Untuk Kelacaran Ekspor BPDPKS Keluarkan Verifikasi Sawit

Untuk Kelacaran Ekspor BPDPKS Keluarkan Verifikasi Sawit

"Proses verifikasi itu harus dilakukan, jika tidak maka BPDPKS meminta kepada SUCOFINDO untuk tidak merilis sertifikat. Tanpa sertifikat itu eksportir tidak dapat mendapatkan izin ekspor dari Direktorat Bea dan Cukai."

Untuk Kelacaran Ekspor BPDPKS Keluarkan Verifikasi Sawit


Telegraf, Jakarta – Indonesia menduduki sebagai negara pengekspor sawit terbesar di dunia, untuk mempertahankan predikat itu Indonesia berkomitmen untuk memposisikan sawit sebagai komoditas strategis di dunia. Langkah serius dilakukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) denga mengeluarkan peraturan tentang pelaksanaan verifikasi teknis ekspor CPO dan produk turunannya.

Pentingnya proses verifikasi itu Bayu Krisnamurti direktur BPDPKS menuturkan karena untuk mengantisipasi adanya kesalahan selama kegiatan ekspor, seperti beberapa kasus yang terjadi mengenai dispute untuk berat jenis yang terjadi dalam ekspor ke paksitan, walaupun perbedaannya dalam berat jenisnya kecil 0,01%, tetapi kalo volumenya mencapai 3 juta ton maka akan sangat terasa, apa lagi sekarang harga mencapai 700$ per ton.

Untuk menjamin akuntabilitas, kemudahan, kepastian pengelolaan dana sawit, BPDPKS bermitra dengan SUCOFINDO melakukan kerjasama Pelaksanaan Verifikasi Teknis Ekspor CPO, untuk memastikan jenis, jumlah barang dan jumlah pungutan dana perkebunan kelapa sawit yang mana hal ini sesuai dengan Permendag nomor : 54/M-DAG/PER/7/2015 tentang Verifikasi atau Penelusuran Teknis Terhadap Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan produk turunannya.

Bayu menegaskan proses verifikasi itu harus dilakukan, jika tidak maka BPDPKS meminta kepada SUCOFINDO untuk tidak merilis sertifikat. Tanpa sertifikat itu eksportir tidak dapat mendapatkan izin ekspor dari Direktorat Bea dan Cukai.

Yang mana ekspor sawit untuk turunanya ditahun ini sudah mendekati 60 jenis produk, dari 60 jenis ini table pungutan dan bea keluar berbeda, hal ini perlunya sebuah kepastian bahwa jenis dan produk itu sama seperti apa yang di laporkan oleh eksportir, imbuh Bayu.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Untuk kontrak tahun ini pihak BPDPKS akan mengeluarkan 26-27 juta ton, tetapi jumlah tersebut masih bisa berubah sesuai realisasi ekspor. Untuk saat ini Bayu menambahkan ekspor yang cukup dominan masih tetap di 5 pelabuhan seperti  Belawan, Tanjungpriok, Lampung, dan Teluk Bayur, dengan catatan khusus di Surabaya dan Gresik, dan ditambah pelabuhan dari perusahaan masing masing pengekspor. (Red)

Photo credit : Ist. Photo


KBI Telegraf

close