Volvo Tangguhkan Penjualan di Rusia Akibat Invasi Kremlin ke Ukraine

Tanggal:


Telegraf – Produsen mobil asal Swedia, Volvo Cars akan menangguhkan pengiriman mobil dan kendaraan barang berat (HGV) ke pasar Rusia menyusul sanksi atas invasi Moskow ke Ukraina.

Dalam pernyataannya yang dilansir dari Reuters, perusahaan mengatakan telah mengambil keputusan karena potensi risiko yang terkait dengan materi perdagangan dengan Rusia, termasuk sanksi yang dikenakan oleh Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Ini adalah produsen mobil internasional pertama yang menghentikan penjualan di Rusia terkait konflik yang sedang berlangsung di Ukraina, dan sanksi perdagangan yang dikenakan pada Rusia oleh sejumlah negara.

Namun perusahaan tersebut tidak memberikan kerangka waktu kapan penjualan akan dilanjutkan.

“Volvo Cars tidak akan mengirimkan mobil apa pun ke pasar Rusia sampai pemberitahuan lebih lanjut,” pernyataan Volvo Cars, pada Selasa (01/03/2022).

Reuters mengatakan Volvo telah menjual 9000 unit kendaraannya di Rusia pada 2021, mengimpornya dari pabrik-pabrik di Swedia, China dan AS. Volvo Group secara keseluruhan menghasilkan 3 persen dari penjualan globalnya di Rusia.

Penangguhan penjualan Volvo Cars di Rusia mengikuti keputusan sebelumnya dari AB Volvo, untuk mengakhiri semua produksi dan penjualan di Rusia. Perusahaan tersebut membangun HGV berlencana Volvo dan Renault di sebuah pabrik di Kaluga, sekitar 100 mil dari Moskow, yang telah beroperasi sejak 2009 dan mempekerjakan sekitar 700 pekerja.

Seorang juru bicara Volvo mengatakan produsen mobil mengekspor kendaraan ke Rusia dari pabrik di Swedia, China, dan AS.

“Kami sekarang memiliki sedikit kejelasan tentang sanksi dan keamanan di kawasan itu. Ini berarti semua operasi di Rusia berakhir,” jelasnya.

Produsen HGV Rival Daimler Truck juga telah menangguhkan operasinya di Rusia, di mana mereka memiliki 10 persen saham di produsen kendaraan komersial dan militer Rusia, yakni Kamaz.

Daimler mengatakan suku cadang yang dipasok ke Kamaz digunakan secara eksklusif untuk kendaraan komersial, tetapi mengambil keputusan untuk ‘segera menangguhkan’ kegiatan bisnisnya di negara itu.

Photo Volvo Motor

 

Indra Christianto

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan...

Jokowi dan Ganjar Pranowo Takziah ke Kediaman Buya Syafii

Telegraf - Kabar duka menyelimuti tanah air. Cendekiawan muslim...

Sosok Panutan Itu Telah Pergi, Buya Syafii Wafat Hari Ini

Telegraf - Umat Islam bahkan bangsa Indonesia kehilangan sosok...

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...