Tesla Gunakan Facebook Untuk Memata-Matai Karyawannya

Oleh : Aris Maulana
Photo Credit: Seorang pengguna Facebook terlihat sedang mengakses aplikasi medsos besutan Mark Zuckerberg itu. BLOOMBERG/Chris Ratcliffe

Telegraf – Tesla disebut membayar sebuah perusahaan konsultan guna memantau interaksi Facebook karyawan mereka. Itu terjadi ketika beberapa pekerja ingin membentuk serikat pekerja di pabrik perusahaan di Fremont, California.

Hal itu diketahui dari faktur dan dokumen lain yang dilaporkan. Dari sana diketahui, Tesla membayar perusahaan bernama MWW PR untuk memantau diskusi di grup Facebook karyawan Tesla pada 2017 dan 2018.

Sejumlah hal yang dimonitor MWW PR antara lain diskusi soal pembentukan serikat pekerja dan pelecehan seksual yang pernah terjadi di sana. Di samping itu, MWW PR juga memonitor komentar-komentar karyawan soal pengorganisasian serikat pekerja, komunikasi para karyawan, dan daftar media.

Dave Arnold yang menjabat sebagai direktur komunikasi global Tesla pada periode ini kemudian memang bekerja untuk MWW PR dari 2011 hingga 2015. Di sana, ia bekerja sebagai wakil presiden.

Juru bicara MWW PR mengonfirmasi mereka memang bekerja sama dengan Tesla pada periode ini. Tapi, pihaknya mengklaim itu adalah praktik umum sebuah perusahaan memantau percakapan publik untuk strategi terkait.

“MWW berkonsultasi dengan Tesla pada 2017-2018 dalam hal komunikasi karyawan selama periode pertumbuhan yang cepat di perusahaan. Itu merupakan praktik yang umum untuk memantau media dan percakapan publik soal perusahaan untuk mendapatkan pandangan soal isu tertentu dan persepsi para petinggi soal perusahaan,” ujarnya.

Diketahui, Musk dikenal pula sebagai pengkritik bagi Serikat Pekerja Amerika Serikat (United Auto Workers) yang ingin mengorganisasi para karyawan Tesla. Misalnya, pada Maret lalu, Musk menantang Serikat untuk mengorganisasi pemungutan suara di pabriknya tersebut.

Musk mengatakan Tesla dapat merekrut dan mempertahankan para karyawannya di tengah pasar pekerja yang ketat, dengan membayar dan memperlakukan mereka dengan baik. Musk juga menegaskan dirinya tidak kontra terhadap pengambilan suara oleh para karyawannya, mengutip CNN.

Musk juga mengancam para karyawan bahwa mereka bisa kehilangan beberapa keuntungan apabila mendukung Serikat. Belakangan ancaman itu oleh hakim dari California dianggap ilegal karena tak ada larangan karyawan untuk membentuk serikat atau tidak.

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close