Sustainable Green di Eco Fashion Angkat Tenun Indonesia

Ada empat Kabuputen yang hadir untuk memeriahkan Green Sarinah X Eco Fashion Indonesia seperti  Nias, Lombok, Donggala dan Halmahera"

Sustainable Green di Eco Fashion Angkat Tenun Indonesia

Telegraf, Jakarta – Indonesia, merupakan negara yang sangat kaya, baik dari kebudayaan   rempah, hewan hingga menjadi paru paru dunia, bahkan sebagai negara besar Indonesia, fashion pun berkembang pesat.

Pemerintah melalui PT Sarinah (Persero) bekerjasama dengan Eco Fashion Indonesia gelar  Green Sarinah X Eco Fashion Indonesia yang bertemakan “ SUSTAINABLE GREEN” yang memiliki arti mengajak masyarakat Indonesia untuk selalu menjaga lingkungan demi keberlanjutan ekosistem, di Sarinah  Jakarta.
“Ada empat Kabuputen yang hadir untuk memeriahkan Green Sarinah X Eco Fashion Indonesia seperti  Nias, Lombok, Donggala dan Halmahera,” ungkap Direktur Utama Sarinah Sugiarta Yasa dalam sambutnnya, Kamis (5/12).
Sugiarta mengtakan Sarinah adalah legend departement store pertama di Indonesia, bisa menjadi tempat aktualisasi dan menjadi salah satu dalam menghadirkan berbagai produk produk Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Direktur Retail Sarinah Lies Permana Lestari mengatakan Eco Fashion Week Indonesia 2019 ini adalah event pertama yang dilibatkan oleh Kementerian Pembangunan Desa dan Transmigrasi dan dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 5 s/d 7 Desember 2019 dengan menampilkan koleksi-koleksi dari Merdi Sihombing dimana dia juga yang menginisiasi Eco Fashion Week Indonesia.
Sustainable Green di Eco Fashion Angkat Tenun Indonesia

“Ini hanyalah salah satu bentuk kerjasama Sarinah dengan Kemendes, dimana kedepannya nanti akan banyak lagi kerjasama-kerjasama seperti ini yang mengangkat kearifan budaya lokal tetapi yang terbaik dan benar-benar unggulan,” tutur Lies di sela sela fashion show.

Lanjut Lies beberapa waktu lalu Sarinah juga menghadirkan pengrajin tenun Maumere dan berkesemptan  mengangkat tenun juga dari Nias, Kupang,  dari NTT yang menjadi  salah satu bentuk kepedulian Sarinah terhadap produk-produk atau pengrajin lokal yang memang dari asalnya.
“Bagaimana kita bisa melihat kain itu diproses selama 2 sampai 3 bulan dari mulai kapas yang di pintal menjadi benang,  diberi pewarna  alami dan di tenun yang membutuhkn waktu yang cukup lama, sehingga menjadi kain yang bisa di pakai oleh masyarakat,” imbuhnya. (Red)

Photo Credit : Direktur Retail Sarinah Lies Permana Lestari, mendampingi Direktur Utama Sarinah Sugiarta Yasa serta Menteri Pembangunan Desa dan Transmigrasi Halim Iskandar  saat memberi kenang kenangan kepada  Designer Merdi Sihombing, Kamis (05/12). TELEGRAF/Kawat Berita Indonesia

Atti K.