan bahan dasar berbeda.

“Whorkshop pernah saya ikuti juga di taman pintar tapi pembuatan modelnya berbeda, bahan dasarnya menguakan steroofoam sayapnya, klo untuk sekarang itu mengunakan kayu balsa, kayu bahan korek,” ungkapnya Sabtu (27/4).

Saeful mengatakan cukup kesulitan kami karena kayunya sangat rapuh untuk memotongnya harus berhati hati dan butuh ketelatenan, ketelitian dan ketekunan, kalau tergesa gesa hasilnya tidak maksimal.

“saya membayangkan workhop ini blm bisa di lakukan oleh anak anak kelas VII mengingat anak anak kelas VII itu sifatnya masih kekanak kanakan kemungkinan kecil agak sulit” kata Saeful.

Baca Juga  Jamin Keamanan, Fintech Dituntut Jaga Data Pengguna

Saeful berharap ilmu ini akan di kembangkan ke anak didik tetapi sain centre PP-Iptek pusat maupun daerah bisa mempermudah segala fasilitas alat alat tambahan yang di gunakan untuk pembuatanrobot power pland atauppun pesawat dirgantara. (Red)


Credit Photo : Salah satu peserta workshop yang sedang menyelesaikan pembuatan pesawat /telegraf/ati kurnia


Share



Komentar Anda