Connect with us

Technology

Pemerintah Gelar Webinar Literasi Menuju Ekonomi Go Digital Dengan Upaya Peningkatan SDM

Published

on

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar webinar Literasi Digital dengan tema “Peningkatan SDM Menuju Ekonomi Go Digital”, pada hari Jumat, 10 Juni 2022 melalui platform zoom meeting. FILE IST PHOTO.

Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar webinar Literasi Digital dengan tema “Peningkatan SDM Menuju Ekonomi Go Digital”, pada hari Jumat, 10 Juni 2022 melalui platform zoom meeting.

Dalam webinar tersebut yang melibatkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, dengan tujuan memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat serta mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis.

Kendati demikian, program yang digagas oleh pemerintah melalui Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA), serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Dalam webinar tersebut, Dirjen APTIKA Kominfo, Semuel Pangerapan menyampaikan bahwa dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia.

Kemudian, Fadli Zon dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi saat ini sudah mempengaruhi bagaimana SDM kita dapat mengatasinya. Saat ini, penggunaan internet sudah menjadi hal yang sangat dibutuhkan apalagi dimasa pandemi ini. Kita saat ini sudah mengalami transformasi di bidang ekonomi seperti e-commerce.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa kegiatan ekonomi sudah lebih cepat dan lebih luas, di indonesia digital ekonomi menjadi salah satu strategi transformasi ekonomi. Supaya ekonomi digital dapat berkembang, diperlukan kebijakan dan regulasi yang tepat, terutama untuk mendorong produktivitas dan efisiensi serta meningkatkan diversifikasi dan daya saing di semua segmen ekonomi. Dan untuk mengintegrasikan teknologi digital ke dalam perekonomian harus memperhatikan kesiapan ekonomi digital itu sendiri.

Terkait dengan dunia digital saat ini sudah ada Digital Roadmap 2021-2024. Terdiri dari empat elemen, yaitu infrastruktur digital, tata kelola digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital. SDM digital memerlukan pendekatan yang menyeluruh supaya masyarakat siap dan aware tentang transformasi ekonomi digital.

Dalam hal ini, Indonesia merupakan negara yang memiliki pasar yang cukup besar dan semoga pasar kita bisa dinikmati oleh masyarakat kita sendiri tidak menjadi pasar negara lain. Kesiapan untuk menuju ekonomi digital memiliki empat cara , yakni: pertama meningkatkan ketersediaan aksesibilitas, dan keterjangkauan akses internet bagi masyarakat, termasuk di pedesaan. Kedua meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam konteks literasi dan keterampilan. Ketiga merumuskan kebijakan yang mendukung konektivitas digital dan juga untuk menjamin keamanan kegiatan digital. Keempat, meningkatkan inovasi, pendidikan dan penelitian di bidang teknologi digital.

Terakhir, Betta Anugrah, menjelaskan terkait dengan tiga Indeks Desa Membangun (IDM) yaitu, Ketahanan Sosial (kesehatan, pendidikan, modal sosial, dan pemukinan), Ketahanan Ekonomi (keragaman produksi, akses ke lembaga keuangan, lembaga ekonomi, keterbukaan wilayah), Ketahanan Ekologi (kualitas lingkungan dan potensi/kerawanan bencana). Dalam mengoptimalisasi sumber daya desa untuk mewujudkan kemandirian ekonomi, kedaulatan pangan dan ketahanan energi. Dibuatlah Badan Usaha Milik Desa atau BUMDES yang berfungsi untuk konsolidasi produk, produksi, penampungan, pembeli, pemasaran usaha desa, inkubasi usaha masyarakat, simulasi dan dinamisasi usaha masyarakat, pelayanan kebutuhan dasar dan umum, peningkatan kemanfaatan dan nilai ekonomi kekayaan budaya, religiusitas, dan sumber daya alam, peningkatan nilai tambah atas aset desa dan pendapatan asli desa. Dalam pemanfaatan potensi desa membutuhkan modal besar untuk meningkatkan SDM dan ekonomi berwawasan digital.

Ia menambahkan, digitalisasi platform membutuhkan data-data penting di tingkat lokal untuk menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan desa. Akses informasi tersebut dapat menggunakan website desa. Desa harus memiliki kedaulatan data untuk dapat membuat perencanaan pembangunan yang baik dan sesuai dengan konteks dan kebutuhannya.

