Uber Patenkan Teknologi Pendeteksi Penumpang Yang Mabuk

Tanggal:



Telegraf, Jakarta – Uber sedang mengembangkan teknologi yang berbasis artificial intelligence (AI) dalam rupa mesin aplikasi untuk penumpang. Tujuannya, untuk mendeteksi apakah calon penumpangnya itu seorang peminum atau tidak. Saat ini, Uber sedang berupaya membeli hak paten untuk produk teknologinya ini.

Seperti kutip dari situs The Next Web, aplikasi ini diklaim bisa membuat laporan secara akurat kondisi calon penumpang yang memesan Uber.

Bila kedapatan seorang penumpang peminum, mesin aplikasi ini akan mengirim laporan kepada pengemudi. Selanjutnya, terserah pengemudi apakah mau mengangkut penumpang terkait atau menolak order.

Mesin tersebut bekerja atas dasar algoritma terkait perilaku penumpang saat mengakses aplikasi pesan Uber. Teknologi ini dikembangkan untuk membangun keamanan, khususnya pihak pengemudi.

Namun, banyak pihak yang menuntut agar keamanan penumpang juga diperhatikan. Tuntutan ini muncul mengingat sedikitnya 103 pengemudi Uber seperti dikutip dari CNN sedang diproses hukum karena terlibat dalam pelecehan seksual atau melakukan hal tak mengenakkan pada penumpangnya. (Red)


Photo Credit : Penumpang UBER yang ketahuan sedang mabuk. SHUTTERSTOCK/Konstantin Sutyagin

 

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...

Membangun Generasi Emas Di Era Digital

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama...

Penyaluran Kredit Bank BTN di Wilayah Timur Indonesia Capai 171 Persen

Telegraf - Program Bank Tabungan Negara (BTN) Solusi yang...

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dapatkan Apresiasi Dari PBB

Telegraf - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia mendapatkan apresiasi...