‘Tolak Pembunuhan Massal Amerika’ Kirk Hammet Komentari Pidato Trump

"Mengatakan Amerika tidak hebat, bahwa ia kurang hebat, menyiapkan sebuah skenario untuk manipulasi dan kontrol terhadap pihak lainnya – perhatikan!"

‘Tolak Pembunuhan Massal Amerika’ Kirk Hammet Komentari Pidato Trump


Telegraf, Jakarta – Gitaris Metallica Kirk Hammet mengajak penggemar untuk “melindungi demokrasi” dan “menolak pembunuhan massal Amerika” dalam tanggapannya di Twitter terkait pidato pelantikan Donald Trump yang mengerikan.

“Pidato pelantikan trump dan permintaanya untuk mementingkan Amerika bagi saya, terdengar familier dengan apa yang diucapkan dalam pidato era 1930-an di Jerman dan juga kemudian pada 1940-an di Russia,” tulis sang gitaris.

“Beri perhatian! Berdiri untuk kebenaran, kasih sayang dan kebersamaan. Jangan puas dengan segala hal yang kurang. Tolak kebohongan, penjajahan ketakutan, dan amarah yang sesat. Sistem ingin ingin kita terpecah, sehingga lebih mudah mengontrol kita secara emosi.”

Hammet juga menyerang janji dalam kampanye Trump dan kata-kata penutup dalam pidato pelantikannya, “Make America Great Again.”

“Amerika tidak pernah berhenti menjadi hebat! Amerika adalah salah satu negara paling sejahtera dan kaya di planet (ini). Saya bangga terhadap Amerika,” cuit Hammet. “Mengatakan Amerika tidak hebat, bahwa ia kurang hebat, menyiapkan sebuah skenario untuk manipulasi dan kontrol terhadap pihak lainnya – perhatikan!”

Dalam pernyataan panjang di Twitter, Hammet juga menyebut kelompok penyangkal perubahan iklim sebagai “pembunuh Bumi” dan mengatakan kalau Alt-Right adalah “hanya eufimisme licik untuk supremasi kulit putih.”

“Jika kita tidak memberikan perlawanan, kita berisiko kehilangan hak kita,” ujar sang gitaris. “Lindungi demokrasi dari mereka yang ingin menghancurkannya.”

Baca Juga :   Inspiratif, Perjuangan Dita Karang Si Idol Korea Selatan Asal Indonesia

Pada Oktober, drummer Metallica Lars Ulrich mengatakan kalau ia akan mempertimbangkan untuk kembali ke Denmark jika Trump terpilih menjadi Presiden.

“Saya seratus persen warga Denmark. Saya membayar pajak di Amerika Serikat, tetapi saya tidak memiliki hak pilih di Amerika,” ujarnya. ” Ya, tentunya kadang-kadang saya berpikir untuk pindah ke Denmark… Jika Trump menjadi Presiden dan segalanya menjadi buruk, Saya mungkin akan mulai pergi ke bandara dan bertanya jika saya bisa kembali lagi” (Red)

Photo credit : Getty Images


KBI Telegraf

close