Sementara itu, pemerintah daerah (Provinsi dan Kabupaten) memiliki kebutuhan terkait dengan data kawasan yang real untuk dapat melakukan pembangunan desa dalam skala yang beririsan dengan desa lainnya. Melalui penguatan sistem informasi desa dan pengelolaan data maka kebijakan desa yang pro poor dan inklusif dapat tercapai dengan tepat.

Betta menyoroti bahwa di tingkat desa sendiri, Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDEKA) menjadi landasan bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kegiatan Pemerintah Desa (RKPDes), dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (RAPBDes). Sistem Informasi Desa Terintegrasi merupakan suatu sistem pengelolaan informasi desa yang tidak hanya mampu menampilkan profil desa secara umum tetapi juga postur anggaran.

Webinar tersebut dengan narasumber yakni Fadli Zon (Anggota Komisi I DPR RI), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen APTIKA Kemenkominfo), Betta Anugrah (Seknas FITRA).

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Advertisement
Click to comment

Technology

Tesla Gunakan Facebook Untuk Memata-Matai Karyawannya

Published

on

Photo Credit: Seorang pengguna Facebook terlihat sedang mengakses aplikasi medsos besutan Mark Zuckerberg itu. BLOOMBERG/Chris Ratcliffe
Photo Credit: Seorang pengguna Facebook terlihat sedang mengakses aplikasi medsos besutan Mark Zuckerberg itu. BLOOMBERG/Chris Ratcliffe

Telegraf – Tesla disebut membayar sebuah perusahaan konsultan guna memantau interaksi Facebook karyawan mereka. Itu terjadi ketika beberapa pekerja ingin membentuk serikat pekerja di pabrik perusahaan di Fremont, California.

Hal itu diketahui dari faktur dan dokumen lain yang dilaporkan. Dari sana diketahui, Tesla membayar perusahaan bernama MWW PR untuk memantau diskusi di grup Facebook karyawan Tesla pada 2017 dan 2018.

Sejumlah hal yang dimonitor MWW PR antara lain diskusi soal pembentukan serikat pekerja dan pelecehan seksual yang pernah terjadi di sana. Di samping itu, MWW PR juga memonitor komentar-komentar karyawan soal pengorganisasian serikat pekerja, komunikasi para karyawan, dan daftar media.

Dave Arnold yang menjabat sebagai direktur komunikasi global Tesla pada periode ini kemudian memang bekerja untuk MWW PR dari 2011 hingga 2015. Di sana, ia bekerja sebagai wakil presiden.

Juru bicara MWW PR mengonfirmasi mereka memang bekerja sama dengan Tesla pada periode ini. Tapi, pihaknya mengklaim itu adalah praktik umum sebuah perusahaan memantau percakapan publik untuk strategi terkait.

“MWW berkonsultasi dengan Tesla pada 2017-2018 dalam hal komunikasi karyawan selama periode pertumbuhan yang cepat di perusahaan. Itu merupakan praktik yang umum untuk memantau media dan percakapan publik soal perusahaan untuk mendapatkan pandangan soal isu tertentu dan persepsi para petinggi soal perusahaan,” ujarnya.

Diketahui, Musk dikenal pula sebagai pengkritik bagi Serikat Pekerja Amerika Serikat (United Auto Workers) yang ingin mengorganisasi para karyawan Tesla. Misalnya, pada Maret lalu, Musk menantang Serikat untuk mengorganisasi pemungutan suara di pabriknya tersebut.

Musk mengatakan Tesla dapat merekrut dan mempertahankan para karyawannya di tengah pasar pekerja yang ketat, dengan membayar dan memperlakukan mereka dengan baik. Musk juga menegaskan dirinya tidak kontra terhadap pengambilan suara oleh para karyawannya, mengutip CNN.

