Triwulan I Bank Mandiri Raih Kenaikan Laba Bersih 6,9%

“Melalui penguatan fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri ingin mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang ingin berkontribusi maksimal dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah,”

Triwulan I Bank Mandiri Raih Kenaikan Laba Bersih 6,9%


Telegraf, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan kredit secara tahunan sebesar 14,2% pada triwulan I-2017 dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 656,2 triliun, dengan rasio NPL (Non Performing Loan) gross di level 3,98%. Meskipun secara tahunan NPL Gross naik 80 bps (basis points), nilainya relatif membaik apabila dibandingkan posisi Desember tahun sebelumnya. Kinerja pembiayaan tersebut berhasil mendorong peningkatan laba bersih perseroan sebesar 6,9% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,1 triliun hingga akhir Maret 2017.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, di samping kenaikan kredit, peningkatan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan premi bersih sebesar 3,0% menjadi Rp 13,4 triliun, kenaikan pendapatan atas jasa (fee based income) sebesar 25,0% menjadi Rp5,3 triliun, kenaikan biaya operasional yang hanya sebesar 3,8% menjadi Rp 7,9 triliun serta pertumbuhan laba operasional sebelum pajak & pencadangan sebesar 11,9% menjadi Rp10,8 triliun dibandingkan pada akhir Maret 2016. Pada periode tersebut, total aset Bank Mandiri mencapai Rp 1.034,4 triliun, meningkat 14,1% dari akhir triwulan I-2016.

“Melalui penguatan fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri ingin mempertegas peranan sebagai agen pembangunan yang ingin berkontribusi maksimal dalam merealisasikan program-program strategis pemerintah,” jelas Kartika.

Salah satu realisasi keinginan itu, Kartika melanjutkan, ditunjukkan melalui konsistensi peningkatan pembiayaan ke sektor produktif. Misalnya, kredit ke sektor produktif tercatat tumbuh 13,0% menjadi Rp 497,8 triliun, yang mana kredit investasi tumbuh 15,0% dan kredit modal kerja tumbuh 11,9%.

Sampai dengan triwulan I tahun 2017, Bank Mandiri telah berkomitmen memberikan pembiayaan di sektor Infrastruktur sebesar Rp 202,8 Triliun Rupiah atau tumbuh 28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di antaranya untuk pembiayaan jalan raya dan tol sebesar Rp 19,5 triliun, transportasi sebesar Rp 52,2 triliun, tenaga listrik Rp 45,5 triliun, migas dan energi terbarukan sebesar Rp 32,4 triliun, kontruksi sebesar Rp 22,2 triliun, dan telematika sebesar Rp 15,2 triliun.

Sedangkan untuk meningkatkan peranan sektor UMKM, Bank Mandiri telah memberikan pembiayaan sebesar Rp 78,2 triliun, naik 4,8% secara tahunan pada periode Januari-Maret 2017. Di samping itu, Bank Mandiri juga telah secara konsisten terlibat dalam penyaluran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM dengan nilai total portofolio per akhir Maret 2017 sebesar Rp 38,3 triliun kepada lebih dari 826 ribu nasabah. Khusus pada tiga bulan pertama tahun ini, KUR yang telah dikucurkan Bank Mandiri sebesar Rp 3,3 triliun atau 25,2% dari target Rp 13 triliun sepanjang 2017.

“Sejalan dengan strategi bisnis perseroan, kami juga akan mendorong ekspansi Bank Mandiri melalui pembiayaan di segmen korporasi dan konsumer yang pada akhir triwulan I-2017 masing-masing telah tumbuh 26,8% dan 18,8% dibandingkan tahun lalu menjadi Rp 234,7 triliun dan Rp 87,2 triliun,” tutur Kartika.

Kartika melanjutkan, ekspansi kredit korporasi Bank Mandiri terutama didorong oleh keterlibatan perseroan di sejumlah proyek infrastruktur, sedangkan kontributor ekspansi kredit konsumer Bank Mandiri berasal dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang mencapai Rp 30,2 triliun, dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) sebesar Rp 22,6 triliun.

Ditambahkannya, Bank Mandiri juga ingin memastikan tren positif tersebut dapat terjaga baik secara kualitas melalui pengelolaan aset yang tepat, termasuk melalui peningkatan penghimpunan dana murah. Pada akhir triwulan I-2017, dana murah (giro dan tabungan) yang dihimpun Bank Mandiri mencapai Rp 465,6 triliun, naik 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai tersebut didorong oleh peningkatan tabungan sebesar Rp 38,8 triliun menjadi Rp 287,5 triliun. Dengan demikian, total dana pihak ketiga (DPK) yang diperoleh Bank Mandiri menjadi Rp 731,1 triliun, meningkat 11,6% yoy. (Red)

Photo Credit : Antara


KBI Telegraf

close