Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Tampil Buruk Saat Debat Perdana, Biden Berpotensi Mundur Dari Pilpres AS 2024?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

Tampil Buruk Saat Debat Perdana, Biden Berpotensi Mundur Dari Pilpres AS 2024?

A. Chandra S. Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:31 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Performa Presiden Joe Biden saat debat perdana menghadapi Donald Trump dianggap buruk. AP Photo
Bagikan

Telegraf – Performa dan penampilan Presiden Joe Biden dinilai buruk dalam debat saat menghadapi Donald Trump menimbulkan kekhawatiran baru bagi Partai Demokrat terkait keberlanjutan Biden di kontestasi pemilihan Presiden Amerika Serikat 2024.

Performa Biden dianggap rentan di pilpres 2024 AS saat kembali melawan Donald Trump.

Ahli Strategi Partai Demokrat David Axelrod menilai tidak akan mudah bagi Biden untuk mundur dari kontestasi pilpres meskipun performanya kurang memuaskan dalam debat terakhir.

David mengatakan hal itu dikarenakan Biden sudah terpilih sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Menurutnya, Biden juga telah dipilih oleh hampir seluruh delegasi partai dalam proses pemilihan kandidat terdahulu.

“Sekarang ini bukan lagi era tahun 1960-an. Di mana pemilih memilih kandidatnya. Saat ini dia (Biden) kandidatnya,” jelasnya melansir CNN, Sabtu (29/06/2024).

Sistem pemilihan kandidat yang dilakukan oleh Demokrat dengan memprioritaskan suara delegasi partai ketimbang pimpinan partai sudah dilakukan pascapilpres 1968.

Pada pilpres kala itu, muncul ketidakpuasan usai Partai Demokrat mengusung Wakil Presiden Hubert Humphrey setelah Presiden Lyndon Johnson mundur karena banyak pertentangan terkait kebijakan perang di Vietnam.

Dalam konvensi nasional Partai Demokrat di Chicago, Humphrey disebut mewakili keberlanjutan kebijakan perang Vietnam pada era Presiden Johnson. Aksi bentrokan maut antara massa aksi dengan polisi terjadi setelah Humphrey menerima pencalonan tersebut.

Kondisi berbeda diperkirakan bakal terjadi apabila Biden yang telah terpilih sebagai kandidat oleh mayoritas delegasi memutuskan untuk mundur dari pilpres, meski Partai Demokrat bakal kembali menggelar konvensi di Chicago pada Agustus mendatang.

Baca Juga :  AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Permasalahannya, apabila kandidat utama mengundurkan diri setelah mengantongi suara mayoritas pada pemilihan awal, masing-masing delegasi kembali diharuskan memilih calon kandidat baru pada saat konvensi.

Partai Demokrat sendiri telah menetapkan batas waktu hingga 22 Juni, kepada 3.900 delegasi di negara bagian untuk menentukan kandidat. Saat ini hampir seluruh delegasi menyerahkan nama Biden sebagai proses pemilihan awal.

Tidak hanya sekedar berjanji memilih Biden dalam pilpres, para delegasi yang mendukung tersebut juga telah disetujui oleh tim kampanye Biden.

Oleh karenanya meskipun mayoritas peserta konvensi memutuskan untuk memilih kandidat baru, hal itu tidak akan terlaksana apabila para pendukung Biden tidak menarik suara.

Hal tersebut juga menandakan apabila nantinya Biden dicoret sebagai kandidat, maka mereka-mereka yang sempat mendukung Biden juga yang bertanggung jawab untuk memilih kandidat penggantinya.

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?