Taliban Kuasai Afghanistan, AS Akan Evakuasi Staf Kedutaannya

Taliban Kuasai Afghanistan, AS Akan Evakuasi Staf Kedutaannya

"Kami semakin mengurangi warga sipil kami di Kabul mengingat situasi keamanan yang berkembang,"

Taliban Kuasai Afghanistan, AS Akan Evakuasi Staf Kedutaannya

Telegraf – Amerika Serikat (AS) pada Kamis (12/08/2021) waktu setempat mengumumkan, akan mengirim pasukan untuk mengevakuasi staf kedutaan dari Kabul. Hal itu dikarenakan masalah keamanan di Afghanistan setelah kelompok Taliban bergerak cepat untuk menguasai sejumlah wilayah di negara itu.

Pengumuman itu muncul beberapa jam setelah pasukan Afghanistan meninggalkan kota terbesar ketiga di negara itu, Herat, karena moral pasukan keamanan Afghanistan tampaknya runtuh.

Pemerintah secara efektif telah kehilangan sebagian besar Afghanistan utara, selatan dan barat dalam seminggu terakhir.

Ketika Taliban menguasai lebih banyak wilayah, AS dan Inggris bergerak dengan cepat menarik staf kedutaan mereka dari ibu kota.

“Kami semakin mengurangi warga sipil kami di Kabul mengingat situasi keamanan yang berkembang,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price, sambil mencatat bahwa kedutaan akan tetap buka.

Pentagon mengatakan, 3.000 tentara AS akan dikerahkan ke Kabul dalam 24 hingga 48 jam ke depan, namun menggarisbawahi bahwa mereka tidak akan digunakan untuk serangan terhadap Taliban.

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace mengatakan, London akan mengirim 600 tentaranya sendiri untuk mengevakuasi warganya dan mendukung relokasi mantan staf warga Afghanistan.

Price mengatakan, AS juga akan mulai mengirim penerbangan harian untuk mengevakuasi penerjemah Afghanistan dan orang lain yang membantu Amerika dan takut akan nyawa mereka karena serangan besar-besaran Taliban.

Setelah dikepung selama berminggu-minggu, pasukan pemerintah pada hari Kamis menarik diri dari Herat, sebuah kota jalan sutra kuno di dekat perbatasan Iran, dan mundur ke barak tentara distrik.

“Kami harus meninggalkan kota untuk mencegah kehancuran lebih lanjut,” kata seorang sumber keamanan senior dari kota itu kepada AFP.

Seorang juru bicara Taliban, menuliskan di Twitter kalau tentara pemerintah meletakkan senjata mereka dan bergabung dengan Mujahidin.

Sebelumnya pada hari Kamis, kementerian dalam negeri mengkonfirmasi jatuhnya Ghazni, sekitar 150 kilometer dari Kabul dan di sepanjang jalan raya utama ke Kandahar dan jantung Taliban di selatan.


Photo Credit: Seorang anggota pasukan keamanan Afghanistan berjaga di distrik Enjil di provinsi Herat pada 30 Juli 2021. AFP/Hoshang Hashimi

 

Didik Fitrianto

close