Survei IMD Future Readiness Indicator 2024: L’Oréal Ungguli Coca-Cola, Nestle, dan Unilever Berkat AI dan AR

Oleh : Idris Daulat
survei Future Readiness Indicator

Telegraf – Raksasa dunia seperti Coca-Cola Co., Procter & Gamble Co. (P&G), hingga Unilever ternyata harus mengakui keunggulan L’Oréal dalam hal inovasi.

Hal ini terungkap dari survei Future Readiness Indicator (FRI) 2024 kategori Consumer Package Goods (CPG) yang dirilis oleh The International Institute of Management and Development (IMD), Jakarta (26/5/24).

Dalam daftar FRI CPG 2024, L’Oréal berhasil meraih posisi puncak dengan skor sempurna 100, naik dua peringkat dari tahun lalu. Coca-Cola, yang tahun lalu menduduki posisi teratas, kini harus puas di peringkat kedua dengan skor 90,68. P&G turun ke posisi ketiga dengan skor 80,4, sementara Nestle tetap berada di posisi keempat dengan skor 78,1.

Unilever berhasil naik dua peringkat ke posisi lima dengan skor 77,28.

Keberhasilan L’Oréal ini ditopang oleh penggunaan teknologi canggih seperti Augmented Reality (AR) dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Teknologi ini digunakan untuk memberikan rekomendasi produk, diagnostik kulit, serta uji coba produk secara virtual.

L’Oréal juga mengandalkan data-driven decision-making, menggunakan analisis data dari social listening untuk memahami kebiasaan konsumen, menentukan lini produk baru, merancang kampanye pemasaran, dan mengoptimalkan rantai pasokan.

Dengan pendekatan ini, L’Oréal dapat memahami perilaku konsumen yang sering kali tersembunyi dari metode riset pasar tradisional.

Selain itu, strategi pemasaran omnichannel yang diterapkan L’Oréal memungkinkan konsumen berbelanja dengan mudah baik secara online maupun offline.

Kemampuan L’Oréal dalam memanfaatkan teknologi ini membuatnya unggul dari pesaing seperti Estée Lauder, Shiseido, dan Revlon.

Estée Lauder dan Shiseido masih berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengeksplorasi penggunaan AI, tetapi belum mampu menyamai layanan personalisasi L’Oréal.

Sementara itu, Revlon tertinggal jauh akibat keterbatasan dalam digitalisasi.

“Kemampuan L’Oréal memanfaatkan teknologi berada pada level yang belum pernah kami lihat di industri CPG sebelumnya.

Sebenarnya, L’Oréal kini adalah perusahaan teknologi yang menjual lipstik,” ungkap Howard Yu, Direktur IMD Center for Future Readiness yang menyusun laporan ini.

Keberhasilan L’Oréal menegaskan adanya korelasi antara inovasi dengan kesuksesan perusahaan. Nestle juga menjadi contoh sukses lainnya berkat prioritasnya pada teknologi, sehingga unggul dari perusahaan yang tertinggal dalam inovasi seperti Dr. Pepper dan General Mills.

Melihat keberhasilan ini, perusahaan CPG Indonesia juga bisa meniru strategi dengan memanfaatkan teknologi, digitalisasi, dan AI untuk mencapai kesuksesan serupa di tingkat global. Dalam survei FRI 2024 kategori CPG, IMD menilai dan merangking 24 perusahaan CPG dunia. Daftar lengkapnya bisa diakses melalui tautan berikut dan terlampir di bawah.

Survei IMD Future Readiness Indicator 2024

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close