Usai Libur Lebaran Perbankan Aktif Kebali Tanggal 19-20 Mei

"BI akan menegaskan kembali kepada masyarakat dan dunia usaha, BI siap tgl 19 dan 20 Juni 2018 buka operasional terbatas. Mulai tanggal itu menerima arus masuk dan pembayaran pembayaran pembayaran lainnya"

Usai Libur Lebaran Perbankan Aktif Kebali Tanggal 19-20 Mei

Telegraf, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan selama libur panjang Idul Fitri 1439 hijriah yang mana libur mulai 11 Juni hingga 20 Juni. BI dan perbankan lainya tertangal 19 dan 20 Juni sudah mulai menerima arus masuk dan pembayaran lainnya, tetapi operasional terbatas.

“BI akan menegaskan kembali kepada masyarakat dan dunia usaha, BI siap tgl 19 dan 20 Juni 2018 buka operasional terbatas. Mulai tanggal itu menerima arus masuk dan pembayaran pembayaran pembayaran lainnya,” ungkapnya saat pres konfrence di kantornya Jl. MH.Thamrin, Jakarta pusat.

Perry juga mengatakan menjelang lebaran ini BI selalu memantau dan memastikan harga-harga terkendali dengan baik, baik perkembangan pasar global maupun domestik. Serta kebutuhan uang baik besar maupun kecil.

Perry juga memastikan persipan non tunai juga siap dalam melayani masyarakat, dan BI juga berbaprtisipasi secara langsung agar kelancaran keamanan dan juga keamanan di masa liburan.

Di temui di tempat yang sama Deputi Gubernur BI Rosmaya K Hadi menjelaskan, untuk memastikan kelancaran, dalam melayani masyarakat dalam masa liburan langkah yang diambil BI tidak hanya mengundakan strategi eksternal bahkan internal.

“Untuk tahun ini persediaan kita naikan sebesar 15,3 persen, dari tahun lalu 163,2 triliun dan sekarang menjadi 188,2 triliun, karena antidipasi terkait libur yang panjang, serta adanya kenaikan tunjangan hari raya,” kata Rosamaya.

Bukan hanya itu saja BI juga sejak tahun lalu memerbanyak titik titik distribusi uang melalui kas penitipan, dan didaerah daerah perbatasan tentu membutuhkan uang yang lebih banyak. (Red)


Photo Credit : Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur tambahan di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (30/5). Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuan BI 7-days repo rate 25 basis poin menjadi 4,75 persen untuk mengantisipasi risiko eksternal terutama kenaikan suku bunga acuan kedua The Fed pada 13 Juni mendatang. ANTARA/Sigid Kurniawan

Tanggapi Artikel