Titah PSMTI di Batam Tidak Afiliasi pada Kekuatan Politik

Titah PSMTI di Batam Tidak Afiliasi pada Kekuatan Politik

Titah PSMTI di Batam Tidak Afiliasi pada Kekuatan Politik

Telegraf, Riau – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali kembali menitahkan para pengurus di berbagai daerah untuk tidak keluar jalur amanat Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada perhelatan akbar di kota Batam, Pro. Kepulauan Riau (Kepri). Perhelatan berlangsung selama empat hari (19/10 – 22/10) dengan three in one yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Pertemuan Marga Tionghoa Indonesia (PMTI) dan ASEAN Chinese Clans Association (ACCA). “Amanatnya, PSMTI tetap mengedepankan kegiatan sosial budaya, terutama pendidikan memerangi kemiskinan dan kebodohan. PSMTI tidak berpolitik,” Ketua Umum PSMTI David Herman Jaya (Liem Wan King) mengatakan kepada Redaksi.

Kendatipun demikian, PSMTI tidak melarang pengurus ataupun anggotanya untuk berpolitik praktis. Keputusan untuk berpolitik adalah hak setiap warga negara. “Anggota dan pengurus bisa berpolitik di jalur eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Tetapi titah, amanat AD/ART tidak mengarah pada afilisiasi partai politik atau kekuatan politik tertentu.”

Perhelatan akbar mendatangkan ribuan peserta dari berbagai daerah, serta negara-negara ASEAN, Tiongkok dan Amerika. PSMTI terbentuk pada era reformasi, tepatnya 28 September 1998. Tujuannya yakni penciptaan dinamika komunitas Tionghoa di Indonesia untuk membangun Bangsa dan Negara. “Kami sarankan setiap (pengurus) provinsi untuk membangun rumah sakit Tionghoa. Selain untuk anggota sendiri, juga untuk masyarakat umum.”

PSMTI sebagai organisasi dengan visi dan misi perjuangan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh warga dan bangsa Indonesia. Pelaksanaan Rakernas untuk menjaring dan menyatukan aspirasi seluruh pengurus dan anggota PSMTI. Konsolidasi juga dibutuhkan untuk kelangsungan organisasi lebih baik lagi. “Kalau organisasi bisa berjalan baik, agenda pembangunan juga bisa berjalan baik. Kami concern juga dengan ketenagakerjaan. Sehingga agenda penting (yakni) pembukaan lapangan pekerjaan.” (S.Liu)

Atti K.

close