Staf Kemenkumham Mengikuti Tailor-Made Training dari StuNed

“Selain StuNed, masih ada program peningkatan kapasitas lainnya yang didanai pemerintah Belanda, termasuk beasiswa Orange Tulip Scholarship dan program studi banding"

Staf Kemenkumham Mengikuti Tailor-Made Training dari StuNed

Telegraf, Jakarta – StuNed memfasilitasi 18 Staf  Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengikuti tailor-made training tentang Pengembangan Program Diklat Penyuluh Hukum.

Diklat tersebut merupakan beasiswa yang di keluarkan oleh Kedutaan Belanda dan merupakan bagian dari kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dengan Indonesia di bidang Keamanan dan Penegakan Hukum.
Beasiswa tersebut diterima oleh Hantor Situmorang, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenkumham Indonesia  yang diserahkan oleh Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso di Bogor, Senin (25/3).
Peter van Tuijl menegaskan pelatihan akan diisi oleh pakar dari Belanda  yaitu  Lieselotte Heederik, pelatih dari Center for International Legal Cooperation (CILC) Belanda,  ini akan menjadi sangat efisien untuk dilaksanakan di Indonesia.
Lanjut Peter “Kami senang Kemenkumham memilih Belanda untuk rujukan pelatihan ini. Indonesia dan Belanda memiliki dasar sistem hukum yang mirip, baik secara struktur hukum, teori hukum, dan cara pandang hukum. Ini membuat kita mudah untuk bertukar pengalaman dan gagasan”.
Hadir dalam penyerahan tersebut Staf Politik Kedutaan Besar Kerajaan Belanda,  Roy Spijkerboer mengatakan bukan saja  tailor-made training yang akan di lakukan tetapi juga ada heberapa program program lain seperti Orange Tulip Scholarship dan program studi banding.
“Selain StuNed, masih ada program peningkatan kapasitas lainnya yang didanai pemerintah Belanda, termasuk beasiswa Orange Tulip Scholarship dan program studi banding,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala BPSDM menyatakan bahwa sudah banyak kegiatan kerja sama antara Indonesia dan Belanda di bidang
hukum. Beasiswa StuNed melalui penyelenggara pelatihan – CILC – membantu meningkatkan kapasitas BPSDM dan BPHN dalam penyelenggaraan pelatihan penyuluh hukum, mulai dari analisa kebutuhan pelatihan sampai penyusunan kurikulum pelatihan. BPSDM menargetkan kurikulum pelatihan per masing-masing jenjang kompetensi penyuluh hukum selesai sebagai hasil pelatihan. (Red)

Credit Photo : Keterangan foto Para peserta berfoto bersama Sekretaris BPSDM, Hantor Situmorang (baju batik, tengah), dan Direktur Nuffic Neso Indonesia. Peter van Tuijl (sebelah kiri Sekretaris BPSDM), beserta pelatih CILC dan undangan acara pembukaan/Istimewa.




Komentar Anda