Terkait Nuklir, Rusia Tuding AS Bermain Kasar

"Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan pembalasan, termasuk melibatkan teknologi militer,"

Terkait Nuklir, Rusia Tuding AS Bermain Kasar

Telegraf, Moskwa – Pemerintah Rusia menilai Amerika Serikat (AS) bermain “kasar” terkait rencana untuk mundur sepihak dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia.

Pada Sabtu (20/10/18) lalu, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan rencana untuk meninggalkan Perjanjian Traktat Senjata Nuklir Jarak Menengah atau INF dengan Rusia, yang sudah berjalan selama tiga dekade. Traktat itu ditandatangani Presiden AS, Ronald Reagan, dengan Pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, pada 1987.

Trump mengatakan, AS akan mundur dari perjanjiaan INF karena Moskow telah melanggar kesepakatan dengan tetap memproduksi senjata nuklir yang sudah dilarang.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, jika AS terus bertindak “kasar” dan mundur secara sepihak dari perjanjian internasional tersebut, Rusia tak akan tinggal diam.

“Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan pembalasan, termasuk melibatkan teknologi militer,” ujar Ryabkov, seperti dikutip AFP, Minggu (21/10/18).

Dia menilai, rencana AS tersebut “sangat berbahaya”. Pasalnya, menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Rusia membuka peluang “perang dingin” antarkedua negara akan memanas. AS juga akan menuai kecaman dan reaksi keras dunia, jika merealisasikan rencana tersebut.

“Ini akan menjadi langkah yang sangat berbahaya. Saya yakin, ini akan memancing kecaman global yang serius,” ujar Ryabkov.

Perjanjian itu, kata Ryabkov, memiliki peran penting untuk keamanan internasional di bidang senjata nuklir dan pemeliharaan stabilitas, dan sekaligus mengakhiri perang terbuka antarkedua negara yang kala itu menjadi negara adikuasa.

“Rusia mengutuk apa yang dilakukan AS dan menyebut langkah itu sebagai upaya AS untuk mendapatkan konsesi melalui metode pemerasan,” kata Ryabkov. (Red)


Photo Credit : ABC News

 

Share



Komentar Anda