Urbanisasi Temui KPU dan DKPP Bahas Pilkada di Kabupaten Mamasa

"Apalagi proses Pilkada mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit, mencapai miliaran, kemudian apa manfaat uang rakyat dipakai untuk menggelar Pilkada jika Pilkada itu tidak ada. Karena hanya ada satu calon."

Urbanisasi Temui KPU dan DKPP Bahas Pilkada di Kabupaten Mamasa


Telegraf, Jakarta – Tokoh Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat Urbanisasi mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta, Senin (12/2/2018) siang. Kedatangan putra daerah asal Mamasa ini untuk mempertanyakan sekaligus mengadukan proses penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Mamasa.

Kepada Divisi Pelayanan dan Pengaduan KPU, Urbanisasi mempertanyakan proses penyelenggaraan Pilkada yang hanya memunculkan calon tunggal. Dan Urbanisasi menduga, calon alternatif tidak diberikan ruang dan kesempatan untuk bertarung melawan calon petahana gara-gara masa perpanjangan pendaftaran kembali dibuat dengan rentang waktu yang sempit.

“Saya kira calon tunggal tidak mencerminkan penyelenggaraan Pilkada yang demokratis, dan harusnya KPU mendorong adanya kompetisi dua calon, tapi kenapa di Kabupaten Mamasa, KPUD hanya memunculkan satu calon dengan alasan tertentu,” kata Urbanisasi saat bertemu petugas KPU.

Menurut Urbanisasi seharusnya KPUD mengusahakan adanya dua calon yang bertanding agar kualitas demokrasi yang adil bisa dipertanggungjawabkan ke publik. “Apalagi proses Pilkada mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit, mencapai miliaran, kemudian apa manfaat uang rakyat dipakai untuk menggelar Pilkada jika Pilkada itu tidak ada. Karena hanya ada satu calon,” paparnya.

Usai bertemu dengan jajaran KPU, Urbanisasi melanjutkan pertemuan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). Disana kembali lagi Urbanisasi mempertanyakan kinerja penyelenggara Pilkada di daerah yang tidak memberikan ruang secara maksimal dan memperjuangkan demokrasi yang fair dengan adanya dua calon yang bertarung. (Red)

Baca Juga :   Puan Ajak Tingkatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Photo Credit : Kepada Divisi Pelayanan dan Pengaduan KPU, Urbanisasi mempertanyakan proses penyelenggaraan Pilkada yang hanya memunculkan calon tunggal. Antara

Edo W.

close