Trump dan Kim Jong Un Lakukan Pertemuannya di Singapura?

"Pertemuan ketiga antara kedua pemimpin ini menegaskan kekuatan abadi aliansi Amerika Serikat-Republik Korea dan persahabatan mendalam antara kedua negara kami,"

Trump dan Kim Jong Un Lakukan Pertemuannya di Singapura?

Telegraf, Singapura – Pertemuan bersejarah pertama antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un ‘kemungkinan besar’ berlangsung di Singapura pada pertengahan Juni.

Sebetulnya, Indonesia bersedia menjadi tuan rumah pertemuan penting itu. Begitu juga Thailand. Bahkan negara-negara Eropa, Swedia dan Swiss, sampai menawarkan diri menjadi tuan rumah.

Hanya saja, para pejabat AS dilaporkan lebih suka Singapura, yang terkenal dengan keamanannya. Para pengamat mengatakan Singapura menonjol karena kenetralan, efisiensi, dan ketertiban umum tingkat tinggi.

Catatan lainnya, Singapura berpengalaman dalam mengambil peran itu. Salah satunya menjadi tuan rumah untuk pertemuan puncak antara Presiden China Xi Jinping dan mantan pemimpin Taiwan Ma Ying-jeou pada 2015.

Dr Lim Tai Wei, peneliti di East Asian Institute, National University of Singapore, seperti dilansir oleh The Straits Times: “Netralitas Singapura menarik bagi kedua (AS dan Korea Utara). Keamanan publik tidak perlu khawatir. Baik Pyongyang dan Washington memiliki kedutaan di sini.”

Namun, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, mengatakan negara kota itu belum menerima undangan resmi atau permintaan untuk menjadi tuan rumah.

Kendati demikian, menurut sumber diplomatik di Washington menyebutkan Singapura sebagai kandidat terkuat, meskipun masih ada kemungkinan Trump “yang suka efek dramatis” memilih Panmunjom di Zona demiliterisasi pada menit terakhir.

Dilaporkan juga, pertemuan diadakan pada minggu ketiga Juni (9-15), setelah Trump mengunjungi Kanada untuk KTT G-7 pada 8-9 Juni. Trump mengumumkan pada Jumat (04/05/18) bahwa tanggal dan tempat telah ditetapkan untuk pertemuannya dengan Kim.

“Kami akan segera mengumumkannya,” katanya kepada wartawan ketika ia meninggalkan Gedung Putih untuk melakukan perjalanan ke Texas, tanpa merinci lebih lanjut. Kedua pemimpin diperkirakan membahas denuklirisasi Korea Utara.

Baca Juga  Mesir Perpanjang Keadaan Darurat Selama 3 Bulan Untuk Perangi ISIS

Pertemuan ini terbangun setelah Kim bersua dengan Presiden Korea Selatan, Moon Jae In, di desa gencatan senjata Panmunjom yang terletak di perbatasan Utara-Selatan.

Kim dilaporkan ingin bertemu di Pyongyang, tetapi kemudian dibujuk untuk melakukan perjalanan ke Mongolia, sebuah negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan AS dan Korea Utara. Tempat ini bisa diakses dengan kereta api sehingga Kim dapat melakukan perjalanan ke sana dengan kereta antipeluru. Belakangan Singapura menjadi pilihan untuk pertemuan itu.

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Trump menjadi tuan rumah untuk mitranya Korea Selatan, Moon Jae In, untuk pembicaraan di Gedung Putih pada 22 Mei.

“Pertemuan ketiga antara kedua pemimpin ini menegaskan kekuatan abadi aliansi Amerika Serikat-Republik Korea dan persahabatan mendalam antara kedua negara kami,” kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

“Presiden Trump dan Presiden Moon akan melanjutkan koordinasi erat mereka pada perkembangan mengenai Semenanjung Korea setelah pertemuan tingkat tinggi antar-Korea pada 27 April,” tambah Gedung Putih. (Red)


Photo Credit : Pertemuan bersejarah pertama antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un diprediksikan akan berlangsung di Singapura pada pertengahan Juni mendatang. | Getty Images/Scott Olson

Share