Terkait Ratas Soal Pertembakauan, Perokok Kirimkan Surat Terbuka Kepada Presiden

Terkait Ratas Soal Pertembakauan, Perokok Kirimkan Surat Terbuka Kepada Presiden

“Yang harus kita perhatikan dan harus diperhatikan adalah memberikan perlindungan konsumen ini akan sangat terkait kehadiran negara untuk melindungi konsumen secara efektif,”

Terkait Ratas Soal Pertembakauan, Perokok Kirimkan Surat Terbuka Kepada Presiden


Telegraf, Jakarta – Rapat Terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan yang salah satu harapannya adanya efektivitas kehadiran negara untuk memberikan perlindungan terhadap konsumen, termasuk dalam penegakkan hukum dan pengawasan,

Disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas tentang perlindungan konsumen, di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/03/2017). “Yang harus kita perhatikan dan harus diperhatikan adalah memberikan perlindungan konsumen ini akan sangat terkait kehadiran negara untuk melindungi konsumen secara efektif,” kata Jokowi

Berikut adalah surat terbuka yang disampaikan oleh Perokok Bijak



Bapak Presiden yang sangat kami muliakan

Pernyataan Bapak bahwa konsumen harus benar-benar terlindungi. Sebab, banyak produk yang tidak sekadar merugikan konsumen, tetapi juga membahayakan dari sisi kesehatan.  (rapat terbatas tentang perlindungan konsumen di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Ada yang ingin kami ingatkan.

Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, pernah mengatakan kalau ia tidak percaya merokok dapat membunuh seseorang. Ia menyatakan keraguannya tersebut dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan pada tahun 2000, dan dalam kesempatan setelah terpilih menjadi Wakil Presiden  Pence mengatakan “Waktu untuk cek kenyataanya cepat, meskipun histeria dari kelas politik dan media, merokok tidak dapat membunuh. Faktanya, 2 dari setiap tiga perokok tidak mati dari penyakit merokok dan 9 dari sepuluh perokok tidak mengidap kanker paru-paru,”  seperti dikutip dari media Businessinsider.co.id, Minggu (22/1/2017)

Jadi kami perokok yang jelas adalah KONSUMEN PRODUK ROKOK pastilah Bapak akan lindungi

Bapak Presiden yang Kami Banggakan.

Pernyataan  Bapak tentang  kontribusi sektor konsumsi terhadap domestik bruto (PDB) mencapai 55,94 persen, yang  artinya perekonomian nasional mayoritas masih digerakkan oleh konsumsi. Negara kita memiliki penduduk yang sangat besar, ini berarti potensi pasar yang besar pula. Dan oleh karenannya Bapak  menyingung pentingnya edukasi dan perlindungan konsumen. (rapat terbatas tentang perlindungan konsumen di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Mohon berkenan Bapak cermati

Amanat UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen setidaknya ada beberapa hal mendasar yaitu :

  1. Perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen  ( ps 1 ayat 1 )
  2. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan ( ps 1 ayat 2 )
  3. Perlindungan konsumen berasaskan manfaat, keadilan, keseimbangan, keamanan dan keselamatan konsumen, serta kepastian hukum ( ps 2 )
  4. Hak konsumen adalah : hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang  dan/atau jasa; ( ps 4 ayat a )

Kami para perokok yang merupakan KONSUMEN PRODUK ROKOK sampai saat ini masih belum merasakan kehadiran negara untuk melindungi kami. Bahkan kami yang telah memberi kontribusi penerimaan negara dalambentuk cukai yang bernilai  139.5 T yang setara dengan 17,4 kali lipat dari tambang freeport atau setara dengan  11,72% dari penerimaan negara di tahun 2016.
Kami sempat bangga saat  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mengatakan penerimaan negara dari Freeport jauh lebih rendah dibanding cukai rokok. Ini disampaikan Jonan saat memberi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (21/2/2017).

Bapak Presiden Yang Kami Hormati

Kami bermohon, Berilah kami perlindungan sebagai konsumen yang memberi kontribusi pada penerimaan negara yang tidak kecil.

Seperti yang Bapak Presiden sampaikan  “Yang perlu kita perhatikan dan harus kita perhatikan adalah perlindungan konsumen ini sangat terkait dengan kehadiran negara untuk melindungi konsumen secara efektif,”. Yang kami pahami juga adalah Bapak Presiden  ingin ada efektivitas kehadiran negara untuk melindungi konsumen termasuk menegakkan hukum dan pengawasan. (rapat terbatas tentang perlindungan konsumen di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (21/3/2017)

Kami hanya ingin menyampaikan

Bahwa telah ada Peraturan Pemerintah No  109 Tahun 2012 tentang  Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau untuk Kesehatan. Yang kami sangat hormati aturan itu.

Tetapi yang terjadi, Kementerian Kesehatan selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada Daerah untuk membuat peraturan daerah Kawasan Tanpa Rokok yang berlebihan, melebihi yang sudah diatur dalam PP 109 tersebut

Sebagai penutup surat terbuka ini Kami sampaikan :

  1. Komunitas Perokok Bijak sangat percaya dengan kearifan dan kebijaksanaan Bapak dalam melindungi warga negara Indonesia secara keseluruhan termasuk didalamnya kami konsumen produk Tembakau
  2. Kami yakin Bapak beserta jajaran Kabinet akan menegakkan aturan yang telah ada dan oleh karenanya mohon berkenan memerintahkan Kemenenterian Dalam Negeri untuk mencabut Peraturan daerah yang melebihi aturan PP 109 dalam hal penetapan Peratura Daerah Kawasan Tanpa Rokok.
  3. Kami yakin Bapak beserta jajaran Kabinet akan menegakkan aturan yang telah ada dan oleh karenanya mohon berkenan memerintahkan Kementeriandan HAM  melakukan penertiban organisasi pelindungan konsumen yang tidak melakukan tugasnya sesuai dengan amanat UU no 8 tahun 1999

Salam Bahagia dan Doa Kami semoga bapak Presiden Joko Widodo selalu mendapatkan Kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan Roda Pemerinatahan sesuai cita cita Pembukaan UUD 1945, melindungi segenap Bangsa Indonesiayang di dalam bangsa Indonesia ada juga kami para perokok penikmat produk asli Indonesia.

Jakarta, 21 Maret 2017

Hormat kami,

Perokok Bijak


Demikian diatas adalah isi surat yang merupakan sebuah respon dan tanggapan dari Perokok Bijak yang diberikan kepada Presiden Jokowi terkait dengan rapat terbatas soal pertembakauan. (Red)

Photo credit : Reuters


KBI Telegraf

close