Musk juga mengancam para karyawan bahwa mereka bisa kehilangan beberapa keuntungan apabila mendukung Serikat. Belakangan ancaman itu oleh hakim dari California dianggap ilegal karena tak ada larangan karyawan untuk membentuk serikat atau tidak.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Technology

Tahun 2021, 57% Kejahatan Siber di Dunia Maya Berupa Penipuan

Published

on

By


Telegraf – Salah satu pemimpin global dalam keamanan siber, hari ini membagikan analisisnya tentang ancaman siber paling luas di dunia: yaitu penipuan. Terhitung 57% dari semua kejahatan dunia maya yang dengan motif finansial, industri penipuan menjadi lebih terstruktur dan melibatkan lebih banyak pihak yang dibagi menjadi kelompok-kelompok hierarkis.
Jumlah grup tersebut melonjak ke rekor tertinggi 390, yaitu 3,5 kali lebih banyak dari tahun lalu, ketika jumlah maksimum grup aktif mendekati 110. Karena SaaS (Scam-as-a-Service), pada tahun 2021 jumlah penjahat dunia maya dalam satu geng penipuan meningkat 10 kali lipat dibandingkan tahun 2020 dan sekarang mencapai 100.
Lalu lintas telah menjadi sistem peredaran proyek penipuan: Peneliti Grup-IB menekankan bahwa jumlah situs web yang digunakan untuk membeli dan menyediakan lalu lintas “abu-abu” dan ilegal dan yang memikat korban ke dalam skema penipuan telah meningkat 1,5 kali lipat.
Memasuki tahun 2022, penipu berada pada tingkat baru otomatisasi serangan penipuan: tidak ada lagi pengguna yang tidak menjadi sasaran. Scammers saat ini menarik kelompok korban tertentu untuk meningkatkan tingkat konversi. Media sosial lebih sering pendekatan titik kontak pertama antara scammers dan calon korbannya.
Selama KTT Risiko Digital 2022 konferensi online, yang dibagi menjadi aliran analitik dan terkait teknologi, Group-IB membagikan temuan penelitiannya ke dalam berbagai skema penipuan, yang diperoleh dengan bantuan jaringan saraf dan sistem penilaian berbasis ML ( Machine Learning ) yang tergabung dalam Platform Perlindungan Risiko Digital Group-IB, yang dirancang untuk mengurangi risiko digital eksternal terhadap kekayaan intelektual dan identitas merek. Peserta konferensi termasuk United Nations International Computing Center (UNICC), Scamadviser (a global independent project), Ebank (Egypt), dll.
Scam ‘Almighty’Dengan semakin banyak pengguna Internet yang menjadi korban kejahatan dunia maya setiap hari, penipu lebih memilih teknik lama yang baik seperti phishing (18%), penggelapan dan penipuan (57%), serta infeksi malware dan serangan reputasi (25%). Pada tahun 2021, penipuan adalah jenis kejahatan dunia maya yang paling umum.
Jumlah sumber daya penipuan yang dengan bentuk peniruan merek yang dibuat per bulan juga meningkat. Di Timur Tengah, Asia Pasifik, dan Eropa, analis Group-IB mencatat kenaikan masing-masing sebesar 150%, 83%, dan 89%.
Mengikuti kelompok peretas yang berhasil menyerang organisasi bisnis dan pemerintah di seluruh dunia, scammers telah mengadopsi metode mereka untuk meningkatkan skema mereka. Penipu individual menarik geng kriminal terorganisir dengan SaaS (Scam-as-a-Service). “Tren kuat yang kami amati pada tahun 2021 adalah scammers tanpa embel-embel bergabung ke dalam kelompok yang dikendalikan oleh penjahat yang sangat terampil secara teknis,” kata Ilia Rozhnov.
Kepala divisi Perlindungan Risiko Digital di APAC di Group-IB. “Platform berbasis AI Group-IB mengidentifikasi antara 75 dan 110 kelompok penipuan tahun lalu, dan jumlah rata-rata penjahat dunia maya per kelompok adalah 10 anggota. Jumlah rata-rata tautan penipuan per grup mencapai 100.
SaaS membantu menumbuhkan tidak hanya selera penipu, tetapi juga industri itu sendiri. Pada tahun 2021, sistem DRP kami melacak 350 grup, menjangkau hingga 390 grup scam pada waktu puncak. Jumlah penjahat dunia maya dalam kelompok penipuan telah meningkat secara dramatis, rata-rata antara 100 dan 1.000 per kelompok.
Pada gilirannya, infrastruktur mereka telah tumbuh secara proporsional: jumlah rata-rata tautan penipuan per grup adalah antara 2.000 dan 3.000″.
Apakah Anda menyukai lalu lintas seperti yang dilakukan scammers?
Jumlah situs web yang digunakan untuk membeli dan menyediakan lalu lintas “abu-abu” serta ilegal meningkat 1,5 kali lipat. Scammers menolak untuk membuat dan memelihara sumber daya mereka sendiri. Tugas mereka hanya untuk menarik lalu lintas ke sumber daya pihak ketiga yang dimiliki oleh scammers lain dengan biaya ketika pencurian uang berhasil.
“Penipu sekarang fokus untuk menarik lalu lintas yang ditargetkan. Di masa lalu, skema mereka ditujukan pada pengguna yang tidak cocok yang dibawa ke sumber penipuan, tetapi sejak tahun 2021 strateginya telah berubah secara drastis. Scammers sekarang menarik kelompok korban tertentu untuk meningkatkan tingkat konversi.
