Tjahjo Minta Segera Usut Masalah e-KTP Yang Tercecer

Tjahjo Minta Segera Usut Masalah e-KTP Yang Tercecer

“Walau hanya ratusan (e-KTP) yang tercecer dan tidak ada nama palsu atau warga negara asing (WNA), apapun harusnya tetap waspada kalau disalahgunakan,”

Tjahjo Minta Segera Usut Masalah e-KTP Yang Tercecer


Telegraf, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) langsung merespons mengenai tercecernya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Jalan Raya Salabenda, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (27/05/18). Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta jajaran terkait di Kemdagri untuk segera melakukan investigasi.

“Segera lakukan investigasi di Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemdagri, siapa yang tanggung jawab? Pasti ada unsur sabotase. Walau e-KTP rusak atau invalid, kenapa tidak langsung dihancurkan?,” kata Tjahjo dalam keterangannya, Senin (28/05/18).

Tjahjo juga mempertanyakan alasan pemindahan e-KTP rusak ke gudang Dukcapil di Kabupaten Bogor. Selain itu, dia juga mempersoalkan penggunaan mobil bak terbuka serta tidak dijaga. “Walau hanya ratusan (e-KTP) yang tercecer dan tidak ada nama palsu atau warga negara asing (WNA), apapun harusnya tetap waspada kalau disalahgunakan,” jelasnya.

Dia juga berharap pihak kepolisian setempat untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut. Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh pun diperintahkan Tjahjo untuk tidak lagi membawa e-KTP rusak ke gudang. “Harus dihancurkan, dibakar, jangan dibawa ke gudang. Waspada disalahgunakan,” tegasnya.

Ditambahkan, mutasi pejabat di Dukcapil yang bertanggungjawab secepatnya dilakukan. “Saya sebagai Mendagri berpendapat ini sudah bukan kelalaian, tapi sudah unsur kesengajaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Zudan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengecekan di lapangan. Ditegaskan, e-KTP yang tercecer merupakan barang rusak.

“Semua e-KTP yang jatuh dari mobil sudah diamankan bersama masyarakat dan dikembalikan ke mobil pengangkut. E-KTP yang rusak sebanyak 1 dus dan 1/4 karung, bukan berkarung-karung,” ungkapnya.

Dia menyatakan, permasalahan ini telah ditangani Polres Kabupaten Bogor. Beberapa staf yang mengawal serta supir akan diminta keterangan.

“Mobil itu tidak hanya mengangkut e-KTP saja. Tapi juga angkut lemari, komputer rusak, dokumen dan lain-lain. Dikawal dengan mobil, sehingga ketika ada barang jatuh bisa diketahui langsung,” ujarnya.

Dikatakan, kejadian tercecernya e-KTP rusak ini merupakan yang pertama kali. “Baru kali ini,” ucapnya.

Dia juga menjelaskan alasan tidak dimusnahkannya e-KTP rusak. “Semua barang terkait e-KTP seperti alat-alat rekam yang rusak, blanko masih kita rawat baik-baik, karena masih ada masalah di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Belum dimusnahkan, takut nanti bila dianggap menghilangkan barang bukti,” terangnya. (Red)


Photo Credit : Mendagri Tjahjo Kumolo mempertanyakan alasan pemindahan e-KTP rusak ke gudang Dukcapil di Kabupaten Bogor dan mempersoalkan penggunaan mobil bak terbuka tanpa ada penjagaan. ANTARA/Wahyu Putro 

KBI Telegraf

close