Untuk Biayai Kampanye Pilpres, Trump Gelontorkan Dana US$66 Setara 878 Milyar

Untuk Biayai Kampanye Pilpres, Trump Gelontorkan Dana US$66 Setara 878 Milyar

"Pria berusia 70 tahun ini kerap berjanji menjalankan kampanye murah dengan pendanaan mandiri, yang ia sering artikan bahwa dirinya terlepas dari sejumlah kepentingan politik khusus."

Untuk Biayai Kampanye Pilpres, Trump Gelontorkan  Dana US$66 Setara 878 Milyar


Telegraf, New York – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menghabiskan setidaknya US$66 juta atau setara dengan Rp878 miliar dari kantongya sendiri selama masa kampanye pemilu kemarin. Jumlah ini jauh lebih kecil dari US$100 juta dana kampanye yang selama ini dia klaim ke publik.

Pada awal pekan ini, tim kampanye Trump mengungkapkan mereka telah menjual seluruh portofolio saham dari salah satu perusahaan induk taipan real estate itu senilai US$40 juta, Juni lalu.

Dikutip dari Reuters, Kamis (8/12), langkah pencairan aset ini diduga sebagai cara konglomerat asal New York itu mengalirkan uang untuk membiayai kampanyenya, yang saat itu membutuhkan dana dari donor swasta.

Beberapa minggu sebelumnya, politikus Partai Republik itu mengubah status pinjaman dana sebesar US$47 juta kepada tim kampanyenya menjadi hibah.

Berdasarkan laporan Komisi Pemilu Federal AS terbaru, Trump mengumpulkan dana sebesar US$339 juta selama masa pemilu dan menghabiskan sekitar US$322 juta untuk kampanyenya. Jumlah ini jauh lebih rendah dari dana yang dihabiskan mantan rivalnya dalam persaingan menuju Gedung Putih, Hillary Clinton, yakni US$565 juta.

Secara keseluruhan, Trump menghabiskan dana sebesar US$107 juta untuk periklanan, termasuk iklan televisi, dan US$85 juta untuk iklan digital. Pengeluaran terbesar kedua sepanjang masa kampanyenya adalah biaya transportasi udara yang memakan dana sekitar US$26 juta. Jumlah itu bahkan melebihi gajinya.

Pria berusia 70 tahun ini kerap berjanji menjalankan kampanye murah dengan pendanaan mandiri, yang ia sering artikan bahwa dirinya terlepas dari sejumlah kepentingan politik khusus.

Trump mengejutkan dunia perpolitikan AS bahkan global dengan kemenangannya dalam pemilu AS 8 November lalu mengalahkan Clinton. Kemenangan Trump membuat publik mempertanyakan kredibilitas lembaga survey dan jajak pendapat di negara itu.

Pasalnya, hampir semua jajak pendapat yang digelar sebelum pemilu menunjukkan Trump akan dikalahkan oleh Clinton yang merupakan politikus Demokrat.

Trump berhasil mengejutkan publik AS dengan berhasil meraup 306 suara electoral meninggalkan Clinton yang hanya berhasil meraih 232 suara elektoral. Dalam sistem pemilu AS, calon presiden yang berhasil meraih 270 suara electoral keluar sebagai pemenang. Trump berhasil mengungguli suara di 30 dari 54 negara bagian AS. (Red)

Photo credit : Reuters


KBI Telegraf

close