Wiranto Tegaskan Tak Ingin Ada ‘Suara Sumbang’ Dengan Suksesnya Mudik 2018

"Presiden wanti-wanti agar jangan masyarakat mendapat kesulitan pulang ke daerah masing-masing. Keamanannya dijaga, harga pangan dijaga, ancaman terorisme di netralisir, itu dirapatkan terus,"

Wiranto Tegaskan Tak Ingin Ada ‘Suara Sumbang’ Dengan Suksesnya Mudik 2018

Telegraf, Jakarta  – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut Mudik 2018 atau Lebaran 1439 Hijriyah sangat sukses. Pasalnya, arus lalu lintas lebih lancar dan kemacetan dapat teratasi.

“Ya sukses karena kan saya tiap tahun mengikuti itu di pemerintahan. Saya mengikuti tiap rapat-rapat yang dilaksanakan,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (22/06/18).

Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Wiranto, kerap memimpin langsung rapat-rapat yang membahas persiapan musim lebaran 2018, termasuk persoalan kemananan, kenyamanan arus mudik dan balik.

“Presiden wanti-wanti agar jangan masyarakat mendapat kesulitan pulang ke daerah masing-masing. Keamanannya dijaga, harga pangan dijaga, ancaman terorisme di netralisir, itu dirapatkan terus,” jelasnya.

“Kesuksesan mudik kali ini juga tidak lepas dari peran masyarakat yang senantiasa bekerjasama dengan pemerintah dan aparat untuk menjaga kondusifitas tanah air,” katanya.

“Mudik kali ini lebih lancar, lebih bagus, dan tidak makan banyak korban. Itu kita syukuri, nggak usah kemudian ada suara sumbang,” ungkapnya.

Komentar miring memang masih mewarnai mudik tahun ini, sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyatakan pemerintah gagal mengelola musim mudik tahun ini. Hal itu didasari karena adanya kemacetan panjang hingga puluhan kilometer di jalur tol Cikampek dan Cipali. Di sisi lain juga menunjukkan pembangunan jalan tol ternyata tak efektif atasi kemacetan.

“Kemacetan parah di sejumlah ruas tol menandakan pemerintah belum berhasil antisipasi mudik lebaran. Klaim keberhasilan terlalu dini yang digembar-gemborkan di media ternyata tak sesuai realita. Ini menunjukkan pembangunan sejumlah ruas tol baru yang selalu dibanggakan pemerintah, bukan solusi akhir,” kata Fadli Zon.

“Pembangunan infrastruktur jalan bagus-bagus saja, tapi belum tentu dapat atasi kemacetan. Pemerintah juga harus menghitung jumlah mobil dengan kapasitas jalan dan pemenuhan pelayanan standar lainnya,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Antara

 

Share