Usai Copot Dirut Garuda, Erick Thohir Akan Evaluasi Plt Dirut Penggantinya

"Nanti kami rapat 20 Januari, mungkin nanti masih perlu waktu. Tergantung 30 hari ke depan, bisa deliver atau tidak, kan kami lihat dulu,"

Usai Copot Dirut Garuda, Erick Thohir Akan Evaluasi Plt Dirut Penggantinya

Telegraf, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir bakal mengevaluasi kinerja Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Fuad Rizal dalam sebulan ini. Evaluasi dilakukan sebelum menetapkan calon bos perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Erick mengatakan evaluasi dilakukan sebagai penentu perlu atau tidaknya pemerintah mengganti direktur utama perusahaan yang saat ini hanya dipimpin oleh Plt dirut. Hal ini untuk melihat kinerja Fuad dalam memimpin perusahaan selama kurang lebih 30 hari ke depan.

“Nanti kami rapat 20 Januari, mungkin nanti masih perlu waktu. Tergantung 30 hari ke depan, bisa deliver atau tidak, kan kami lihat dulu,” ucap Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (11/12/19).

Lebih lanjut, Erick belum bisa memastikan apakah pemerintah akan mencari calon pengganti empat direksi yang juga dipecat dari internal perusahaan atau profesional dari luar perusahaan. Meski, publik kerap memberi masukan soal dirut baru Garuda Indonesia nanti.

Sementara beberapa nama yang diusulkan publik untuk menjadi pucuk pimpinan perusahaan, yaitu Menteri ESDM era Kabinet Kerja Ignasius Jonan dan Menteri Kelautan dan Perikanan era Kabinet Kerja Susi Pudjiastuti. Namun, masukan itu ditepis Erick.

Sebelumnya, Erick memberhentikan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara dari jabatan direktur utama perusahaan. Ari Askhara dipecat karena diduga menyelundupkan komponen motor Harley Davidson bekas dan dua sepeda Brompton dari luar negeri ke Indonesia.

Penyelundupan diduga menggunakan pesawat baru milik perusahaan, yaitu Airbus A330-900 dengan nomor penerbangan A9721. Pesawat itu masuk ke Indonesia melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) Garuda Maintenance Facility (GMF).

Selain Ari, Erick akhirnya juga memecat empat direksi lain karena turut serta dalam penerbangan pesawat baru yang membawa barang selundupan itu. Empat direksi lain yang dicopot, yaitu Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.

Baca Juga :   Target Penjualan Meikarta Naik 25 Persen di 2020

Usai memecat Ari, Erick menunjuk Direktur Keuangan Garuda Indonesia Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut. Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan pengumuman direksi baru perusahaan akan diumumkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). “RUPSLB Garuda tanggal 22 Januari 2020,” kata Arya. (Red)


Photo Credit : Maskapai plat merah Garuda Indonesia. SkyscraperCity

Tanggapi Artikel