Satu-satunya platform untuk menjual lalu lintas “abu-abu” dan ilegal menghasilkan rata-rata $2.758 per minggu dari satu tawaran untuk menjual lalu lintas ilegal, ” Tuan Rozhnov menambahkan. “Statistik yang berkaitan dengan lalu lintas abu-abu dan ilegal pada satu platform, yang diambil sebagai contoh oleh analis DRP Grup-IB, menunjukkan bahwa India, AS, dan Vietnam adalah negara utama di mana platform tersebut didistribusikan.”
Tidak ada penargetan URL yang lemah. Pakar Group-IB mencatat tren kuat ke arah penggunaan penargetan URL yang ditingkatkan: URL satu kali yang valid, tersedia secara ketat untuk pengguna tertentu pada waktu tertentu, menargetkan audiens tertentu.
URL yang dipersonalisasi biasanya tidak hanya menyertakan cap waktu dan hash, tetapi juga informasi geolokasi, versi OS, jenis browser, dan nama penyedia Internet. Juga tidak ada personalisasi konten yang lemah. Penipu menggunakan personalisasi konten yang ditingkatkan dengan formulir web yang dilengkapi secara otomatis pada halaman dengan data pribadi pengguna, yang diambil dari cookie browser.
“Hey, username, let’s talk”
Digitalisasi adalah tren global utama. Penipuan tidak terelakkan, dan fakta bahwa jumlah pengguna Internet meningkat hingga 4,95 miliar pada tahun 2021 berkontribusi pada hal ini. Selain itu, jumlah pengguna media sosial dan pengguna ponsel unik juga telah tumbuh dan mencapai 4,62 miliar (+10% dibandingkan tahun 2020).
Pada tahun 2021, 48,15% skema penipuan dimulai dengan dialog aktif dengan para korban, para ahli menyimpulkan. Ada juga tren untuk menyederhanakan halaman akhir penipuan, dengan scammers secara aktif beralih ke penyebaran proposal penipuan melalui platform yang sah seperti Facebook dan Instagram. Alasan menggunakan media sosial sederhana. Pertama, ini adalah cara terbaik untuk menginspirasi kepercayaan. Kedua, layanan media sosial kurang dimoderasi.
Di kawasan Asia Pasifik, menurut temuan tim Perlindungan Risiko Digital Group-IB, media sosial menjadi saluran nomor satu untuk distribusi penipuan – 75,4% dari semua penipuan yang dianalisis oleh Group-IB diamati di media sosial. Instagram ternyata menjadi platform favorit scammers di Asia Pasifik.
Penipuan peniruan identitas merek di media sosial mendapatkan momentum karena perusahaan yang sah lebih sering berinteraksi dengan pelanggan mereka melalui saluran ini. Kekuatan pendorong lainnya – adalah peningkatan keseluruhan dalam jumlah pengguna media sosial di Asia Pasifik pada tahun 2021.
Pada tahun 2021, pangsa media sosial sebagai saluran utama scammers di Asia-Pasifik meningkat secara keseluruhan hingga Q4. Pakar Group-IB percaya bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya kesadaran tentang taktik scammers di media sosial. Namun, scammers cepat dalam mengadaptasi dan meningkatkan taktik dan skema mereka. Pakar Group-IB percaya bahwa pangsa penipuan media sosial akan terus tumbuh pada tahun 2022.
Tren yang diidentifikasi oleh para ahli Grup-IB juga dikonfirmasi oleh mitra perusahaan yang juga mengambil bagian dalam KTT. Jorij Abraham, Manajer Umum di Global Anti-Scam Alliance & Scamadviser, mengatakan bahwa penipu dengan cepat menjadi semakin profesional dan jumlah penipuan yang dilaporkan telah meningkat dari 139 menjadi 266 juta (93%).
“Jumlah kejahatan dunia maya meningkat setiap tahun. Kita harus tetap di depan scammers. Untuk melakukannya, siapa pun yang terlibat dalam pasar keamanan siber harus saling berbagi pengetahuan dan data mereka. Hanya dengan cara ini kita bisa menang,” kata Aliansi & Scamadviser Global Anti-Scam Yordania Abraham. “Dengan munculnya lebih banyak data dan teknologi baru seperti deepfake, penipuan menjadi sangat sulit untuk diidentifikasi.”
Kehebohan ruang publik di seluruh dunia untuk metaverse telah berkembang, sehingga analis DRP Group-IB memperkirakan jumlah penipuan di metaverse akan meningkat. Situasi yang sama berlaku untuk cryptocurrency dan NFT, di mana penipuan sudah sangat populer. Penggunaan deepfake dan voicefake juga akan meningkat — mereka adalah salah satu metode penipuan yang paling umum. Para ahli memperkirakan bahwa alat de-anonimisasi akan digunakan untuk pemerasan dan personalisasi korban.
Penipuan khusus untuk hari-hari khusus
Scammers terus menggunakan hari dan situasi khusus sebagai kesempatan untuk penipuan: Black Friday, skema pemerintah, penawaran Hari Kesehatan, dan sebagainya. Selain itu, HR adalah salah satu topik penipuan utama: lebih dari 150 (per bulan) halaman penipuan yang terkait dengan pencarian pekerjaan dibuat antara Oktober dan Desember pada tahun 2021. Penipuan dana investasi juga sangat populer pada tahun 2021: misalnya, satu kelompok menyebabkan kerusakan sebesar $66,2 juta di wilayah APAC.
Dalam banyak kasus, merek dan selebritas populer digunakan untuk menarik korban, dan metode ini masih berfungsi dengan baik. Karena situasi kesehatan global, jumlah penipuan Covid-19 meningkat, terutama terkait dengan vaksin palsu dan sertifikat Covid. Lebih dari 7,5 juta pelanggan grup penyedia dokumen palsu terkait Covid ditemukan.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Technology

