Sukseskan SDGs Menko PMK Minta Partisipasi Aktif Seluruh Komponen Bangsa

Sukseskan SDGs Menko PMK Minta Partisipasi Aktif Seluruh Komponen Bangsa

"Berbicara masalah kesiapan, saya menghargai peran Perhimpunan Filantropi Indonesia sebagai organisasi payung bagi lembaga filantropi yang jumlahnya terus bertambah. Bahkan kiprah Perhimpunan Filantropi Indonesia telah merambah ke tingkat internasional dengan aktif dalam SDGs Philantrophy Platform sejak tahun 2014. Indonesia bersama Kenya, Colombia dan Ghana adalah empat negara pertama percontohan dunia bagi kolaborasi internasional lembaga filantropi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,"

Sukseskan SDGs Menko PMK Minta Partisipasi Aktif Seluruh Komponen Bangsa


Telegraf, Jakarta – Isu kesiapan menjadi sangat penting terutama dikaitkan dengan perlunya keterlibatan dan keaktifan seluruh komponen bangsa dalam mencapai Agenda Pembangunan Berkelanjutan hal ini terlihat di pengalaman pelaksanaan tahun lalu, pihak – pihak yang terkait antara lain pemerintah tentunya, lembaga filantropi dan dunia usaha,  pakar dan akademisi, lembaga kemasyarakatan dan media, dan saat ini bahkan tengah diupayakan melibatkan pula peran lembaga Parlemen.

Masalah kesiapan ini terungkap di tengah forum diskusi publik dan diseminasi hasil riset yang digelar di auditorium Kemenko PMK, Jakarta, Senin, (13/03/2017). Acara yang dibuka oleh Seskemenko PMK, YB Satya Sana Nugraha, mewakili Menko PMK, Puan Maharani, dihadiri pula oleh para penggiat filantropi, pejabat pemerintah, akademisi dan pihak-pihak yang terlibat dalam SDGs.  Acara diskusi publik yang menghadirkan Staf ahli Kemenko PMK bidang SDGs Pasca 2015, Ghafur Akbar Darma Putera dan Ketua FOZ/Forum Zakat, Nur Efendy.
“Berbicara masalah kesiapan, saya menghargai peran Perhimpunan Filantropi Indonesia sebagai organisasi payung bagi lembaga filantropi yang jumlahnya terus bertambah. Bahkan kiprah Perhimpunan Filantropi Indonesia telah merambah ke tingkat internasional dengan aktif dalam SDGs Philantrophy Platform sejak tahun 2014.
Indonesia bersama Kenya, Colombia dan Ghana adalah empat negara pertama percontohan dunia bagi kolaborasi internasional lembaga filantropi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” ungkap Puan Maharani Menko PMK dalam sambutannya.
“Saya mengajak Ibu dan Bapak dari berbagai Lembaga Filantropi untuk bergotong royong dalam mendukung pencapaian SDGs yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional,” lanjutya.
Adapun berbagai kegiatan yang lembaga-lembaga filantropi dapat pilih dari serangkaian program yang dikoordinasikan Kemenko PMK sesuai RPJM 2015-2019, mulai dari program jaminan pemenuhan kebutuhan dan pelayanan dasar seperti pangan, kesehatan, pendidikan hingga upaya-upaya dalam penanggulangan kemiskinan, perlindungan anak, perempuan dan kaum marginal, pemberdayaan masyarakat terutama di pedesaan hingga peningkatan kapasitas inovasi dan teknologi serta program revolusi mental dalam membangun integritas, etos kerja, dan jiwa gotong royong.
Puan mengajak lembaga filantropi untuk “membumikan” SDGs hingga ke daerah. Upaya ini perlu dilakukan agar terjadi pemerataan, pembukaan dari keterisoliran dan keterbelakangan serta pengurangan kesenjangan agar Indonesia dapat semakin kuat dan  bersatu guna mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
“Dapat disampaikan bahwa di bawah koordinasi Kemenko PMK akan segera dilaksanakan sinergi program di 40 desa, yang akan diisi dengan program dari seluruh kementerian bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. Dalam hal ini saya mengundang lembaga-lembaga Filantropi yang ibu dan bapak pimpin untuk turut mendukung dan dapat berpartisipasi dalam program ini sebagai salah satu bentuk quick win pencapaian SDGs di Indonesia. Kita secara bergotong royong perlu bergerak cepat dan terencana dalam mensejahterakan rakyat, dalam mengejar ketertinggalan dari negara tetangga serta dalam meningkatkan daya saing Indonesia,” Puan menerangkan. (Red)

Photo credit : Kemenko PMK


KBI Telegraf

close