Tampil Sebagai Penutup di Java Jazz 2017, Iwan Fals Sentil Keadaan Politik Bangsa

Tampil Sebagai Penutup di Java Jazz 2017, Iwan Fals Sentil Keadaan Politik Bangsa

"Musik sudah mempersatukan kita, yang merah, yang kuning, yang hitam, yang macam bahasa,"

Tampil Sebagai Penutup di Java Jazz 2017, Iwan Fals Sentil Keadaan Politik Bangsa


Telegraf, Jakarta – Malam tadi, Java Jazz Festival 2017 memasuki gelaran hari terakhirnya, dimana pada malam itu, deretan musisi kenaaman Indonesia maupun internasional tampil di penghujung event jazz tahunan tersebut. Salah satunya adalah musisi senior Iwan Fals.

Iwan Fals diawal-awal penampilannya membawakan salah satu tembang lawasnya yang paling romantis yaitu Yang Terlupakan saat tampil sebagai penyanyi terakhir pada penutupan Java Jazz Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/3/2017) dini hari.

“Ini pertama kali main di sini setelah 13 tahun. Ini pertama kali diundang, jadi baper saya,” kata Iwan Fals.

Dia kemudian menyapa para penonton. “Salam sejahtera penuh cinta baik yang percaya Tuhan maupun yang tidak percaya Tuhan,” ungkapnya dia.

Iwan Fals juga mengaku bangga dapat berada di tengah pagelaran Java Jazz yang dia sebut “lingkaran suci” itu.

“Musik sudah mempersatukan kita, yang merah, yang kuning, yang hitam, yang macam bahasa,” ujar dia.

Kemudian dibawkannya lagu Yang Terlupakan, merupakan salah satu lagu lawas dari Iwan, yang dirilis dalam album Sarjana Muda pada 1981. Di panggung Hall B3, Iwan memainkan lagu tersebut dengan gitar akustik, termasuk lagu-lagu andalan seperti Izinkan Aku Mencintaimu, Bongkar dan Bento serta Manusia Setengah Dewa.

Iwan Fals menyentil pemerintahan dengan menyanyikan lagu-lagunya yang kritis.

“Sekarang sedang rame-rame Pilkada, Pilkada serentak,” kata Iwan diatas stage JJF. “Mudah-mudahan dengan adanya Java Jazz ini bisa mencairkan suasana,” tambahnya.

Dia kemudian menyanyikan lagu Asik Nggak Asik, yang memiliki lirik pembuka  “Dunia politik penuh dengan intrik.”.

Kemudian setelah menyanyikan Tanam Siram Tanam, Iwan pun kembali menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah lewat lagu Manusia Setengah Dewa.

“Ini harapan untuk presiden saya, presiden kalian juga,” ucapnya diatas stage kepada penonton, spontan disambut sorak-sorai penonton.

Kolaborasi Dengan Kirk Whallum dan Maurice Brown

Namun ada yang berbeda pada pertunjukan Iwan Fals tersebut. Dia berkolaborasi dengan dua musisi jazz internasional, pemain saxophone Kirk Whalum dan pemain terompet Maurice Brown.

“Ini kehormatan besar Maurice Brown sama Kirk Whalum. Come here,” kata Iwan Fals mempersilakan mereka memasuki panggung.

Selain dalam lagu Kuda Lumping, mereka juga berkolaborasi dalam lagu Bento dan HIO. Di sela-sela dan di akhir penampilan kolaborasi Iwan Fals tak segan-segan merangkul dan memeluk keduanya.

“Lebih tua dua tahun dari saya tapi tenaganya luar biasa,” ujar Iwan Fals menyanjung Kirk Whalum.

“Hati kita adalah sarang setan yang sesungguhnya, tempat segala macam kejahatan,” kata dia.

“Musuh kita adalah diri kita sendiri, tak akan berhenti sampai kita mati. Selamat berjuang, kawan!,” tambahnya.

Sedikitnya ada enam track lagu yang dibawakan oleh musisi berusia 55 tahun itu. Hentakan musiknya membuat penonton spontan ikut bergoyang.

Menutup acara tersebut, penyanyi dengan nama asli Virgiawan Listanto itu berjoget kuda lumping bersama personil bandnya, sebelum mengucapkan salam perpisahan.

“Pulang, lebih sehat, besok kerja lebih semangat. Terima kasih,” kata Iwan. (Red)

Photo credit : Telegraf/Koeshondo W. Widjojo


KBI Telegraf

close