Meriahkan Pasar Smartwatch di Indonesia, HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO Segera Hadir

Published

on

By

HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO

Telegraf – Baik sebagai teman andal saat berolahraga, fitness tracker yang terjangkau, maupun jam tangan pintar flagship yang memukau, rangkaian produk wearables berkualitas dari Huawei adalah pilihan tepat untuk melengkapi keseharian masyarakat modern.

Memperkuat komitmen untuk menyediakan perangkat yang dapat menunjang penampilan sekaligus pemantauan kesehatan penggunanya, Huawei segera merilis dua produk wearables terbarunya ke pasar Indonesia, yakni HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO.

Keduanya merupakan inovasi terbaru Huawei dalam menciptakan perangkat wearable yang memiliki masa baterai yang tahan lama dalam balutan desain stylish.

HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO akan hadir di pasar Indonesia pada 10 Juni mendatang. Pelanggan dapat memesan HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO secara online maupun offline di berbagai saluran penjualan. Untuk HUAWEI WATCH FIT 2, pelanggan dapat memesannya di Shopee,  Tokopedia, dan Eraspace.com.

Sementara untuk HUAWEI WATCH GT 3 PRO, pelanggan dapat memesannya melalui tautan berikut Shopee,  Tokopedia dan Eraspace.com. Selain itu, pelanggan juga bisa mendapatkan kedua produk terbaru Huawei ini di HUAWEI High-End Experience Shop, erafone, Urban Republic, dan watch club.

Patrick Ru, Country Head of Huawei CBG Indonesia mengatakan, “HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO memperkaya jajaran smartwatch kami berbasis sistem operasi HarmonyOS yang terus berkembang, sekaligus menyatukan kedua aspek penting sekaligus yaitu fitness tracker dan aksesori fashion. Kehadiran keduanya juga menekankan konsistensi dan dedikasi Huawei dalam mengoptimalkan pengalaman pengguna dan memperkaya strategi serta visi dari All-Scenario Seamless AI Life.”

