Wapres JK: Indonesia Menghormati Proses Demokrasi AS

Wapres JK: Indonesia Menghormati Proses Demokrasi AS

"Itu sulit sekali karena yang akan pertama kali protes adalah orang Amerika sendiri karena nanti mereka mendapatkan harga yang naik dan daya beli Amerika akan turun, mulai dari piring, sepatu, sampai iPhone, iPod itu dari China,"

Wapres JK: Indonesia Menghormati Proses Demokrasi AS


Telegraf, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah dan rakyat Indonesia menghormati proses demokrasi di Amerika Serikat yang memilih Donald Trump sebagai Presiden mereka.

“Kalau dilihat, kampanye Trump itu sangat perfeksionis, sangat nasionalistis, untuk kepentingan Amerika, ya, memang semua presiden harus begitu,” kata Wapres dalam jumpa pers mingguan di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat.

Komentar tersebut disampaikan JK untuk menanggapi pelantikan Presiden Terpilih Donald Trump sebagai presiden AS ke-45 pada Jumat siang waktu setempat atau Sabtu (21/1) tengah malam waktu Indonesia.

Wapres mengatakan Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan arah hubungan bilateral kedua negara, dan kebijakan luar negeri AS di bawah administrasi Trump.

“Amerika yang menganut ekonomi liberal, saya yakin apa yang dikampanyekan itu tidak akan mudah diterapkan di Amerika secara 100 persen,” kata dia.

Salah satunya, JK mencontohkan rencana bea masuk 45 persen untuk impor barang-barang China yang tidak akan mudah diterapkan karena hampir 90 persen barang yang dijual di Amerika adalah buatan Negara Tirai Bambu itu.

“Itu sulit sekali karena yang akan pertama kali protes adalah orang Amerika sendiri karena nanti mereka mendapatkan harga yang naik dan daya beli Amerika akan turun, mulai dari piring, sepatu, sampai iPhone, iPod itu dari China,” kata dia.

Selain itu, JK juga menyangsikan Trump akan benar-benar membangun tembok di area perbatasan AS-Meksiko karena nantinya Amerika sendiri yang akan kesulitan mencari pekerja di sektor peternakan dan pertanian.

“Kalau Amerika mau bikin tembok di Meksiko, siapa yang akan kerja di California atau Texas, bertani dan sebagainya karena tidak ada lagi orang Amerika yang mau kerja seperti itu,” kata dia. (Red)

Photo credit : Reuters


KBI Telegraf

close