Terkait Raealisasi OK Trip, Sandiaga: Kelihatannya Sudah Siap

“Kelihatannya sudah siap. Nanti dipresentasikan solusinya ke teman-teman (sopir angkot). Setelah itu, kita akan diskusikan,”

Terkait Raealisasi OK Trip, Sandiaga: Kelihatannya Sudah Siap


Telegraf, Jakarta – Nasib para sopir angkot yang melewati rute Jatibaru Raya-Tanah Abang akan ditentukan hari Jumat (02/02/2018). Pertemuan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dengan 12 perwakilan sopir angkot Tanah Abang telah berlangsung di Balai Kota DKI.

Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sudah siap memberikan beberapa solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para sopir angkot Tanah Abang pascapenataan kawasan Tanah Abang.

“Kelihatannya sudah siap. Nanti dipresentasikan solusinya ke teman-teman (sopir angkot). Setelah itu, kita akan diskusikan,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI.

Ketika ditanya apa saja solusi yang ditawarkan ke sopir angkot, Sandiaga enggan membeberkannya. Ia hanya menjamin solusi yang diberikan akan meningkatkan pendapatan sopir angkot yang selama penutupan Jalan Jatibaru Raya menurun 50 persen.

“Pokoknya yang penting, pendapatan mereka meningkat,” ujarnya.

Semua sopir angkutan kota (angkot) Tanah Abang menyambut baik rencana pemberlakuan OK OTrip di kawasan tekstil terbesar se-Indonesia itu, tetapi para pemilik angkot atau koperasi memiliki sikap berbeda.

Hal itu disampaikan pemilik angkot dari Koperasi Kolamas, Petrus Tukimin usai rapat dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno dan jajaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jumat (02/02/2018) di Balai Kota.

“Sopir jelas menyambut karena mereka enggak pusing lagi. Digaji, dijamin. Yang masih belum kan untuk pemilik, pemilik yang hadir (rapat) ini cuma dua-tiga orang,” kata Petrus.

Pertemuan sore itu menghasilkan keputusan bahwa sopir angkot Tanah Abang bergabung dengan OK Otrip dalam satu bulan ke depan.

Sopir angkot akan digaji sebesar upah minimum provinsi (UMP) DKI yakni Rp3,6 juta dan menerima fasilitas BPJS Kesehatan. Untuk sementara, gaji sopir akan ditanggung oleh pemilik angkot. Begitupun dengan ‘modal kerja’ lainnya seperti uang bensin.

Baca Juga :   Mendagri Instruksikan Pengenaan PPKM di Jawa- Bali

Untuk mempercepat implementasi OK Otrip, akan digunakan harga Rp3.459 per kilometer (km) sambil menunggu penyesuaian revisi harga yang baru.

Petrus mengatakan, pemilik angkot dan koperasi masih ingin bernegosiasi dengan Pemprov DKI terkait harga per kilometer. Sebab, jika mengikuti angka Rp3.459, maka setiap hari pemilik memperoleh Rp650 ribu. Itupun apabila jarak tempuhnya sesuai ketentuan yakni minimal 190 km.

Dengan hitung-hitungan tersebut, Petrus mengatakan total penghasilan pemilik angkot di akhir bulan akan mencapai Rp19 juta.

Penghasilan tersebut harus dikurangi untuk menggaji dua sopir angkot (bekerja secara shift) untuk satu kendaraan dan uang bensin.

Oleh sebab itu, pemilik angkot dan Dishub DKI akan rapat pada Senin, 5 Februari mendatang. Mereka akan menghitung ulang besaran rupiah per kilometer.

“Kita bikin usulan Rp3.850, tetapi yang disetujui kurang dari Rp3.500. Harapan kita, ini dibahas lebih detail dan jangan sampai enggak jalan lagi,” katanya. Rapat rencananya akan melibatkan jumlah pemilik angkot lebih banyak supaya mencapai kata sepakat. (Red)


Photo Credit : Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno mengatakan pihaknya sudah siap memberikan beberapa solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para sopir angkot di Tanah Abang pascapenataan kawasan Tanah Abang. Dok/Ist. Photo

KBI Telegraf

close