HUAWEI WATCH FIT 2, 24/7 Smartwatch Pintar dan Trendi dengan All-Day Health Monitoring

HUAWEI WATCH FIT 2 hadir menyatukan gaya dan fungsi dalam balutan desain fashionable, dilengkapi dengan fitur all-day health monitoring untuk melacak kesehatan pengguna, diantaranya sensor detak jantung, pelacakan saturasi oksigen darah (SpO2), sleep tracker, dan pelacak siklus menstruasi untuk perempuan. Jam tangan pintar ini juga memiliki GPS built-in untuk memandu rute berlari pengguna tanpa perlu terhubung ke smartphone.

HUAWEI WATCH FIT 2 hadir dengan desain yang trendi dibekali oleh layar AMOLED HD

HUAWEI FullView berukuran 1,74 inci dengan rasio screen-to-body yang semakin meningkat sebesar 18.6% dari pendahulunya untuk pengalaman visual terbaik. Jam tangan pintar ini juga membawa fitur chessboard launcher. Tak hanya itu, antarmuka ini juga mampu memberikan pengalaman interaktif terkini pada fungsi Tap to Transfer, sehingga mempermudah pengguna dalam memindahkan dokumen hanya dengan satu ketukan untuk mengirim foto ke smartwatch dan menjadikannya watch face pada HUAWEI WATCH FIT 2.

Untuk melengkapi penampilan stylish penggunanya, HUAWEI WATCH FIT 2 menghadirkan 2 (dua)  pilihan strap yang berkarakter, yakni material silikon untuk gaya Active dan material kulit untuk gaya Classic serta 4 (empat) pilihan warna yaitu Midnight Black, Sakura Pink, Isle Blue, dan Moon White.

Salah satu hal yang menjadikan HUAWEI WATCH FIT 2 begitu menarik adalah adanya animasi pelatih pribadi yang akan memandu pengguna melakukan tujuh set latihan kebugaran. Selain itu, HUAWEI WATCH FIT 2 juga hadir dengan speaker dan mikrofon. Pengguna dapat menerima dan menjawab panggilan dari smartphone ke smartwatch melalui Bluetooth.

Pengguna juga dapat menambahkan kontak yang sering digunakan di HUAWEI Health App. Jika pengguna tidak dapat menjawab panggilan, pengguna dapat mengirim atau membalas pesan secara singkat yang sudah dibuat khusus dan dimodifikasi sesuai keinginan hanya dengan satu ketukan.

HUAWEI WATCH GT 3 PRO, Smartwatch Mewah untuk Pemantauan Kesehatan dan Olahraga Layaknya Pro

Hadir dalam balutan material premium Titanium, Sapphire Glass, dan Ceramic, HUAWEI WATCH GT 3 PRO memberikan kesan mewah dan premium. Jam tangan pintar ini mengusung desain interface terbaru pada layar ultra-clear yang besar, jam tangan pintar ini mampu hadirkan berbagai watch face menarik  bagi penggunanya dengan pengaturan yang mudah.

HUAWEI WATCH GT 3 PRO hadir dengan layar AMOLED 1,43 inci dengan tampilan warna high-definition dan kualitas resolusi 466 x 466 yang memukau, berkat teknologi tersebut mampu menampilkan informasi-informasi yang dibutuhkan dengan tampilan yang lebih jelas dan presisi di layarnya.

Ditambah lagi, HUAWEI WATCH GT 3 PRO menggunakan lensa berbahan sapphire yang dapat mendeteksi perubahan denyut nadi secara langsung.

Tidak ketinggalan, kesehatan pengguna turut menjadi perhatian besar HUAWEI WATCH GT 3 PRO melalui pembaharuan fungsi electrocardiogram (ECG), yang memungkinkan rekaman data presisi atas detak jantung dan aktivitas kelistrikan di dalam tubuh, guna mendukung manajemen kesehatan pembuluh darah yang lebih baik bagi penggunanya.

Dukungan terhadap kesehatan pada HUAWEI WATCH GT 3 PRO semakin diperkuat oleh akses ke lebih dari 100 mode workout saat terhubung dengan AI Running Coach, yang mampu menampilkan personal running planning berdasarkan kemampuan fisik, riwayat berlari, dan tujuan dari masing-masing penggunanya.

