Tertangkap Kamera, Apa Yang Dilakukan Haidar Alwi di Petilasan Tuanku Imam Bonjol?

"Insya Allah tanggal 30 September 2019 akan menjadi tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia melawan paham-paham radikal,"

Tertangkap Kamera, Apa Yang Dilakukan Haidar Alwi di Petilasan Tuanku Imam Bonjol?

Telegraf, Manado – Tokoh nasional anti radikalisme dan intoleransi, Haidar Alwi berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara pada Senin (09/09/19). Dalam lawatannya kali ini, Haidar Alwi menyempatkan diri untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata budaya-religi.

Satu di antaranya adalah ke petilasan pahlawan nasional, Tuanku Imam Bonjol yang terletak di Desa Lota, Pineleng, Sulawesi Utara.

Bukan sekadar berkunjung, Penanggungjawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) itu tidak ingin melewatkan kesempatan untuk salat di sebuah batu besar menghadap kiblat yang pernah digunakan Tuanku Imam Bonjol untuk menyepi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam pengasingannya.

“Di petilasan Tuanku Imam Bonjol ini, saya minta kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia terbebas dari intoleransi, radikalisme, rasisme dan terorisme. Jika pada masa penjajahan Tuanku Imam Bonjol berdo’a untuk perjuangan meraih kemerdekaan, maka kali ini saya berdo’a untuk perjuangan melawan kelompok radikal,” ujar Haidar Alwi.

Selain itu, Haidar Alwi juga berharap agar konflik horizontal yang terjadi di Papua dapat segera berakhir. Sebab, ia tidak rela jika hasil perjuangan para pahlawan dinodai oleh ulah kelompok radikal yang menurutnya menjadi biang kerusuhan di Tanah Papua.

“Konflik horizontal ini hanya akan menyengsarakan saudara-saudara kita di Papua. Mudah-mudahan mereka segera sadar dan tidak terprovokasi oleh kelompok radikal sehingga konflik yang berkepanjangan dapat segera berakhir. Papua adalah bagian NKRI dan itu sah, final. Jangan coba-coba ganggu Papua. Papua adalah kita,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Haidar Alwi disambut meriah di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, pada Senin (09/09/19) pagi.

Kedatangan Haidar Alwi ke ujung Utara pulau Sulawesi itu bertujuan untuk menghadiri deklarasi Brigade Permesta dan memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Teologi Manado pada keesokan harinya.

Selepas mendarat, ia disambut dengan upacara adat dan pertunjukan Tarian Kabasaran, tari perang khas dari Minahasa.

“Alhamdulillah, sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat Manado. Deklarasi Permesta dipastikan dihadiri oleh lebih dari 15 ribu orang. Sekaligus nanti akan dicanangkan Gerakan Anti Intoleransi, Radikalisme dan Rasisme dengan tajuk Indonesia Tidak Takut,” ujar Haidar Alwi dalam rilisnya, Senin (09/09/19) siang.

Haidar Alwi yang diminta menjadi Ketua Dewan Pelindung DPP Brigade Permesta mengatakan bahwa pencanangan ‘Indonesia Tidak Takut’ akan dilaksanakan pada tanggal 30 September mendatang.

Rencananya, acara tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo bersama seluruh Gubernur se-Indonesia.

“Insya Allah tanggal 30 September 2019 akan menjadi tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia melawan paham-paham radikal,” tutur Haidar Alwi.

Secara khusus alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan luar biasa dari masyarakat Manado.

Bukan tanpa alasan, Haidar Alwi memiliki ketertarikan dengan budaya sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Diharapkan, rasa cinta tersebut dapat menangkal masuknya paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada Sabtu (29/06/19) lalu, Haidar Alwi juga menghadiri Sayembara Tarian Kabasaran Kerukunan Keluarga Kawanua di IBM ASMI Pulomas, Jakarta Timur.

“Buat saya Manado itu is the best. Acara-acara semacam ini dapat menumbuhkan dan memupuk rasa cinta terhadap keragaman budaya sebagai identitas bangsa Indonesia.”

“Saya ingin mengajak kita semua untuk bersatu-padu membantu pemerintah melawan radikalisme. Tolong kumandangkan semangatmu, siapkan tekadmu, kobarkan jiwa satriamu untuk persatuan Indonesia. Saya yakin teman-teman Kawanua siap untuk itu,” pungkasnya. (RED)


Photo Credit : Haidar Alwi ketika salat di petilasan Tuanku Imam Bonjol di Desa Lota, Pineleng, Sulawesi Utara, Senin (09/09/19). TELEGRAF

 

Bagikan Artikel



Komentar Anda