Trik-Trik Mossad Membunuh Dosen Palestina

“Seringkali PM akan melibatkan satu atau dua menteri lain dalam keputusan untuk membuat persetujuan, yang sering kali termasuk menteri pertahanan,”

Trik-Trik Mossad Membunuh Dosen Palestina

Telegraf, Palestina – Aksi pembunuhan terhadap dosen asal Palestina Fadi al-Batsh oleh anggota Mossad tidak dilakukan begitu saja.

Pasalnya sang eksekutor harus terlebih dahulu mengidentifikasi target, selanjutnya badan intelijen Israel Mossad akan mengevaluasi intelijen yang ada untuk memutuskan apakah dia harus dibunuh.

Mossad kemudian menentukan apa keuntungan membunuh Fadi dan cara terbaik melakukannya. Saat unit khusus Mossad menyelesaikan data target, mereka mengajukan berbagai temuan pada para kepala Komite Badan Intelijen yang terdiri atas kepala-kepala berbagai organisasi intelijen Israel dan dalam bahasa Ibrani disingkat VARASH atau Vaadan Rashei Ha-sherutim.

VARASH hanya akan membahas operasi dan menyediakan masukan dan saran. Meski demikian, VARASH tidak memiliki otoritas legal untuk menyetujui satu operasi.

Image result for Fadi al-Batsh

Hanya perdana menteri (PM) Israel yang memiliki otoritas menyetujui operasi pembunuhan semacam itu.

Jurnalis investigasi Israel Ronen Bergman yang menulis buku Rise and Kill First itu menjelaskan, para PM Israel biasanya memilih untuk tidak mengambil keputusan itu berdasarkan alasan politik.

“Seringkali PM akan melibatkan satu atau dua menteri lain dalam keputusan untuk membuat persetujuan, yang sering kali termasuk menteri pertahanan,” kata Bergman pada Al Jazeera.

Saat telah ada persetujuan, operasi itu kemudian diserahkan kembali ke Mossad untuk perencanaan dan eksekusi yang membutuhkan waktu beberapa pekan, bulan atua bahkan tahun, tergantung kondisi target.

Unit Caesarea merupakan cabang operasional rahasia di dalam Mossad yang bertanggung jawab untuk memasang dan menggerakkan mata-mata di dalam negara-negara Arab dan penjuru dunia. Unit ini didirikan pada awal 1970-an dan salah satu pendirinya adalah tokoh mata-mata Israel Mike Harari.

Perangkat dan personil Caesarea tersebar luas jaringannya di negara-negara Arab dan Timur Tengah untuk mengumpulkan informasi dan melakukan pengintaian terhadpa target sekarang dan masa depan.

Harari kemudian mendirikan unit paling mematikan di Caecarea yang disebut dalam bahasa Ibrani sebagai Kidon atau bayonet.

Kidon terdiri atas para pembunuh profesional yang khusus membunuh dan melakukan operasi sabotase. Anggota Kidon sering terdiri atas berbagai cabang militer Israel, termasuk angkatan darat atau pasukan khusus.

“Tampaknya anggota Kidon yang membunuh Fadi di Kuala Lumpur,” papar sejumlah sumber pada Al Jazeera.

Target Mossad tak hanya para pemimpin Palestina dan operasinya juga menyebar ke Suriah, Lebanon, Iran dan negara-negara Eropa. (Red)


Photo Credit : Agen Mossad dalam aksinya telebih dahulu melakukan perencanaan sebelum eksekusi yang membutuhkan waktu tergantung kondisi target. | EPA-EFE

Tanggapi Artikel