Selain itu, kini HUAWEI WATCH GT 3 PRO juga memiliki Pro Workout mode yaitu mode Free Diving yang didukung oleh ketahanan terhadap air laut bersama dengan Apnea test and training dan juga mode Golf untuk pengukuran performa swing golf yang lebih baik dan presisi

HUAWEI Health App Beri Dukungan untuk Aktivitas Penunjang Kesehatan Pengguna

HUAWEI WATCH FIT 2 dan GT 3 PRO dapat terhubung dengan berbagai sistem operasi melalui HUAWEI Health App yang berisikan berbagai fitur terdepan.

Dengan dukungan dari HUAWEI Health, pengguna dapat membuat pengingat otomatis untuk olahraga dan kebiasaan baik yang disesuaikan dengan kebutuhan pribadi bahkan kebiasaan tidur.

Pengguna juga dapat mengakses berbagai mode olahraga seperti bulutangkis, menyelam, futsal dan lain-lain dalam HUAWEI Health App, secara khusus dalam laman ‘Discover’. Tidak ketinggalan, pengguna juga dapat membuat playlist lagu yang bisa dinikmati saat berolahraga.

Tidak hanya untuk perangkat HUAWEI berbasis sstem operasi HarmonyOS, aplikasi HUAWEI Health dapat diunduh dan berjalan baik di perangkat berbasis system operasi Android dan iOS sehingga memungkinkan semua perangkat jam pintar HUAWEI dapat terkoneksi dan berfungsi baik dengan telepon selular lintas sistem operasi

“Huawei terus berkomitmen dalam mendukung pengguna untuk gaya hidup sehat melalui ragam inovasi terkini pada ekosistem HUAWEI Health App. Didukung dengan perangkat keras terbaru dan unik serta fungsi yang memungkinkan pengguna untuk memantau serta memotivasi diri sendiri dalam perjalanan gaya hidup sehatnya,” tutup Patrick.

Selain dua produk baru tersebut, Huawei akan menggelar Mega Promo Spesial 6.6 untuk mendukung digital lifestyle pelanggan dengan diskon hingga 44%, yang berlangsung melalui Huawei Official Store di Shopee, Tokopedia, JDID, Lazada, dan Blibli mulai 6 hingga 13 Juni 2022.

Melalui promo online 6.6 Huawei, pelanggan bisa berhemat hingga Rp2 juta dan penawaran mulai dari Rp469.000, termasuk promo untuk HUAWEI FreeBuds SE, TWS yang baru saja diluncurkan, penawaran menarik untuk HUAWEI MateBook D14 & Band 6, dan promo eksklusif online HUAWEI MatePad T10 dan MatePad Refresh. Pelanggan juga berkesempatan untuk mendapatkan promo gratis ongkos kirim dan voucher terbatas selama Mega Promo Spesial 6.6.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Technology

Digitalisasi Untuk Membangunan Generasi Sangat Penting

Published

on

Photo Credit: trategi Mendidik Anak di Era Media Sosial. Thinkstock

Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) selenggarakan seminar online Literasi Digital bertema “Membangun Generasi Emas di Era Digital”. Seminar ini menghadirkan Rachel Maryam Sayidina Anggota Komisi I DPR RI. Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta Devi Septiandini Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta. Lalu ada juga Rana Rayendra Co-Founder dan CEO of Bicara Project.

Beberapa tujuan kegiatan diantaranya untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis sekaligus memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan serta bermanfaat.

Kegiatan juga ditujukan dalam rangka memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA. Tujuan lain adalah mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Seminar online Literasi Digital bertema “Membangun Generasi Emas di Era Digital”.

Rachel menghimbau agar para pengguna media sosial untuk perlu meningkatkan kemampuan digital sebab terdapat hal positif serta produktifitas dalam bermedia sosial.

“Hal positif dan produktif dapat ditempuh dan didapati salah satunya dengan fokus mengikuti kegiatan semacam webinar saat ini,” katanya, Jumat (27/05/2022).

Sementara itu Semuel Abrijani menyampaikan sebagaimana yang telah diketahui bersama dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja.

“Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi. Untuk mengahadapi hal itu maka kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia,” paparnya.

“Bagaimana bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi dengan kemampuan yang dimiliki serta keunggulan yang terus dijaga akan bisa membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” imbuhnya.

