Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga Meski Ketidakpastian Global Meningkat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Stabilitas Sistem Keuangan Tetap Terjaga Meski Ketidakpastian Global Meningkat

Atti K. Kamis, 24 April 2025 | 11:10 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Photo Credit : Menteri keuangan Sri Mulyani/Doc/telegraf
Bagikan

Telegraf – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I 2025 tetap terjaga meskipun menghadapi ketidakpastian global yang semakin meningkat, terutama akibat dinamika kebijakan tarif dari pemerintah Amerika Serikat.

“Situasi stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers usai rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (24/4).

Ketidakpastian global tersebut dipicu oleh kebijakan tarif impor AS yang memicu eskalasi perang dagang, terutama dengan Tiongkok, sehingga mendorong pelaku pasar untuk menghindari risiko (risk aversion) dan menyebabkan tekanan pada nilai tukar di berbagai negara berkembang.

“Kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat telah memicu retaliasi dari Tiongkok dan meningkatkan ketidakpastian perdagangan global serta mengganggu rantai pasok,” jelasnya.

Sri Mulyani juga menyoroti dampak global terhadap pertumbuhan ekonomi, di mana proyeksi pertumbuhan dunia mengalami penurunan sebesar 0,3 poin persentase. Indonesia turut terdampak dengan koreksi proyeksi pertumbuhan menjadi 4,7% menurut IMF, lebih rendah 0,4 poin dari proyeksi sebelumnya.

Meski demikian, kondisi ekonomi domestik tetap menunjukkan daya tahan yang baik. Konsumsi rumah tangga tetap kuat, didukung oleh belanja pemerintah seperti pembayaran THR, bantuan sosial, dan pelaksanaan proyek strategis nasional.

“Investasi tetap solid, tercermin dari impor barang modal seperti alat berat yang meningkat, dan aktivitas manufaktur yang masih berada di zona ekspansif,” tambah Sri Mulyani.

Baca Juga :  Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan saat libur Idulfitri, namun Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar offshore untuk menstabilkan nilai tukar.

“Nilai tukar rupiah tetap berada dalam kisaran yang sesuai dengan fundamental ekonomi Indonesia dan didukung oleh imbal hasil yang menarik serta inflasi yang rendah,” kata Sri Mulyani.

Inflasi Maret 2025 tercatat sebesar 1,03% (yoy), dengan inflasi inti sebesar 2,48% dan inflasi volatile food melandai ke 0,37%. Kelompok barang bersubsidi justru mengalami deflasi sebesar 3,16%, sebagian karena berakhirnya diskon tarif listrik.

Ke depan, pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi lintas lembaga serta memperkuat permintaan domestik guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

menterimenke“Kami akan terus melakukan mitigasi awal termasuk melalui komunikasi dengan pemerintah Amerika Serikat dan deregulasi untuk memperkuat perekonomian nasional,” pungkas Sri Mulyani.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

PGN Bentuk Satgas RAFI 2026, Amankan Pasokan Gas Selama Ramadhan dan Idul Fitri
Waktu Baca 3 Menit
Lonjakan Aktivitas Migas Picu Tantangan Baru bagi Industri Asuransi Energi
Waktu Baca 5 Menit
Budi Rahardjo
Presiden Prabowo Mendengar, Indonesia Melangkah: Bebas Aktif di Tengah Pusaran Dunia
Waktu Baca 5 Menit
OJK: Ekonomi Februari 2026 Tumbuh Solid, Waspadai Tekanan Geopolitik dan Volatilitas Pasar
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Gelontorkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Swasta Wajib Bayar Penuh H-7 Lebaran
Waktu Baca 4 Menit

Strategi OJK Kelola Risiko Iklim: Perkuat Pengawasan, Wajibkan CRMS, dan Bentuk Kemitraan Internasional

Waktu Baca 4 Menit

Pernyataan Lama Ketua DPD Kembali Viral, Densus Digital Soroti “Politik Daur Ulang”

Waktu Baca 3 Menit

LPS Bayar 88 Persen Rekening Nasabah BPR Prima Master Bank, Proses Klaim Dilanjutkan Bertahap

Waktu Baca 2 Menit

BSN Ekspansi ke Ekosistem Muhammadiyah, Dongkrak Pangsa Pasar Perbankan Syariah

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

APBN 2026 Tumbuh Kuat, Penerimaan Pajak Melonjak 30,7 Persen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Menkeu Purbaya: Penerima LPDP yang Hina Negara Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Gandeng Persija dan Jakmania, Bank Jakarta Perkuat Inklusi Keuangan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Kacang Dua Kelinci Luncurkan Desain Kemasan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BSN Perkuat Posisi sebagai “Banknya Para Developer”, Targetkan 73.700 KPR Subsidi pada 2026

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BNI Bukukan Laba Rp20 Triliun di 2025, Kredit Tumbuh 15,9% di Tengah Tekanan Global

Waktu Baca 3 Menit
Foto : PROPAMI Surabaya Raya resmi dilantik, membuka jalan lahirnya profesional pasar modal baru melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kompetensi investasi nasional. (doc.PROPAMI)
Ekonomika

PROPAMI Perluas Jaringan Profesional Pasar Modal Lewat Pelantikan DPW Surabaya Raya

Waktu Baca 5 Menit
Ekonomika

Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?