Tingkatkan Produk Ungulan Petani Indonesia HKTI Buka ASAFF 2018

“Produk Indonesia bagus bagus, tetapi masyarakat kita lebih senang barang barang impor, padahal. Yang mana produk kita memiliki protein dan gizi yg cukup tinggi, disamping iti Indoneaia juga memiliki keungulan dibidang rempah-rempah, yang di gunakan oleh Belanda untuk mensuplay seluruh kebutuhan rempah rempah di dunia”

Tingkatkan Produk Ungulan Petani Indonesia HKTI Buka ASAFF 2018

Telegraf, Jakarta – Dalam rangka mengangkat serta meningkatkan produk ungglan pertanian Indonesia, seperti buah-buahan tropis, sayuran serta remah rempah, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) membuka Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018.

Forum yang dapat di gunakan oleh para petani Indonesia dalam sharing dan bertukar ilmu pertanian ari berbagai negara sehingga dapat meningkatkan produk pertanian Indonesia sekaligus memperkenalkan produk produk unggulan yang dahulu mejadi penopang dunia yaitu rempah rempah kita.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua HKTI Moeldoko usai membuka food festival Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, di Jakarta.

“Produk Indonesia bagus bagus, tetapi masyarakat kita lebih senang barang barang impor, padahal. Yang mana produk kita memiliki protein dan gizi yg cukup tinggi, disamping iti Indoneaia juga memiliki keungulan dibidang rempah-rempah, yang di gunakan oleh Belanda untuk mensuplay seluruh kebutuhan rempah rempah di dunia,” tuturnya Kamis (28/6/18).

Moeldoko menjelaskan, Indonesia itu dilema dimana di satu sisi pertumbuhan populasi manusia semakin tumbuh pesat yang menyebabkan bertambahnya kebutuhan jumlah pangan yang cukup besar, disisi lain terjadi penyempitan lahan yang di pergunakan untuk perumahan.

Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018 ini, akan berlangsung 3 hari kedepan, mulai hari ini 28-30 juni 2018 mendatang, dan direncanakan akan di buka oleh Presiden Joko Widodo siang ini di Istana Presiden.

Moeldoko mengungkapkan ada permasalahan yang perlu di hadapi di Indonesia yaitu persoalan tahan, permodalah, teknologi, managerial serta paska panen dan market, yang harus di selesaikan bersama sama.

Moeldoko menambahkan peran HTI disini adalah sebagai penghubung antara riset dengan petani, hingga nantinya dapat menghasilkan produk yang bagus, karena sentuhan teknologi, bukan saja kualitas tetapi juga produktifitas semakin bertambah. (Red)

Baca Juga  Mengurangi Angka Kecelakaan Adira Insurance Buka SCA 2018

Credit photo: Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko memukul drum menandai dibukannya Food Festival ASAFF 2018


Share