Devi Septiandini menjelaskan bahwa, perkembangan masyarakat dan teknologi di saat ini yaitu Industri 4.0, ada kombinasi dari sistem fisik-cyber, internet of things, dan networks telah membuat pabrik pintar menjadi nyata. Penggunaan teknologi pada beberapa bidang menciptakan perubahan di antaranya pendidikan beralih dari pembelajaran tatap muka ke hybrid atau full online learning, juga di sektor ekonomi semakin banyak e-commerce, dalam politik kampanye dan aspirasi banyak dilakukan via media sosial, dalam kesehatan semakin banyak platform kesehatan berbasis digital untuk membantu masyarakat terutama sejak pandemi Covid-19, serta sosial interaksi dan hubungan sosial terjalin secara virtual.

“Namun ada hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan internet yaitu kemudahan akses  mendapat informasi, persaingan semakin ketat dan terbuka, platform digital semakin beragam, bebas terkoneksi tanpa aturan, dan invasi budaya. Dengan demikian memanfaatkan tantangan di era digital dapat menjadikan sebagai sarana pengembangan diri, membentuk value diri yang positif, mengembangkan pola berfikir kritis dan analitik, serta menjadikan tempat belajar ketahanan diri,” terangnya.

Lalu Rana Rayendra juga mengatakan, bahwa dunia digital tidak tersentuh, tidak terbatas ruang dan waktu, luas, mudah dibagikan dan mudah diterima.  Media sosial paling populer di Indonesia pada tahun 2020-2021 yaitu Youtube, yang kedua WhatsApp dan yang ketiga yaitu Instagram.

“Internet dapat menjadi dampak postif dan kreatif jika dimanfaatkan dengan benar seperti posting hal positif, tidak mengakses konten ilegal, menguasai produk digital lalu mengembangkan konten untuk update produk digital. Manfaat memiliki digital skill yaitu untuk bisnis, koneksi dengan orang lain, dan branding. Dengan memanfaatkan internet secara maksimal dan digital skill yang ada, akan lebih mudah dalam menyebarkan informasi mengenai bisnis, pemasaran, hingga lowongan pekerjaan,” ungkanya.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Technology

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Published

on

Photo Credit: Nasabah menggunakan aplikasi perbankan digital untuk berbelanja di Jakarta, Selasa (14/04). Pandemi Covid-19 mendorong peningkatan transaksi perbankan digital. Hal tersebut karena sebagian besar masyarakat memilih untuk tinggal di rumah untuk menghindar dari kemungkinan terinfeksi. KONTAN/Baihaki

Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyelenggarakan seminar online Literasi Digital dengan mengusung tema: “Kemampuan Digital yang Dicari Saat Ini”.

Seminar ini menghadirkan antara lain Rachel Maryam Sayidina dari Komisi I DPR RI, Semuel Abrijani Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Wahyu Wary Pintoko Dosen Komunikasi Institut Bisnis Nusantara dan B.S. Wibowo CEO dan Senior Training TRUSCO Jakarta.

Kegiatan seminar literasi digital ini diinisiasi oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dengan tujuan diantaranya untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat terkait pembangunan Infrastruktur TIK.

“Tujuan dari adanya teknologi itu adalah memudahkan kehidupan manusia. Lebih lanjut juga ia sampaikan bahwa di era digital kita harus memiliki kemampuan dasar yang sangat diperlukan, yaitu kemampuan menggunakan perangkat untuk mengakses Internet, kemampuan menggunakan internet, kemampuan, mencari informasi, kemampuan mengolah dan membuat informasi, dan kemampuan memilih layanan yang dibutuhkan,” kata Wahyu Pintoko (26/05/2022).

Lebih lanjut Wahyu menjelaskan dimana pengguna digital harus bisa beradaptasi dan mengontrol diri dalam penggunaan dan pemanfaatannya.

Sementara itu B.S. Wibowo menyampaikan pentingnya memahami tentang hukum sosial, dimana penting bagi kita untuk memprediksi masa depan. Sebagaimana kenyataan yang ada pada tahun 2020 saja ilmu pengetahuan meningkat dua kali lipat setiap 73 hari kerja karena itu sekarang juga kita harus mulai berpikir dan membuat perencanaan.

Aji Cahyono

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close